Siapkan Dana Haji, Begini Caranya

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya mengenal kelima rukun islam dimana rukun yang kelima mengharuskan seluruh umat muslim untuk beribadah haji ke tanah suci ketika telah mampu. Tentu saja hal tersebut menjadi keinginan tiap muslim untuk bisa segera menjalankannya. Bagi yang memiliki harta berlebih mungkin tidak masalah menjalankan ibadah haji ini, bahkan untuk berkali-kali berangkat dan menyelesaikan haji. Tapi bagi masyarakat dengan keuangan terutama menengah kebawah, beribadah haji merupakan kegiatan yang harus direncanakan secara matang terutama di bagian finansial. Penghasilan pas-pasan membuat sebagian besar umat muslim harus memikirkan secara matang masalah finansial tersebut. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda yang berniat berangkat ibadah haji.

Sebelumnya, berikut ini tahapan untuk menjalani ibadah haji yang umum dialami oleh jemaah haji, terutama jemaah Indonesia.

  • Ongkos Naik Haji (ONH) biasa melalui pemerintah sekitar Rp45juta. Hal ini tergantung nilai tukar mata uang dolar yang berlaku juga termasuk Rp2-5juta untuk biaya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sekitar 40 hari ibadah. ONH melalui swasta sekitar Rp60-120juta untuk 21 sampai 27 hari ibadah.
  • Uang pendaftaran untuk ONH biasa mencapai Rp25juta untuk tahun 2012 kemarin. Setelah mendaftar, maka kita harus menunggu kuota. Banyak yang mengeluh bahwa lama sekali untuk mendapatkan jadwal ibadah haji. Ini adalah hal yang wajar mengingat bahwa kuota haji sekitar 210.000 kursi setiap tahunnya dengan 9 embarkasi (embarkasi= tempat pemberangkatan jama?h haji)
  • Masa tunggu untuk Haji ONH biasa sekitar 9 sampai 12 tahun. Sementara untuk ONH Swasta sekitar 2 sampai 4 tahun.

Setelah mengetahui rangkaian-rangkaian haji tersebut, lalu bagaimana caranya agar dapat memiliki dana untuk beribadah haji?

Pertama, tentu Anda harus memiliki target kapan Anda akan berangkat haji. Misalnya 10 tahun mendatang, Anda baru akan berangkat untuk beribadah haji. Jika mau berangkat dengan ONH biasa, Anda harus mempersiapkan dana sekitar Rp25juta sebagai uang pendaftaran pada 1 tahun mendatang dengan masa tunggu selama kurang lebih 9 tahun. Dan bila ingin berangkat dengan ONH Plus, maka Anda harus mempersiapkan dana Rp60-120juta pada 8 tahun mendatang mengingat masa tunggu haji ONH plus selama kurang lebih 2 tahun.

Dikarenakan biaya haji mengalami perubahan/bervariasi setiap tahunnya, tergantung keputusan pemerintah dan mengikuti kurs mata uang dolar yang berlaku. Maka Anda tidak bisa menghitung nilai uang untuk biaya beribadah haji dalam angka yang pasti. Mudahnya, jika hendak menghitung berapa biaya haji yang dibutuhkan maka gunakan inflasi standar di angka 10% atau Anda harus membuat perencanaan keuangan yang lebih besar dari perkiraan sebenarnya untuk berjaga-jaga.

Bagi Anda yang kebingungan, karena belum pernah mengalami sendiri bagaimana ibadah haji itu atau sulit bertemu dengan sanak saudara yang pernah berangkat haji, saat ini ramai Dana Talangan Haji dari perbankan. Disana selain Anda bisa mendapat informasi dengan jelas mengenai tata laksana ibadah haji, Anda bisa mendapatkan kuota ibadah haji dengan mencicil sejumlah uang ke bank. Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari perbankan sudah membolehkan sistem ini.

Instrumen untuk mencapai dana haji persis sama seperti yang digunakan untuk mencapai tujuan finansial secara umum seperti rumah, mobil, tanah, atau mungkin sejumlah uang. Tergantung pada jangka waktunya. Jadi, intinya bila ingin ibadah haji harus bagi yang mampu. Untuk yang mampu, jangan menunda-nunda! Sedari muda, bulatkan tekad untuk bisa berangkat haji, siapkan fisik dan siapkan finansial! Karena yang ditinggalkanpun harus tetap diberi nafkah selama kita beribadah nanti.

Sampai jumpa di Mekah ! 🙂

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *