Trik Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja

Ada begitu banyak cara untuk menjadi kaya, ada banyak proses yang harus anda lewati untuk menuju ke sana. Barangkali menjadi pemilik bisnis atau menjadi investor besar adalah langkah yang baik untuk menuju kepada pencapaian finansial anda, sebagaimana dituliskan dalam buku “Rich Dad Poor Dad.” Kendati demikian, mengawali langkah anda sebagai seorang karyawan bukanlah sesuatu yang berdosa. Itu adalah pilihan anda, akan melalui jalur apa anda akan bergerak kepada tujan hidup anda.

Baca: Review Buku “Rich Dad Poor Dad”

Untuk bisa bekerja pada sebuah perusahaan, ada beberapa macam tes yang harus anda lewati. Salah satu tes yang sering bikin orang tegang dan grogi adalah tes wawancara. Di situ calon karyawan akan ditanyai banyak hal seputar dirinya dan pekerjaan yang dia lamar. Seringkali pertanyaan itu menjebak, jika sampai salah menjawab, anda bisa dikulik habis-habisan hingga tak lagi mampu menjawab.

Maka simaklah tips menjawab pertanyaan pada wawancara kerja berikut. Semoga membantu anda untuk mempersiapkan tes wawancara.

Ceritakan Tentang Diri Anda!

Penting untuk mengenali diri anda sebelum melamar kerja. | via www.motivationalmemo.com

Pada umumnya pertanyaan ini diajukan pertama kali setelah anda duduk. Sebenarnya informasi ini pasti sudah mereka ketahui karena tertulis pada riwayat hidup yang sudah anda serahkan sebelumnya. Maka jangan menghabiskan banyak waktu anda pada pertanyaan pertama ini. Karena ini konteksnya adalah wawancara kerja maka ceritakan setidaknya beberapa hal berikut: pendidikan, pengalaman organisasi (jika anda seorang fresh graduate), pengalaman kerja terakhir, dan minat anda. Filosofinya mudah saja, sebelum berupaya memasuki sebuah sistem baru anda harus memiliki identitas diri supaya terlihat, dikenal, dan tidak lebur lantas menghilang bersama arus yang ada.

Apa yang Anda Ketahui tentang Perusahaan Kami?

Pertanyaan ini agaklah tricky. Di mana letak tricky-nya? Berikut penjelasan kami. Pertama-tama, pertanyaan itu untuk melihat apakah anda benar-benar berniat untuk bekerja pada perusahaan tersebut atau tidak. Kalau memang berniat, maka sudah sewajarnya seseorang akan sedikit riset untuk mengenal secara garis besar perusahaan ini bergerak di bidang apa, memproduksi apa, reputasi, sejarah, target pasar, hingga visi dan misi perusahaan. Setelah mereka tahu bahwa anda sudah berniat dan melakukan upaya untuk sekadar mencari tahu, lantas mereka juga mengharapkan jawaban lain yaitu: mendiskusikan produk, pelayanan, atau reputasi perusahaan di mata masyarakat. Lebih bagus kalau anda mengidentifikasi sebuah masalah yang relevan dengan posisi yang anda lamar, kemudian anda coba mengajukan solusinya berdasarkan gagasan anda.

Namun berhati-hatilah untuk menjawab pertanyaan ini. Kendati barangkali anda tahu banyak soal perusahaan, janganlah berlagak tahu segalanya soal seluk beluk perusahaan ini. Apalagi jika informasi itu hanya anda dapatkan dari sumber yang tidak kredibel, atau dari informasi yang tidak ter-update dengan baik. Alih-alih memunculkan kesan yang baik, anda justru bisa dianggap gegabah karena teledor dalam mencari informasi awal.

Apa yang Anda Ketahui tentang Pekerjaan Ini?

Anda tidak boleh hanya ingin bekerja di bidang A saja, anda harus tahu bidang A itu apa dan bagaimana. | via gluedtoafrenchpost.blogspot.com

Hampir mirip dengan pertanyaan sebelumnya. Anda tidak diharapkan datang dalam proses wawancara dengan kepala kosong; sama sekali tidak mengerti gambaran tentang pekerjaan yang akan anda lakukan dalam perusahaan tersebut. Bila memungkinkan sebutkan dengan detil apa yang anda prediksi akan lakukan setelah berada di posisi tersebut. Tentu saja jawaban ini akan semakin baik apabila anda sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya pada bidang yang sama atau terkait. Tunjukkan bahwa anda menyenangi jenis pekerjaan ini, berikut dengan tugas-tugas yang harus anda selesaikan. Namun anda tidak harus men”dewa”kan pekerjaan tersebut supaya mendapat kesan baik di mata pewawancara. Tipsnya adalah sebutkan tiga hal yang menarik minat anda dari pekerjaan ini, hubungkan dengan pengalaman-pengalaman yang telah anda lakukan. Lantas tuliskan satu saja hal yang tidak menarik, tetapi sebenarnya masih bisa ditangani. Hal ini akan menimbulkan kesan lebih baik karena anda melihat dari kedua sisi.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Diri Anda?

Dari sekian banyak pertanyaan yang mungkin diberikan kepada anda, ini dianggap sebagai pertanyaan paling tricky. Anda benar-benar diharapkan cerdas untuk menjawab pertanyaan ini. Filosofinya adalah untuk menjawab pertanyaan tersebut anda memang harus bisa melakukan refleksi, melihat ke dalam diri sendiri untuk menentukan apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan diri anda. Maka untuk menjawab pertanyaan ini kami memiliki beberapa tips. Pertama, jangan pernah merasa sombong ketika harus menjawab pertanyaan ini. Jawab saja seobjektif mungkin apa saja yang memang anda merasa baik ketika harus melakukan.

Kedua, pilihlah kata yang bisa bersayap. Misalnya, anda menyebutkan diri anda ambisius. Sifat ini bisa dimaknai positif atau negatif, bergantung pada penjelasan anda berikutnya. “Saya ambisius, akan melakukan apapun untuk meraih impian saya.” Tetapi juga bisa “Saya ambisius, saya punya daya juang tinggi lewat ketekunan untuk meraih impian.”

Ketiga, setelah anda menyebutkan keterbatasan diri anda, sebutkan juga upaya yang sudah anda lakukan untuk membuat kekurangan tersebut membuat anda menjadi gagal. Atau setidaknya sebutkan gagasan atau ide anda agar kekurangan tersebut bisa diatasi.

Mengapa Anda Merasa Pantas Berada pada Posisi Ini?

Barangkali anda agak tertekan dengan pertanyaan seperti ini, karena seakan mengandung struktur kuasa di dalamnya. Anda adalah pemohon dan mereka adalah pihak yang menentukan apakah permohonan ini diterima atau tidak. Tapi jangan khawatir, tidak selamanya demikian, bisa jadi ini untuk mengetes mental anda. Perusahaan itu bisa jadi sangat menginginkan anda ketika melihat CV anda, tetapi mereka ingin tahu seberapa besar anda menilai diri anda sendiri.

Pengalaman Bekerja atau Berorganisasi Apa yang Relevan dengan Pekerjaan Ini?

Pertanyaan ini seringkali jadi momok bagi mereka yang jenis pekerjaan sebelumnya tidak relevan dengan pekerjaan yang akan mereka lamar. Atau bagi fresh graduate, pertanyaan ini adalah momok bagi mereka yang ketika kuliah tidak mengambil pekerjaan paruh waktu, atau tidak pernah magang kerja, atau tidak pernah ikut organisasi satupun. Kesulitan akan mendatangi anda-anda yang disebutkan di atas. Namun trik terbaik untuk menjawab pertanyaan ini adalah tunjukkan pengalaman anda yang relevan dengan posisi yang anda lamar. Ceritakan bahwa pengalaman tersebut membekali anda sehingga anda percaya diri untuk melamar posisi ini.

Namun bagi mereka yang sudah berpengalaman tentu menjawab pertanyaan ini menjadi lebih percaya diri, karena anda sudah mengalami secara langsung. Namun bersiaplah untuk menganalisa dan menjawab pertanyaan lebih detil yang kemungkinan besar diajukan kepada anda. Tentu saja mereka ingin tahu lebih banyak soal bagaimana anda bekerja pada pekerjaan sebelumnya.

Ceritakan Kepada Kami Pengalaman Anda Ketika Berkonflik dan Menyelesaikan Masalah!

Berkonflik adalah hal alamiah, tetapi harus diatasi supaya tetap terjaga produktivitas anda dan team anda. | via www.integra-leadership.com

Sebuah perusahaan memiliki visi dan misi yang satu, tetapi menyatukan perbedaan pandangan personal di antara setiap karyawan bukanlah hal yang mudah. Mulai dari hal kecil seperti kebiasaan kecil hingga pandangan bisnis, semua itu bisa memacu timbulnya konflik yang seringkali tidak produktif. Pengalaman anda dalam menghadapi konflik itu penting karena mereka bisa melihat apakah anda termasuk orang yang tepat untuk bekerja atau tidak. Ceritakan dengan diplomatis bahwa anda tidak selalu menang dalam berkonflik, kadang kalah/mengalah, atau ceritakan bahwa konflik dalam pandangan anda bukanlah soal menang atau kalah. Perusahaan tentu mencari seseorang yang mampu mengendalikan egonya dan punya pandangan untuk mencapai rekonsiliasi pada tiap konflik yang pernah dihadapinya.

Mengapa Anda Keluar dari Pekerjaan atau Kantor Sebelumnya?

Ceritakan saja sejujurnya mengapa anda keluar dari pekerjaan tersebut. Ceritakanlah secara singkat dan jelas. Trik untuk menjawab pertanyaan ini adalah arahkan jawaban anda pada hal-hal makro, kendati itu bersifat personal. Misalnya, anda memegang ideologi atau keyakinan tertentu yang ternyata tidak sejalan dengan yang dicanangkan perusahaan. Sebisa mungkin hindari anda bercerita mengenai konflik pribadi anda, baik dengan rekan atau atasan, kendati anda memilikinya.

Bagaimana Pendapat Anda tentang Pimpinan atau Perusahaan Tempat Anda Bekerja Sebelum Ini?

Satu hal penting dari jawaban atas pertanyaan ini: jangan menjelek-jelekkan pimpinan atau perusahaan anda. Ini adalah etika anda, bagaimanapun anda pernah menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Tunjukkan kelebihan dan pengalaman baik yang anda dapatkan ketika bekerja di sana. Bila memang sangat perlu menunjukkan kekurangan, jawablah dengan diplomatis bahwa misalnya kekurangan itu muncul memang karena situasi di luar kantor yang berubah dengan drastis, sehingga kantor tidak sempat memikirkan solusi yang paling baik untuk semua pihak, dan sebagainya.

Apa yang Dapat Anda Berikan Kepada Kami?

Ini penting untuk anda jawab dengan jelas. Artinya anda punya potensi, dan anda punya visi akan pekerjaan yang anda lakukan untuk perusahaan ini. Misalnya anda punya kemampuan A, punya gagasan B, punya minat yang besar pada C, dan semuanya itu akan memperbaiki perusahaan dari sisi yang terkait. Bahkan ada pengusaha besar yang bercerita bahwa ini adalah satu-satunya pertanyaan yang dia ajukan kepada wawancara, meski agak dimodifikasi sedikit. Pertanyaannya adalah “Berapa persen peningkatan keuntungan perusahaan yang anda janjikan setelah anda setahun bekerja di sini?”

Apa Cita-Cita atau Target Jangka Panjang Anda?

Ini pertanyaan yang agak menjebak. Bila anda ingin bersekolah lagi, atau anda ingin membuka usaha sendiri, sebaiknya jawablah dengan berhati-hati. Jawaban tersebut akan menunjukkan seberapa besar loyalitas anda kepada perusahaan; seberapa kuat anda fokus bekerja pada pekerjaan yang diberikan; serta berapa lama anda akan berada di perusahaan tersebut. Pasalnya perusahaan pasti menginginkan seseorang berpotensi yang bisa dikader sejak dini untuk menjadi pimpinan perusahaan.

Apakah Ada Pertanyaan?

Biasanya ini pertanyaan penutup. Harapannya adalah anda menanyakan mengenai sesuatu terkait dengan perusahaan atau peraturan perusahaan. Hal ini menunjukkan minat anda untuk mencari tahu mengenai perusahaan tersebut. Selain itu bertanya adalah tanda bahwa anda antusiasme anda untuk bergabung.

Itu tadi beberapa pertanyaan yang seringkali diajukan oleh pewawancara. Simpan baik-baik tips dan triknya, semoga sangat membantu anda untuk merasa tenang ketika menjawab pertanyaan. Salam sukses!

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *