Stop Gali Lobang Tutup Lobang

Banyak ahli keuangan yang menyatakan bahwa nyatanya sekarang ini sudah ‘nggak’ zaman untuk menggunakan sistem gali lobang tutup lobang dalam pengelolaan keuangan Anda. Baik keuangan perusahaan maupun keuangan pribadi/keluarga. Mengapa? Karena selain memberatkan, bayar utang dengan utang tentu tidak akan ada habisnya dan Anda akan terus menerus terlilit utang.

Nah untuk mengkaji siasat gali lubang tutup lubang yang baik dan sehat ini ada baiknya kenali terlebih dahulu lubangnya (jenis utangnya). Setidaknya ada 2 jenis utang, yaitu utang buruk dan utang baik.

Utang bisa dikategorikan buruk jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berbunga tinggi.
2. Jangka waktunya pendek.
3. Jika telat dibayar akan terkena penalti yang jumlahnya juga besar. Bahkan lebih besar dari bunganya.

Di antara contoh utang buruk adalah utang kepada rentenir, utang kartu kredit (jika tidak membayar tagihan secara penuh) dan kredit tanpa agunan.

Sedangkan utang yang baik adalah kebalikan utang buruk, ciri-cirinya:
1. Berbunga rendah
2. Jangka waktunya biasanya panjang.

Nah, untuk bisa menghindar dari kondisi keuangan dimana pasak lebih besar daripada tiang berikut ada beberapa tips cara mengatur keuangan keluarga yang bisa dicontoh :

Cara mengatur keuangan keluarga ini bisa diterapkan berapapun jumlah penghasilan anda.

1. Disiplin dalam perencanaan keuangan.

Disiplin adalah poin penting dalam cara mengatur keuangan keluarga. Karena meski sebaik apapun perencanaan keuangan, akan tetap kebobolan jika tidak disiplin dalam menjalankannya. Buatlah rencana yang matang.

Tentukan siapa yang akan menjadi pemberi pemasukan keluarga yang utama. Apakah hanya mengandalkan penghasilan suami?

Jika iya, cara mengatur keuangan keluarga harus disesuaikan dengan penghasilan suami. Atau jika suami istri sama-sama bekerja dan berpenghasilan, bisa juga cara mengatur keuangan keluarga dengan membaginya menjadi 2 pokok.

Misalnya, penghasilan istri untuk biaya domestik rumah tangga seperti bayar listrik, air, telepon, belanja harian, dan sebagainya. Sedangkan penghasilan suami digunakan lebih pada biaya investasi seperti membeli rumah, kendaraan, pendidikan anak. Bisa juga dilakukan sebaliknya. Hal ini harus didiskusikan dalam keluarga.

2. Menabung.

Menabunglah dalam waktu yang tetap dan kontinyu meski hanya sedikit. Saat awal gajian, langsung sisihkan sebagian penghasilan sekitar 10% untuk ditabung.

Hal ini penting dalam cara mengatur keuangan keluarga, karena jika menabung tidak dilakukan sejak awal, lebih rentan terjadi kekurangan pada akhirnya. Ketika masih terdapat sisa uang saat gajian berikutnya, tabungkan lagi.

Jangan malah digunakan untuk hal yang tidak perlu. Anggap saja hal itu bonus. Usahakan jangan mengambil tabungan anda kecuali untuk hal penting. Dan bila jumlah tabungan sudah mencapai angka tertentu, gunakan sebagai bentuk investasi.

Anda bisa membeli emas, tanah, atau rumah yang nilai jualnya akan selalu naik dari waktu ke waktu. Cara mengatur keuangan seperti ini akan terus menumbuhkan tabungan dan investasi.

Tips yang lain dalam mengatur keuangan keluarga

1. Berhemat.

Tentunya hemat sangat penting dalam cara mengatur keuangan keluarga. Jangan mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu. Seringkali saat belanja, kita tidak bisa membedakan mana hal yang kita inginkan atau hal yang kita butuhkan.

Tentunya kita harus mendahulukan hal yang dibutuhkan dan mengesampingkan yang diinginkan. Sifat boros dan konsumtif adalah hal utama yang bisa merusak cara mengatur keuangan keluarga. Belajarlah berhemat, saat belanja belilah produk yang berkualitas sama bagusnya namun harga lebih murah

2. Jangan berhutang.

Orang yang sekali berhutang, nantinya akan terjerumus ke hutang lagi. Istilahnya seperti gali lubang tutup lubang. Ia akan berhutang lagi untuk membayar hutang yang sebelumnya. Karenanya, jangan berhutang sangat penting dalam cara mengatur keuangan keluarga.

Lebih baik berinvestasi sejak dini daripada berhutang. Kecuali jika ada kejadian mendadak seperti terkena musibah, pinjamlah uang pada kantor anda karena tempat anda bekerja relatif lebih percaya pada anda.

Anda pun bisa meminjam pada keluarga dekat yang pasti akan membantu anda saat terkena musibah. Namun harus diingat, hutang harus segera dibayar, jangan sampai berlarut-larut.

Jika anda mengikuti cara mengatur keuangan di atas, keuangan rumah tangga anda akan berjalan stabil. Tidak perlu berkeluh kesah dengan penghasilan yang sedikit dan merasa kurang.

Dengan cara mengatur keuangan yang baik, anda tetap bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan harmonis.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *