Untungkah Menjadi Promotor Musik?

Penyanyi – penyanyi internasional silih berganti mengunjungi Indonesia. Para penyanyi – penyanyi ini datang ke Indonesia bukan atas kemauan mereka sendiri atau sedang berlibur. Mereka datang kesini untuk mengadakan konser. Konser adalah satu – satunya tempat yang masih menjanjikan penghasilan untuk mereka karena penjualan dari album mereka yang banyak dibajak tak memberikan hasil yang memuaskan. Menampilkan performance terbaik mereka untuk semua fans yang telah menunggu untuk menyaksikan mereka secara langsung.

Promotor Musik

Dibalik semua konser yang telah terjadi di negeri ini ada yang disebut dengan promotor. Menurut seorang Adrie Subono dalam sebuah wawancara, promotor sama halnya dengan panitia. Panitia yang menyelenggarakan konser musik. Adrie Subono adalah seorang promotor sukses di bawah bendera Java Musikindo yang selalu membawa penyanyi – penyanyi paling hits pada jamannya sebut saja Diva Amerika Mariah Carrey, Kelly Clarckson, Jason Mraz, Pitbul, band dengan sejuta umat penggemar Marron 5, dan banyak lagi yang lainnya.

Sumber::https://2.bp.blogspot.com/

Sumber::https://2.bp.blogspot.com/

M

Baca Juga:

Bagaimana peluang bisnis ini bisa tetap begitu besar, ini dikarenakan musik adalah suatu kebutuhan yang sangat mendasar orang – orang jaman sekarang. Hip-hop, Rock, Pop, Jazz, Punk-Rock, Alternative, EDM dan banyak lagi jenis aliran musik. Tidak semua orang mempunyai selera yang sama. Semua aliran musik mempunyai massa / penggemarnya masing – masing. Itu salah satu hal yang membuat bisnis dari promotor musik ini tak pernah mati.

Regenerasi musik pun sangatlah cepat, selalu ada yang baru, lebih baik dan mempunyai penggemar lebih banyak. Kepopuleran penyanyi / band tersebut yang akan menjadi tolak ukur akan atau tidak suksesnya suatu pertunjukan. Musik K-Pop saat ini sedang menjadi trend di dunia juga Indonesia. Tengoklah hampir setiap bulan ada saja boyband / girlband dari negeri ginseng tersebut mengadakan konser disini. Bisa dikatakan hampir semuanya sukses.

Tiketnya ludes terjual bahkan 5 bulan sebelum mereka mengadakan konser. Mari menengok konser salah satu super boyband Korea EXO yang beberapa waktu lalu mengadakan konser di ICE BSD City dengan kapasitas gedung menampung sekitar 8000 penggemar. Jika kita mengambil rata – rata harga sebuah tiket Rp. 1.000.000, seperti yang diberitakan bahwa semua tiket konser EXO terjual habis / sold out. Anda tinggal mengalikan harga per tiket dengan jumlah penggemar. Jumlah itu belum untuk membayar penyanyi dengan seluruh kru dan tata panggung, gedung, hotel, transportasi, konsumsi dan lain – lain. Keuntungan yang didapat promotor bisa seperempat dari jumlah yang telah anda hitung.

Jika dikatakan sangat menguntungkan maka jawabannya iya atau tidak. Ini tergantung dari bagaimana seorang promotor mengerti pasar dari penyanyi atau band yang akan dibawa ke Indonesia. Untuk penyanyi / band yang memang sedang dipuncak ketenaran mereka maka akan dengan mudah menjual tiket mereka. Penggemar mereka bahkan rela menunggu berhari – hari untuk dapat membeli tiket idolanya tersebut. Penyanyi dengan penggemar para abg jelas lebih loyal untuk idola mereka berapapun akan dibayar. Mungkin masih ingat konser Justin Bieber dan One Direction.

Setahun sebelum mereka konser tiket sudah dijual dan sold out. Ditengah – tengah menunggu tanggal konser tiba promotor mengumumkan konser dibatalkan. Uang para penggemar dikembalikan penuh. Setahun kemudian diumumkan lagi mereka akan datang, para penggemar tidak kenal lelah tetap memburunya meski satu tahun yang lalu sang idola batal datang dan menghibur. Di Indonesia frekuensi sebuah konser diadakan masihlah sangat rendah dibandingkan dengan Singapura. Di Singapura dalam satu minggu bisa setiap hari ada pertunjukkan. Disini hanya maksimal 3 kali dalam satu minggu.

Meski begitu bisnis ini masih bisa dibilang bisnis yang menguntungkan. Jika tidak menguntungkan mengapa ada seorang promotor yang mengabdikan dirinya menjadi promotor selama hampir 20 tahun. Musik tak akan pernah padam selalu ada dan selalu memiliki pasar / penggemarnya, begitu juga bisnis konser.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *