Tips Jadi Karyawan Impian Atasan

Melakukan yang terbaik sebisa mungkin sudah menjadi kewajiban setiap orang. Terutama pada apa yang dikerjakan setiap harinya dengan maksud memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti yang kita ketahui, memenuhi kebutuhan hidup bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Yang paling general adalah antara menjadi karyawan di perusahaan orang lain dan membuka lapangan usaha sendiri. Kedunya, jika dilakukan secara sepenuh hati tentu akan membawa kita kepada kesuksesan yang selalu menjadi mimpi setiap orang.

Jika kita ternyata berada pada posisi dimana kita harus bekerja pada perusahaan orang lain, tentu saja kita juga harus melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dengan sebaik mungkin. Bahkan kita bisa memperlakukan perusahaan tersebut layaknya milik sendiri dalam kawasan yang wajar. Nah, ada baiknya jika kita bekerja sebaik mungkin hingga menjadi karyawan impian setiap bos dimanapun. Tanpa harus menjadi orang yang pada akhirnya dianggap sebagai ‘penjilat’. Berikut tipsnya :

1. Kenali Atasan Anda Lebih Detail

Anda tidak dapat membuat hidup bos Anda lebih mudah jika Anda tidak mengerti bagaimana biasanya dia bekerja. Jadi, langkah pertama Anda adalah untuk mencari tahu apa yang dia butuhkan dari Anda-dan bagaimana Anda harus menyampaikannya. Apakah dia lebih suka update disampaikan dalam bentuk tertulis atau lisan? Spreadsheets atau slide PowerPoint? Apakah dia ingin informasi yang disampaikan melalui email, selama pertemuan tim, atau cukup melalui pesan suara? Mengenal atasan Anda dengan baik dan preferensi lain yang tentunya hal positif mengenai pekerjaan yang Anda geluti tentu akan membantu Anda memberikan informasi yang ia butuhkan, cara dia membutuhkannya.

2. Ketahui Tujuan Atasan Anda

Sebagai seorang karyawan, Anda mungkin begitu terfokus pada tujuan Anda sendiri dan terkadang lupa bahwa Anda ada berada diperusahaan tersebut untuk sekaligus mendukung manajer Anda mencapai tujuan-tujuannya. Sehingga, jadikanlah hal tersebut menjadi pekerjaan Anda, dimana Anda harus mengetahui tujuan, angka, berbagai projek, dan hal lain yang akan sangat mendukung pekerjaan atasan Anda. Hal sederhana tetapi sebenarnya kompleks ini akan sangat membantu Anda dan atasan bekerjasama lebih baik.

3. Jangan Buat Atasan Anda Terkejut

Singkatnya : no surprise. Gunakan hierarki yang ada di perusahaan tersebut sebijak mungkin. Apalagi jika suatu masalah tersebut merupakan masalah yang sensitif, dimana atasan Anda seharusnya tahu. Jangan sampai atasan Anda merasa sampai dikejutkan karena keputusan sembrono yang Anda buat. Jika sampai hal tersebut terjadi, Anda sendiri harus siap dengan konsekuensi yang mungkin terjadi dan atasan Andapun mungkin tidak akan senang akan hal tersebut. Bersiaplah juga untuk kemudian jauh dengan atasan Anda.

4. Jangan Terlalu Berharap Atasan Akan Selalu ‘Menyuapi’ Anda

Seperti halnya ketika berada dalam masa kuliah yang mengaruskan para mahasiswa untuk lebih inisiatif, dimana masa tersebut sedikit berbeda dengan masa saat bersekolah yang membuat guru lebih intens ‘menyuapi’ muridnya. Sama halnya ketika bekerja. Pada awal masuk kerja, mungkin hal ‘disuapi’ tersebut mungkin saja hal biasa. Tetapi jika kurun waktu Anda bekerja sudah cukup lama dan Anda belum memiliki inisiatif yang bijak juga, hal tersebut bisa saja berbahaya bagi Anda dan pekerjaan Anda di kantor tersebut. Karena hal yang harus diurusi oleh atasan Anda sangat banyak, bukan hanya mengurusi karyawan yang terus menerus bertanya mengenai pekerjaan tanpa tahu bagaimana berinisiatif.

5. Selesaikan Pekerjaan Tepat Waktu

Apalagi untuk pekerjaan dengan deadline ketat dan penting bagi kelancaran perusahaan. Jangan terbiasa menunda pekerjaan. Ketika atasan Anda menugaskan sesuatu pada Anda, yakinkan pada atasan bahwa Anda bisa mengerjakannya, bukan berkata hal yang kurang meyakinkan seperti ‘kita lihat apa yang bisa saya lakukan pada pekerjaan ini, mudah-mudahan saya bisa’ hal tersebut hanya akan membuat atasan Anda merasa kurang nyaman dan mungkin bertanya-tanya apakah Anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik atau tidak.

Lebih baik jika Anda juga bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut 1 (satu) atau 2 (dua) hari sebelumnya. Just in case terjadi sesuatu yang tidak diinginkan hingga perusahaan bisa mempersiapkan ‘back up plan’ agar rencana tetap dapat berjalan dan keuntungan perusahaan terus mengalir.

6. Tawarkan Solusi yang Terlintas Dibenak Anda

Karyawan yang inisiatif dan menggunakan sikap inisiatif-nya tersebut dengan bijak tentu menjadi impian tiap atasan dimanapun. Apalagi ketika atasan memiliki suatu masalah dan memerlukan masukan dari beberapa orang. Coba tawarkan solusi yang mungkin saat itu terlintas dibenak Anda dan mungkin akan bisa diterima situasi pada saat tersebut. Jangan ragu. Karyawan yang dapat memberikan beberapa referensi terhadap solusi akan suatu masalah akan selalu diperhitungkan keberadaannya.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *