Strategi Mewaralabakan Usaha

Mungkin Anda sering melihat jenis olahan makanan yang dijual di Bandung ada juga di kota lain yang kebetulan sedang Anda kunjungi. Dengan merk yang sama, desain sama harga yang sama. Yup. Hal tersebut sering disebut dengan waralaba atau bahasa kerennya frenchise. Melihat hal tersebut, kita terkadang melihat betapa suksesnya orang yang memiliki usaha tersebut karena produknya tersebar dimana-mana. Hingga terpikir untuk membuka usaha baru sejenis dan juga sekaligus membuat usaha baru tersebut sebagai waralaba juga.

Sebenarnya, sebelum Anda berniat mewaralabakan usahaAnda harus mempertimbangkan apakaha produk tersebut memang bisa dan gampang untuk diwaralabakan karena memang jenis produknya yang gampang dibuat dan diduplikasikan oleh orang lain ataukah produk yang Anda miliki tersebut hanya bisa dibuat oleh orang-orang khusus yang spesial bergerak di bidang usaha tersebut? Takutnya nantinya malah merepotkan. Misalnya, Anda saja yang sudah berpengalaman butuh waktu 1 jam untuk mempersiapkannya, apalagi orang yang berniat membeli waralaba Anda yang notabenenya baru saja belajar produk tersebut.

Produk yang bisa diwaralabakan adalah produk yang mudah diproses dan disajikan. Misalnya makanan, yang tidak memerlukan proses berbelit-belit seperti halnya hidangan untuk disajikan kepada raja di kerajaan. Atau jika usaha laundry, idealnya kegiatan sehari-harinya gampang dilakukan dengan menggunakan mesin cuci dan fasilitas lainnya. Tidak dikucek satu persatu menggunakan tangan.

Setelah kemudahan dalam pengolahan tersebut, selanjutnya pengusaha harusnya sadar bahwa produknya yang dibuat simple tersebut terkadang membawa bahaya juga, yaitu produk tersebut akhirnya akan diduplikasi tanpa menggunakan nama produk waralaba Anda dan jadilah penduplikat tersebut saingan yang cukup berbahaya bagi usaha Anda. Namun yang namanya persaingan tentu saja tidak bisa dihindari dan mesti dihadapi, siap atau tidak.

Maka dari itu, produk waralaba Anda meski dibuat simple dan mudah dibuat, Anda harus tetap memiliki ‘faktor X’ yang membuat produk Anda tidak dapat diduplikat sepenuhnya dan tidak bisa begitu saja dicopot dan dijadikan identitas baru. Kekuatan merk / ekuiti yang kuat sangat diperlukan agar kedua hal tersebut tidak terjadi. Bayangkan saja, misalnya ayam goreng Ny. Suharti, apakah akan berbeda pengunjungnya kalau merk itu diubah menjadi ayam goreng Ny. Sehati? Kalau memang tidak bermasalah, itu berarti bahwa merk Ny. Suharti belum cukup kuat untuk diwaralabakan. Itulah sebabnya, peraturan dibuat supaya pewaralaba memiliki nilai plus dalam laporan usahanya, termasuk ada jangka waktu berbisnis yang cukup panjang yaitu 5 tahun, yang bisa dipakai sebagai acuan bahwa pewaralaba bukanlah orang yang sedang cari modal dengan cara cepat tanpa memikirkan kelanjutan usaha si pembeli waralabanya.

Bila ekuitas yang dimiliki belum terlalu kuat, maka pewaralaba harus memiliki item produk yang dijual khusus dan tidak bisa didapatkan di tempat lain. Apakah itu resep bumbu khusus, buku khusus, obat khusus dan lainnya yang bisa membuat pembeli waralaba bergantung pada penyedia waralaba.

Meskipun tampak egois dan condong untuk menjadi kepentingan pewaralaba, ini juga baik bagi pembeli waralaba karena dengan begitu pewaralaba harus ikut memikirkan keberlangsungan hidup si pembeli waralaba.

Pewaralaba juga harus menyiapkan sistem kerja yang mudah diikuti, dan mudah untuk dikontrol, termasuk sistem pelaporan keuangannya.

Yang terakhir dan tidak boleh dilupakan adalah membuat pembeli waralaba mendapat keuntungan dari apa yang dibelinya dari penyedia waralaba. Apapun yang dijual dan bagaimana caranya membuat orang lain mendapat kebaikan dan akan membuat bisnis Anda serta merta dapat berkembang dengan sendirinya.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *