Tips Memiliki Dana Cadangan

Dana cadangan atau sering kita kenal juga dengan dana darurat tentu idealnya dimiliki oleh semua orang. Dana cadangan ini harusnya berbeda dengan tabungan biasa yang notabenenya bisa diambil kapan saja. Dana cadangan haruslah ditahan untuk tidak bisa digunakan sama sekali apalagi untuk kepentingan yang sebenarnya bisa ditunda. Karena pada dasarnya, dana cadangan adalah dana yang bisa digunakan ketika memang diperlukan ketika terjadi sesuatu diluar rencana. Ketika menabung secara reguler saja susah, apalagi untuk menabung dengan tujuan dana darurat ini? Hal tersebut merupakan masalah yang sering ditemui masyarakat. Nah, untuk itu berikut adalah beberapa tips agar Anda bisa memiliki dana cadangan.

Sebelumnya, perlu diketahui besaran ideal yang harusnya dimiliki seseorang sehingga dana tersebut disebut dengan dana cadangan. Adapun jumlah dana cadangan yang idealnya harus dimiliki adalah sekitar 3 s/d 6 bulan besarnya biaya hidup Anda dalam 1 bulan. Misalnya dalam 1 bulan penghasilan Anda sebesar Rp 3 juta, dan pengeluarannya sebesar Rp 2 juta per bulan. Jadi dana cadangan yang dibutuhkan besarnya sekitar 3 s/d 6 bulan pengeluaran Anda, sehingga dapat dikira-kirakan Anda harus memiliki dana cadangan sebesar Ep 6 s/d 12 Juta di rekening terpisah Anda.

Bagaimana dengan Anda yang memiliki pendapatan tidak menentu tiap bulannya? Misalnya pengusaha (memilki usaha sendiri). bagi Anda yang memiliki pendapatan yang tidak bisa diprediksikan, dana cadangan yang disarankan kira-kira sebesar 12 bulan pengeluaran. Jika pengeluaran bulanan sebesar Rp 2 Juta, maka Anda harus memilki Rp 24 Juta di rekening terpisah.

Untuk Anda yang hingga saat ini belum memiliki dana cadangan, berikut tipsnya.

Mengurangi sifat konsumtif

Artinya, Anda haruslah bisa menahan diri untuk tidak belanja hal yang kepentingannya bisa ditunda. Kurangi makan diluar, belanja barang bermerk terlalu sering, mengganti gadget yang masih bisa digunakan. Cukupkan keuangan yang Anda miliki. Jangan pernah melebihi dari batas kemampuan Anda apalagi sampai hutang. Hidup dengan pengeluaran sedikit justru lebih menjamin keamanan dan stabilitas keuangan Anda. Anda bisa melakukannya dengan cara menghentikan ketergantungan dengan kartu kredit untuk berbagai hal kecuali untuk hal yang sangat darurat. Jika setiap bulannya bisa disiplin menyisihkan uang, lama kelamaan akanterkumpul dana cadangan yang lumayan banyak. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit kan?

Amati pergerakan keuangan Anda

Sudahkan Anda mengatur budget, mengawasi penerimaan dan menelusuri pendapatan Anda tiap harinya? Jika menulis di kertas secara manual merepotkan Anda, saat ini sudah tersedia banyak aplikasi keuangan yang bisa di download lewat smartphone dari Google Play Store, App Store, dll. Tinggal pilih saja aplikasi yang paling cocok bagi Anda. Dengan Anda memahami pengeluaran tetap per bulannya, Anda jadi tahu berapa yang bisa disisihkan untuk dana cadangan.

Gunakan tabungan agresif

Apa itu tabungan agresif? Artinya Anda memiliki tabungan auto debet di mana ada dana yang dipotong setiap bulannya dan masuk ke rekening khusus untuk tabungan secara otomatis atau dalam hal ini secara paksa. Dalam hal ini Anda harus persiapkan sebelumnya dan sepakati dananya dengan bank yang bersangkutan. Atau jika hal tersebut terlalu ribet, Anda bisa menggunakan satu tabungan terpisah yang jarang Anda gunakan untuk transaksi sehari-hari untuk dijadikan rekening yang akan Anda transfer tiap bulannya.

Cari sumber lain selain pendapatan utama Anda

Coba Anda sepintar mungkin mencari sumber pendapatan lain selain pendapatan utama Anda saat ini. Jika tidak bisa membuka usaha sendiri, Anda bisa mencoba berinvestasi pada reksadana misalnya. Jika Anda kurang mengerti dan kurang yakin terhadap reksadana Anda bisa mencoba investasi melalui emas, properti, atau hal lain yang paling cocok dengan Anda.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *