Tips Menghadapi Bos Di Tempat Kerja

Anda patut bersyukur ketika mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan, terlebih jika pekerjaan tersebut adalah pekerjaan impian Anda. Namun, tentu saja didalam bekerja sama seperti menghadapi kehidupan sehari-hari yang tidak selalu berada pada tempatnya melainkan selalu mengalami fluktuasi baik yang signifikan maupun yang biasa saja. Kadang ada dibawah dan kadang diatas. Semuanya tidak ada yang sempurna pastinya. Ada kalanya bos Anda baik, rekan kerja Anda ada yang bermasalah. Bos baik, rekan kerja tak ada masalah, terkadang ada masalah dipekerjaan yang menyulitkan dan menguras pemikiran atau tenaga Anda. Dan, ada juga rekan kerja tak bermasalah, kerjaan termasuk bisa di-handle tapi bos Anda termasuk menyulitkan untuk dihadapi.

Nah, ketika Anda menghadapi salah satu masalah diatas, tentu saja butuh penyelesaian yang berbeda sesuai dengan akar permasalahannya agar tidak terjadi pemborosan energi ketika melakukan kesalahan dalam sesuatu yang ternyata tidak ada masalah. Sedangkan masalah sebenarnya semakin menggunung dan diprediksikan akan menyebabkan masalah lain. Berikut beberapa tips untuk menghadapi bos Anda di tempat kerja, dengan maksud agar terjalin hubungan yang baik antara anggota perusahaan sehingga energi Anda benar-benar dihabiskan untuk memikirkan bagaimana perusahaan mendapat keuntungan, bukan malah stres menghadapi perasaan lain terhadap bos Anda.

Carilah sebanyak-banyaknya referensi. Berbagai referensi baik referensi tentang bagaimana menghadapi bos Anda tersebut baik dari berbagai sumber mulai dari referensi yang didapat dari buku, internet hingga bertanya pada senior Anda yang pernah berhadapan dengan bos yang satu tipe dengan bos Anda baik yang bekerja pada satu perusahaan maupun yang bekerja pada perusahaan lain. Dengan banyakny referensi yang Anda dapat, Anda akan lebih tahu tentang harus bagaimana menghadapi bos Anda dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi kesalahan dan menciptakan masalah baru ketika menghadapi bos Anda.

Sebelum mencoba mengatasi bos yang memang menyulitkan, cari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan prilaku buruknya seperti itu. Apakah karena memang sifatnya ataukah karena anak buah yang terlalu menyulitkannya. Caranya, perhatikan sikap bos selama beberapa hari, apa yang membuatnya bisa mengatasi masalah dengan baik atau kapan dan bagaimana ketika tidak dapat menguasai keadaan dan bersikap buruk. Ketika dia melakukan hal yang buruk, bayangkan dan carilah beberapa alasan yang bisa memaafkannya. Apakah hal tersebut terjadi karena kesalahannya atau sesuatu yang diluar kontrolnya.

Seburuk appaun sikap bos, hindari saja agar tidak mempengaruhi produktivitas kerja. Satu hal yang diingat adalah selalu bekerja dengan maksimal sehingga para pimpinan yang lain di perusahaan pun akan memberikan penilaian yang baik. Jangan sampai memperlihatkan produktivitas yang menurun atau bekerja lebih lambat. Hal tersebut justru akan mendekatkan pada hal-hal yang bisa dijadikan alasan bos untuk mengeluarkan dari pekerjaan.

Berinisiatif seperti halnya pepatah “sedia payung sebelum hujan”. Ketika menghadapi bos yang menyulitkan ini, cara yang handala adalah menghadapinya dengan selalu siap mengantisipasi dan inisiatif. Misalnya, sudah menyiapkan berkas atau menyelesaikan pekerjaan sebelum diminta. Selalu siap sedia akan membuatnya tidak memiliki alasan apapun dan bisa menganggap bahwa karyawannya bertanggung jawab.

Menghadapi konflik? Berfikir sebelum bertindak. Terkadang waktu yang bisa membuat segala kemungkinan bisa terjadi ketika memiliki konflik dengan bos.  Lebih baik menunggu untuk menjadi lebih baik daripada mengkonfrontasi situasi yang dihadapi. Perhatikan saat yang tepat untuk berbicara, apakah dia sedang dalam keadaan baik  atau sedang bermasalah.

Ketika semua telah Anda coba tetapi masalah tetap saja terjadi bahkan lebih buruk dan berpengaruh pada psikologi terutama psikologi pekerjaan Anda, sebaiknya Anda segera mencari perusahaan baru dan keluar dari perusahaan tersebut. Usahakan ketika proses wawancara dengan perusahaan baru maka lakukanlah penelitian sebanyak mungkin agar mampu menguasai keadaan. Berkenalan dan akrab dengan  teman kantor baru dengan makan siang bersama juga dapat membuat kita memahami bagaimana budaya kantor baru. Dan juga mengetahui sebanyak mungkin seperti apa bos yang kita hadapi tanpa membuatnya terkesan menakutkan agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan bos baru seperti yang terjadi pada perusahaan sebelumnya.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *