Teori Ekonomi Karl mark

Dalam disiplin ilmu ekonomi, ada berbagai macam teori yang dikembangkan. Mulai dari berbagai tokoh dari zaman ke zaman. Dalam tulisan ini kita akan membahas salah satu teori ekonomi yang dipeloporo karl mark. Mark adalah orang yang dianggap berpengaruh dalam paham sosialis. Dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir ekonomi yang mengaku bahwa, argument Mark sangat dalam dan luas. Teori-teorinya tidak hanya didsaarkan atas pandangan ekonomi saja, tetapi juga melibatkan moral,etika,sosial,politik,sejarah,falsafah dan sebagainya.

Teori Ekonomi Karl mark

Menurut Mark sejarah ilmu ekonomi adalah penekanan pentingnya perjuangan kelas dalam masyakat. Marx menyusun teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial dan sistem politik. Pengikut teori ini disebut marxisme. Penyusunanya dibantu oleh friedrich engels dari pertengahan abad ke -19. Marxisme mencakup materialism dialektis dan materialism. Serta penerapannya pada kehidupan sosial. Teori marxisme bisa didefinisikan sebagai perjuangan buruh untuk menumbangkan kapitalisme, dan menumbuhkan paham sosial (tanpa kelas). Penerapan teori klasik pada tahap awal petumbuhan di Eropa Barat, terutama di Inggris ternyata telah menimbulkan kesenjangan ekonomi.

Baca Juga:

Sumber : http://4.bp.blogspot.com

Kesenjangan ini semakin hari semakin lebar. Khususnya antara kaum kapitalis yang semakin kaya, dan kaum buruh yang semakin miskin. Teori klasik yang menekankan peranan capital beserta akumulasinya dalam pertumbuhan ekonomi. Mendorong para pemilik modal (kapitalis). Memaksimalkan penggunaan modal melalui operasi perusahaan.

Teori alternatifpun harus diterapkan oleh mark. Pokok isi teorinya adalah membela kepentingan para pekerja dan meramalkan runtuhnya sistem kapitalis. Teori ini sering disebut teori sosialis. Dalam perkembangannya melahirkan sistem ekonomi komunis. Kebanyakan dipraktekan dinegara-negara Eropa Timur seperti Uni Sovyet
Menurut Mark pertumbuhan ekonomi melalui lima tahap yaitu;

1. Sosialis (komunal primitif)

Sebagai suatu tatanan masyarakat yang menekankan kepada pentingnya kebersamaan. Berbeda dengan tatanan masyarakat kapitalis primitif yang lebih menonjolkan kepentingan individu. Perekonomian primitif ditandai dengan teknologi. Disebut juga peralatan kerja yang sifatnya masih sederhana. Seperti alat-alat yang berasal dari batu dan sebagainya.

2. Perbudakan

Terbelahnya produsen kedalam dua kelompok. Satu sama lain disamping saling membutuhkan, tetapi dalam prakteknya juga, mempunyai kepentingan yang saling bertentangan.

3. Masyarakat Feodal (tuan tanah)

Kaum bangsawan menguasai alat-alat produksi utama pada waktu itu, yaitu tanah. Hal ini membuat sebagian besar petani tidak memiliki tanah. Sebagian kecil petani hanya memiliki tanah yang luasnya terbatas. Hasil dari tanah itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhannya. Para petani bekerja ditanah yang dimiliki tuan tanah. Baik itu bekerja sebagai buruh maupun penyewa.

4. Masyarakat kapitalis

Masyarakat kapitalis diilhami oleh gagasan Adam Smith. Gagasan ini menggaris bawahi pentingnya peranan kapital dan akumulasi kapital. Dalam pertumbuhan ekonomi lewat peningkatan produktifitas per pekerja. Peningkatan produktifitas per pekerja terjadi karena tambahan kapital. Peningkatan ini membuka peluang untuk mempertajam tingkat spesialisasi dan pembagian kerja (specialization division of labor). Disamping itu faktor lain yang ikut menunjang proses pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith adalah:
a. Kelas kapitalis
b. Kelas buruh

Dalam hubungan ini para kapitalis mempekerjakan kaum buruh. Kaum buruh dalam hal ini mempunyai posisi yang relatif lemah. Terutama karena tidak memiliki alat produksi. Pertentangan kepentingan ini makin lama makin besar. Akhirnya timbul pertarungan diantara keduanya. Mark menyebut pertentangan ini perjuangan kelas.

5. Masyarakat komunal modern

Dalam masyarakat komunal modern. Faktor- faktor produksi adalah milik bersama (social ownership). Berbeda dengan masyarakat komunal primitif. Dalam masyarakat komunal modern alat-alat produksi atau teknologi sudah jauh lebih maju. Dalam sistem ini semua manusia mempunyai peluang yang sama. Yaitu peluang untuk maju pada semua bidang kehidupan. Terutama dalam bidang ekonomi.

Dari kelima tahapan tersebut Mark melihat adanya siklus dalam perkembangan masyarakat. Siklus itu adalah mulai dari masyarakat komunal (primitif) pada tahap pertama, dan berakhir kembali pada masyarakat komunal (modern) pada tahap lima. Dalam pada itu pada tahap kedua, ketiga dan keempat ditandai oleh adanya konflik dan perjuangan kelas diantara kelompok-kelompok yang mempunyai kepentingan yang bertentangan dalam masyarakat yang bersangkutan.

Loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *