Trik Menjalankan Bisnis Dengan Sukses Bersama Pasangan (1)

Usaha dapat dijalankan sendiri atau bersama keluarga tetapi dapat juga bersama pasangan kita lho. Ternyata menjalankan usaha bersama pasangan mempunyai banyak sekali kelebihan diantaranya dapat mengatur bisnis secara bersama-sama sehingga segala masalah tidak hanya ditanggung sendiri.

Banyak pasangan suami-istri yang pernah meraih kesuksesan berbisnis diantaranyaMurdaya Poo danHartati Murdaya. Mereka berdua adalah salah satu dari 40 pengusaha sukses di indonesia yang dinilai oleh majalah Forbes pada tahun 2012 lalu. Murdaya Poo menjadi seorang suami yang beruntung karena didukung juga oleh istrinya Hartati Murdaya dalam berbisnis. Awal mulanya bisnis yang dijalankan oleh mereka hanya berada di bidangkelistrikan dan genset. Namun lama kelamaan bisnis yang mereka geluti sangat sukses yang akhirnya membangun beberapa perusahaan di bidang lainnya.

Salah satu yang dapat kita pelajari dari mereka adalah mereka sukses karena adanya dorongan dan semangat dari pasangan masing-masing. Perusahaan yang mereka bangun juga merupakan bukti bahwa berbisnis bersama pasangan akan mempererat hubungan antar pasangan.Tetapi meskipun menjalankan bisnis bersama pasangan sangat mengasyikkan, ada baiknya juga kita memperhatikan beberapa hal sebelum memulai bisnis bersama pasangan.

1. Rencana bisnis yang sama

Ada baiknya sebelum memulai bisnis, anda bersama pasangan anda memikirkan rencana bisnis apa yang akan dijalankan. Masing-masing pasangan dapat mengungkapkan idenya masing-masing kemudian bersama-sama membicarakannya.

Ketika membicarakan rencana bisnis, baik sang istri atau suami harus sepakat menjalankan ide yang sama. Tidak boleh salah satu yang lebih mementingkan diri sendiri. Misalnya sang istri mempunyai ide bisnis kuliner masakan jepang namun suami tidak menyukai dan sreg di bidang itu. Nah, sang istri tidak boleh memaksakan keinginannya.

Setiap orang pastinya mengingkan bisnisnya berjalan panjang oleh karena itu pasangan juga harus mempunyai rencana yang sama. Bisnis harus dikelola bersama-sama karena kalian berdua adalah poin penting untuk mengukir masa depan yang indah.

2. Memisahkan cinta dari bisnis

Terkadang masalah akan muncul ketika berbisnis namun cinta dapat menjadi penghalang juga. Meskipun ini bisnis milik bersama ketika muncul konflik, anda tetap harus mengesampingkan cinta anda juga terhadap pasangan.

Saya mengerti anda sangat mencintai pasangan anda namun ketika memutuskan sesuatu tidak diperkenankan membawa cinta ke dalamnya. Anda tidak boleh mengiyakan setiap keputusan pasangan anda tanpa anda telusuri terlebih dahulu. Pasangan anda juga adalah mitra bisnis anda jadi pakailah logika juga ketika memutuskan segala masalah. Pikiran yang jernih sangat diperlukan ketika mengambil keputusan secara bersama.

Ketika sedang berkencan atau makan malam bersama, hindarilah membicarakan bisnis bersama pasangan. Ada saatnya anda bekerja, namun ada waktunya juga anda bersantai sejenak bersama pasangan. Anda tidak mau kan hidup anda hanya dipenuhi dengan bekerja? Bahkan saat tidur bersama pun, pasangan anda hanya membicarakan uang dan uang.

Lebih baik lagi anda mengatur kegiatan bekerja bersama pasangan. Bersama pasangandapat mengelola bisnis di kantor saja sehingga menghindari konflik dalam rumah tangga.

3. Pembagian tugas dan hasil yang adil

Pembagian tugas atau deskripsi kerja juga harus adil lho. Bukan berarti semua hal harus dikerjakan oleh suami atau istri. Dari awal menjalankan bisnis, tuliskanlah bersama-sama pembagian tugas masing-masing. Jalani semua tugas dengan penuh tanggung jawab.

Memang biasanya pasangan harus saling bergantung dan saling menolong. Namun salah jika menjadi pribadi yang tidak mandiri dan menyusahkan pasangan anda. Cekcok juga dapat timbul jika masalah pembagian tidak seimbang oleh karena itu dari awal bicarakan juga mengenai sistem keuangan di perusahaan. Jika anda pasangan yang baik, pasti setiap masalah akan teratasi bersama.

 

 

 

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *