Sertifikat Bank Indonesia

Banyak sekali jenis investasi yang ditawarkan. Bisnis investasi properti atau bisnis investasi modal. Tanah, bangunan, perumahan atau bahkan saham dan surat berharga lainnya dapat menjadi pilihan anda untuk menginvestasikan dana keuangan yang anda miliki. Surat berharga biasanya digunakan untuk mencari tambahan dana dalam memperluas bisnis yang dimiliki. Contohnya saja pemerintah mengeluarkan obligasi yang dapat dibeli oleh masyarakat Walaupun begitu beberapa hal juga dijadikan alasan sebuah surat berharga diterbitkan. Misalnya, pengeluaran surat berharga dengan alasan menjamin kestabilan sistem ekonomi.

40_20130916120455

Bank Indonesia

Sertifikat Bank Indonesia adalah salah satu jenis surat berharga milik Pemerintah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI). SBI ini merupakan jenis surat hutang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto. Pengeluaran SBI oleh pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia sebenarnya merupakan mekanisme untuk penyerapan kelebihan uang yang ada di masyarakat. Uang primer (giral dan kartal) yang beredar melebihi yang ditentukan akan membawa ketidakstabilan pada nilai tukar Rupiah. Oleh karenanya dibuatlah sebuah kebijakan untuk menyerap kelebihan uang tersebut.

Baca Juga:

Pembelian surat berharga ini dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat baik instansi, masyarakat umum dan warga negara asing. Bisnis investasi ini dapat dilakukan oleh semua pihak termasuk mahasiswa. Bahkan hanya dengan uang 1 juta rupiah para mahasiswa ini sudah dapat melakukan pembelian SBI. Sedangkan bagi masyarakat umum, pembelian minimal SBI adalah 100 juta dan kelipatan 50 juta rupiah setiap pembelian.

Bank Indonesia melakukan penjualannya melalui sistem lelang. Surat berharga ini diterbitkan dalam 3 macam bentuk. Pertama adalah SBI dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan dan yang terlama adalah satu tahun. Nominal dari surat berharga ini dimulai dari nilai 50 juta rupiah hingga 100 miliar. SBI yang diterbitkan oleh Bank Indonesia diterbitkan dengan sistem diskonto. Sistem ini memberikan imbalan dari selisih nilai nominal dan nilai tunai dari SBI tersebut.

Pembayaran diskonto ini dilakukan di muka sehingga pada tenggat waktu pembayaran, BI hanya akan mengembalikan uang anda. Di dalam peraturan perpajakan yang dikeluarkan pemerintah, pendapatan diskonto termasuk ke dalam pajak penghasilan pribadi. Di dalam pajak tersebut diatur bahwa penghasilan dari diskonto akan dikenakan pajak sebesar 15 persen dari total diskonto yang didapatkan dan dikenakan secara final. Pembelian SBI tidak bisa dilakukan oleh pembeli secara langsung. Jika anda tertarik untuk membeli anda harus datang ke bank-bank umum untuk melakukan pembelian SBI. Pembelian juga dapat dilakukan kepada pialang-pialang yang telah mendapatkan wewenang untuk menjual kepada pembeli. Metode pembelian SBI dilakukan setiap hari Rabu sedangkan pengumuman terjadinya lelang pada satu hari sebelumnya atau pada hari selasa.

Lelang jual beli diharapkan selesai pada hari kamis. Lelang akan diakhiri jika pemenang lelang berhasil mengajukan diskonto terendah atau jumlah SBI yang dilelang telah habis. Pemenang lelang yang berhasil mendapatkan SBI akan mendapatkan bukti fisik SBI dari Bank Indonesia. Apabila nasabah menginginkan keamanan dari SBI miliknya, Bukti dari penyimpanan fisik SBI disebut dengan Bilyet Deposit Simpanan. Dalam ilmu ekonomi berinvestasi pada Surat Berharga yang diterbitkan oleh pemerintah tidak memiliki resiko sama sekali. Hal ini dikarenakan surat yang dikeluarkan Bank Indonesia sepenuhnya dijamin oleh pemerintah. Bagi anda yang menyukai berbisnis secara hukum islam, BI juga telah mengeluarkan program Sertifikat Bank Indonesia Syariah yang patut untuk dicoba dimana berlandaskan ekonomi islam untuk sekuritas tersebut. Selamat berinvestasi.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *