Tips Sukses Wawancara Kerja

Salah satu tahapan seleksi yang harus dihadapi para pencari kerja agar bisa memperoleh pekerjaan yang diinginkan adalah wawancara. Wawancara biasanya dilakukan setelah calon karyawan lolos seleksi administrasi, dan lolos psikotes. Meski begitu, ada pula perusahaan yang mewawancara dulu calon karyawannya sebelum memberikan psikotes. Tahapan wawancara bisa jadi merupakan momen paling mendebarkan dalam keseluruhan tahapan seleksi. Agar bisa melewati tahapan wawancara kerja dengan sukses, beberapa tips di bawah ini mungkin bisa sangat membantu.

Persiapan Sebelum Wawancara

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebelum Anda berangkat dan memulai wawancara Anda. Berikut yang dapat Anda siapkan terlebih dahulu.

Menyelidiki Profil Perusahaan

Sebaiknya, sebelum mengikuti wawancara, Anda mencari tahu profil perusahaan tempat Anda melamar. Tiap perusahaan memiliki visi dan misi yang menjadi spirit dan kekhasan perusahaan tersebut. Ada baiknya Anda memahami dulu visi dan misi perusahaan, bagaimana sejarah berdirinya, target konsumen atau nasabahnya, serta rencana-rencana ke depan perusahaan ini. Hal ini meningkatkan peluang Anda untuk diterima sebab jawaban Anda sesuai dan selaras dengan semangat yang dikembangkan di perusahaan. Cara termudah? Klik nama perusahaan Anda di mesin pencari, lalu carilah website atau berbagai informasi terkait perusahaan di tempat Anda melamar.

Persiapkan Mental

Persiapan mental sangatlah penting untuk menghadapi wawancara. Jaga kepercayaan diri Anda supaya jangan sampai menguap di depan orang yang mewawancara Anda. Tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda berharga, mampu, dan kompeten untuk posisi yang Anda lamar.

Menambah Pengetahuan

Segarkan lagi ingatan Anda dengan pengetahuan yang dibutuhkan dalam posisi yang Anda lamar. Jika Anda melamar sebagai staf personalia, baca-baca lagi berbagai artikel dan pengetahuan mengenai pengelolaan SDM, seperti seleksi karyawan, manajemen kinerja yang baik untuk karyawan, evaluasi kinerja yang sesuai, dan bahkan sistem penggajian. Jangan sampai Anda terlihat tidak mampu dan tidak menguasai bidang kerja di posisi yang Anda lamar.

Mempersiapkan Penampilan

Persiapkan baju yang akan Anda kenakan di hari wawancara Anda. Sesuaikan baju Anda dengan karakter dan tuntutan di perusahaan tersebut. Jangan mengenakan baju yang terkesanrempong, atau terlihat rumit, berlebihan, terlalu seksi dan terbuka, atau ramai dan norak. Berilah tampilan yang rapi, praktis, profesional, dan sesuai dengan karakter Anda.

Pastikan pula Anda mengenakan sepatu yang nyaman supaya Anda percaya diri dalam melangkah. Jika Anda perempuan, jangan mengenakan sepatu hak tinggi jika Anda tidak biasa mengenakannya. Salah-salah cara jalan Anda akan terlihat aneh atau bahkan terjatuh dari sepatu Anda. Jika Anda laki-laki, pilih sepatu yang nyaman dan jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu supaya tidak terlihat dekil.

Terkadang, Anda harus menunggu lama sebelum tiba giliran Anda untuk masuk ruang wawancara. Untuk itu, kendalikan bau badan Anda! Kenakan deodoran supaya bau badan Anda terjaga. Kalau ada, kenakan pula wewangian. Selain bau badan, jangan lupa juga untuk menjaga bau mulut Anda. Pastikan Anda cukup minum dan makan. Kalau perlu gunakan permen penyegar nafas supaya nafas Anda segar. Jangan sampai bau badan dan bau mulut Anda menimbulkan kesan negatif di benak pewawancara.

Datang Lebih Awal

Datanglah lebih awal dari jam yang telah ditentukan oleh pewawancara Anda. Lebih baik Anda yang menunggu daripada Anda datang terlambat sebab keterlambatan mengurangi kesan baik dari diri Anda. Selain itu, dengan datang lebih awal Anda memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Anda bisa ke toilet untuk mengecek kerapian penampilan Anda, seperti tatanan rambut, mungkin juga riasan wajah, baju, sepatu, dan sebagainya. Waktu tersebut juga dapat Anda manfaatkan untuk menenangkan diri, dan beradaptasi dengan keadaan sekitar supaya Anda tidak tegang.

Adakalanya karena satu dan lain hal yang terjadi di luar kendali Anda, Anda mungkin datang terlambat. Segera setelah Anda melihat kemungkinan ini, hubungi dan kabarkan keterlambatan Anda pada pewawancara atau orang yang mengatur wawancara Anda. Katakanlah maaf, sampaikan alasan keterlambatan, dan berilah informasi berapa menit kira-kira keterlambatan Anda.

Sikap yang Baik Saat Wawancara

Dalam proses wawancara, sebenarnya pewawancara ingin lebih menggali mengenai diri dan kemampuan Anda secara langsung. Wawancara juga digunakan untuk melihat kesesuaian dengan data dari CV serta hasil psikotes. Oleh karena itu biasanya CV dan hasil psikotes digunakan sebagai panduan wawancara. Oleh karena itu, pembawaan diri Anda menjadi penting dalam proses wawancara.

Bersikap Sopan untuk Membuka Wawancara

Ucapkan salam bagi pewawancara ketika Anda memasuki ruangannya. Jika memungkinkan, jabat tangan pewawancara Anda. Hal ini penting untuk Anda lakukan demi menjaga kesopanan Anda. Duduklah ketika pewawancara sudah mempersilahkan Anda duduk di tempat yang sudah mereka sediakan. Atur posisi duduk Anda supaya nyaman, dan jaga posisi Anda supaya tetap sopan.

Senyum dan Sikap Ramah

Senyum yang tulus akan menjadi pembuka yang baik dalam wawancara Anda. Oleh karena itu, berilah senyum terbaik Anda. Tunjukkan pula sikap yang ramah dan terbuka. Dengan membuka diri, pewawancara dapat lebih mengenal dan memahami Anda. Keterbukaan diri juga membuat pewawancara lebih akurat dalam membuat penilaian tentang Anda.

Bicara dengan jelas

Bicaralah dengan jelas. Gunakan intonasi yang nyaman di telinga. Atur pula volume suara Anda, jangan terlalu lirih sehingga susah didengar, atau terlalu keras dan memekakkan. Gunakan artikulasi yang baik sehingga apa yang Anda sampaikan akan dengan mudah dipahami oleh pewawancara.

Tunjukkan Keinginan Anda untuk Bergabung di Perusahaan Tersebut

Berilah kesan yang baik pada pewawancara. Tunjukkan bahwa Anda ingin bergabung dan berkontribusi bagi perusahaan ini. Tampakkan niat dan kesungguhan Anda lewat jawaban-jawaban yang Anda berikan pada pewawancara. Sebab, meskipun secara keseluruhan Anda mendapat penilaian yang baik, pewawancara akan merasa berat untuk meloloskan Anda jika Anda terkesan tidak niat dan tidak termotivasi.

Tunjukkan Kelebihan Anda

Dalam jawaban-jawaban yang Anda berikan pada pewawancara, beri penekanan pada kelebihan yang Anda miliki. Kelebihan Anda akan menjadi poin tambahan dalam penilaian, dan mungkin akan membuat Anda lebih unggul dibandingkan dengan kandidat lain. Kelebihan yang dapat Anda tampilkan misalnya keterampilan Anda dalam berorganisasi, pengalaman Anda di tempat kerja sebelumnya, atau keterampilan interpersonal seperti terampil bernegosiasi dan sebagainya.

Berkata Jujur dan Kendalikan Diri

Sedapat mungkin jujurlah dalam menjawab pertanyaan. Pewawancara biasanya orang yang sudah berpengalaman sehingga mereka tahu ketika Anda berbohong. Kendalikan pula diri Anda. Terkadang, pewawancara menampilkan diri sangat galak, atau sangat lemah, untuk melihat sikap Anda. Bisa jadi Anda mudah goyah di bawah tekanan, atau justru sombong dan sok tahu di depan orang yang Anda nilai lebih lemah dari diri Anda.

Menutup Wawancara dengan Baik

Ucapkan terima kasih pada pewawancara atas kesempatan yang Anda peroleh. Sampaikan besarnya harapan Anda untuk dapat bergabung dengan perusahaan tersebut. Tanyakan mengenai cara Anda memperoleh informasi mengenai kelanjutan dari wawancara ini. Tutuplah wawancara yang Anda lakukan dengan meninggalkan kesan yang baik.

Inilah beberapa tips yang dapat dilakukan dalam proses wawancara. Ingatlah bahwa proses seleksi karyawan seperti mencari anak kunci yang tepat untuk lubang pintu yang tepat. Jika Anda kemudian tidak lolos dalam tahapan ini, jangan berkecil hati. Sebab bukan berarti Anda jelek. Hanya saja perusahaan tersebut bukanlah lubang pintu yang pas untuk Anda. Tetap semangat!