Sukses Berdagang dan Berbisnis ala Rasulullah

Banyak dari kita tentu merasa sangat kesulitan dalam mengawali langkah pertama untuk menjadi pebisnis. Alasan klasik yang paling banyak terdengar adalah kendala modal. Padahal uang bukanlah penentu utama sukses tidaknya suatu usaha. Memang jika memiliki modal diawal berbisnis akan lebih mudah dalam menjalankannya, namun bukan berarti yang memiliki keterbatasan modal memiliki tingkat keberhasilan nol persen dalam berbisnis.

Bagi umat muslim tentu nabi yang menjadi panutan adalah nabi Muhammad SAW. Banyak hal yang dapat diteladani dari beliau termasuk ilmu dalam perdagangan.Tahukan kalian jika bisnis yang paling mengutungkan adalah berdagang?. Di usia muda Rasulullah telah menjadi seorang entrepreneur sukses yang tidak dapat diragukan lagi keahliannya. Nah apa saja yang harus kita ketahui dan teladani mengenai perdagangan dari beliau?

Sukses Berdagang

1. Belajar

Langkah nyata pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari ilmu-ilmu tentang perdagangan. Rasulullah sendiri mempelajari berbagai ilmu perdagangan dengan belajar saat membantu paman beliau Abu Thalib saat berusia 12 – 17 tahun. Saat usia beliau 17 tahun barulah memulai usaha perdangannya sendiri. Nah hal yang sama bisa kita lakukan, yaitu menjadi karyawan dan belajar sebanyak-banyaknya dari tempat kita bekerja. Sambil mencari uang kita juga dapat menimba ilmu.

2. Jujur

Gelar Al-Amin tak sembarangan diberikan kepada Rasulullah. Gelar tersebut didapat karena beliau merupakan pedagang yang paling jujur. Karena kejujuran ini jugalah yang membuat wanita paling sukses masa itu yaitu Khodijah menaruh hati kepada beliau dan menjadi isri pertama dari manusia yang paling disayangi Allah ini.

3. Tidak menjelek-jelekkan saingan

Makna dari perdagangan adalah untuk mendapat laba dan juga memuaskan pelanggan, bukan menjatuhkan saingan. Sesungguhnya rejeki seseorang bukankah sudah ada yang mengatur, kenapa harus menjadi penghambat rejeki orang lain?. Naikkan kualitas daganganmu dan biarkan para pelanggan yang akan menilai dan memilih sendiri.

4. Jangan menyimpan ataupun menimbun barang

Pasti tak asing ditelinga kita jika ada kenaikan harga barang atau kelangkaan suatu barang menjadi alasan banyak pedagang yang melakukan penimbunan agar dapat dijual dengan harga yang lebih mahal. Ihtikar atau menimbun barang sangat dilarang oleh agama. Pastikan menjual barang dengan harga yang sama seperti keadaan saat itu juga.

5. Bayar gaji karyawan tepat waktu

Hasil dagangan belum mencapai target ataupun mengalami kerugian bukan alasan untuk menunda upan karyawan. Membayar gaji karyawan sesuai dengan kesepakatan nominal dan waktu merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemilik usaha.

6. Jual produk yang berkualitas

Rasulullah tidak pernah menjual produk cacat dan hanya menjual produk yang berkualitas saja. Beliau juga memilah mana produk unggulan mana produk yang berkualitas menengah dan memberikannya harga yang sesuai dengan keadaan produk.

7. Menghormari pelanggan

Pelanggan merupakan kunci sukses seorang pedagang, bila pelanggan puas tentu saja mereka akan kembali lagi ke padagang yang sama. Dari situlah seharusnya dasar pemilik usaha perlakukan pelanggan dengan baik seperti yang Rasulullah lakukan yaitu memperlakukan pelanggan selayaknya saudaranya sendiri.

8. Jangan lupa ibadah

Yang paling penting tapi sering dilupakan oleh seseorang yang selalu mengejar dunia yaitu ibadah. Memang benar jika berdagang dan mencari uang termasuk ibadah tetapi jangan lupa pula untuk mengutamakan ibadah yang lainnya yakni sholat dan zakat. Sungguh orang yang paling sibuk di dunia adalah orang yang tidak sempat melakukan sholat dan tentu saja itu merupakan kerugian yang paling rugi karena amal pertama yang akan dihisap adalah sholat. Jangan lupakan sedekah karena sebagian rizki kita adalah rizki orang lain. Nah itulah yang dapat kita pelajari untuk menjadi sukses dalam perdagangan tanpa melupakan aturan-aturan agama. Masih banyak lagi yang dapat kita teladani dari Rasulullah dan tentunya itu akan membawa kabaikan kita di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *