Seluk Beluk Bisnis Tanaman Organik

Hidup sehat sebenarnya adalah kebutuhan setiap orang. Namun bagi kalangan kelas menengah urban yang tinggal di perkotaan, hidup sehat kadang cukup menjadi tren. Selain menjamur tren olah raga lari maupun pusat kebugaran, makanan pun juga turut diperhatikan. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sayuran yang kita makan sehari-hari biasanya penuh oleh pestisida dalam proses pertumbuhan. Bagaimanapun obat anti hama ini berbahaya bila tertelan oleh manusia karena proses pencucian yang tak sempurna.

Solusi yang ditawarkan dari masalah tersebut adalah tanaman organik. Apakah itu tanaman organik? Pada dasarnya yang membedakan terletak pada proses dan penggunaan bahan kimia. Jika dalam pertanian konvensional para petani tak segan menyemprotkan bahan kimia berbahaya pada tanaman, tidak demikian adanya dengan tanaman organik yang membebaskan diri dari bahan kimia sintetis yang berbahaya.

via alamtani.com

Namun sebenarnya apa sih manfaat dari kebiasaan mengonsumsi makanan organik? Dari penelusuran di internet, paling tidak kita bisa mendapatkan empat manfaat ketika kita mengonsumsi makanan tersebut. Pertama, jelas kita menekan jumlah bahan kimia beracun. Hal itu sulit dihindari ketika kita beli sayuran dari pertanian konvensional. Kedua, menghentikan asupan produk pertanian yang hasil rekayasa genetika. Bukannya sangsi, tapi kita tak tahu betul adakah risiko yang ktia tanggung akibat rekayasa tersebut. Ketiga, kita mendapatkan nutrisi yang bermanfaat seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Serta keempat, menurunkan risiko penyakit berbahaya seperti kanker, jantung koroner, dsb.

Dari sejumlah manfaat tersebut, maka menjadi wajar ketika kita melihat harga tanaman organik di swalayan memang relatif lebih mahal. Selain dari manfaat, perawatan untuk tanaman organik juga lebih ekstra karena menghindari bahan-bahan kimia sintetis berbahaya.

Memulai Dari Lahan Kecil di Rumah

via kebunbandar.com

Ada alternatif lain dari membeli di swalayan, yaitu kita menanamnya di pekarangan rumah kita. Atau bila kita tidak punya pekarangan yang memadahi, kita bisa mengakali dengan banyak cara, salah satunya dengan memanfaatkan botol-botol bekas yang kita gunakan sebagai pot untuk menanam sayuran. Keuntungan dari menanam tanaman organik di halaman rumah adalah memperindah visualisasi halaman, serta membuat halaman kita menjadi produktif. Tidaklah perlu langsung pot untuk menanam tanaman organik, kita bisa memanfaatkan wadah-wadah bekas yang sudah tak terpakai lagi untuk mulai menanam sayuran.

Lantas apa yang harus kita lakukan agar tanaman tumbuh subur? Karena ini konsepnya organik, maka kita tentu tak memakai bahan kimia sintetis dalam proses pertumbuhan tanaman tersebut. Ada beberapa cara yang bisa kita upayakan. Pertama, pastikan tempat kita menanam tersebut ada sirkulasi udaraa yang baik. Udara yang baik akan turut menentukan kualitas tanaman dalam mengolah sari-sari makanan dalam dirinya, serta memperbaiki kualitas tanah.

Kedua, gunakan pupuk alami. Pupuk alami bisa pupuk kandang ataupun pupuk organik. Jika anda mau bereksperimen sangat disarankan dengan cara memisahkan sampah organik dan non-organik di dapur anda. Manfaatkan sampah organik untuk keperluan ini.

Ketiga, pastikan tanaman mendapatkan pengairan yang baik dan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan tanaman organik. Pengairan yang baik itu artinya air tidak tercemar, serta tanaman tidak kekurangan ataupun kelebihan air. Sedangkan sinar matahari yang baik adalah yang tidak membuat tanaman justru menjadi kering.

Peluang Bisnis Yang Cerah

via sipendik.com

Tentu saja kita bisa mengembangkan upaya tanaman organik yang telah kita susun tadi menjadi sebuah ladang bisnis yang berguna bagi kita. Beberapa kalangan pengusaha masih meyakini bahwa prospek bisnis tanaman organik ini masih sangat cerah. Terbukti bahwa tren perkembangan bisnis yang dialami pengusaha tanaman organik meningkat dari tahun ke tahun.

Alasan terbaik yang bisa anda gunakan untuk memulai bisnis dari sini adalah saat ini kita sedang diterpa kampanye hijau. Tentu kampanya ini timbul dari kegelisahan semakin berkurangnya kesadaran dari manusia modern untuk menjaga alamnya. Alam, yang jadi sentral kehidupan manusia, hanya dieksploitasi tanpa ada upaya untuk konservasi. Maka kampanye hijau itu hadir dalam segala lini: arsitektur hijau, ekonomi hijau, hingga investasi hijau. Kata kunci yang mengikuti kata hijau adalah berkelanjutan. Tanaman organik, dalam hal ini, adalah salah satu yang mendukung kampanye hijau tersebut.

Nah, apa saja yang perlu kita perhatikan untuk menjalankan bisnis tanaman organik ini? Berikut ini kami sarikan beberapa poin pentingnya:

  1. Buatlah kemasan yang meyakinkan. Ingatkah kita pada peribahasa “don’t judge a book by its cover”? Sayangnya peribahasa tersebut tak berlaku di sini. Kenyataannya, pelanggan benar-benar melihat kemasan sebagai hal pertama yang menentukan apakah dia akan beli produk ini atau tidak. Pertama, dari bungkusnya, kita harus maksimal. Desain harus dibuat hingga tak muncul kesan murahan, kotor, tapi tanpa harus terlihat norak. Kedua, pikirkan produknya juga. Misalnya, ada pengusaha organik di Jawa yang memasarkan produk hingga luar Jawa, maka dia mengeringkan produknya tersebut menggunakan mesin khusus agar bisa sampai tujuan dengan kondisi masih baik.
  2. 2. Pastikan produk kita tetap hijau. Maksudnya, kita harus tetap konsisten sejak awal hingga pengemasan. Salah satu hal penting dalam konsep organik adalah kesehatan. Hal itu dicapai dengan menyediakan bahan alami ketimbang bahan kimia sintetis. Dua hal yang bisa kita garap adalah pada proses pemupukan dan pengawetan. Pastikan kita menggunakan pupuk alami dan bahan pengawet alami dalam memproduksi tanaman organik.
  3. Siapkan pasokan untuk pesanan yang lebih banyak. Jika melihat tren yang ada, bisa diprediksi bahwa permintaan tanaman organik pasti akan meningkat. Maka pastikan kita siap untuk memproduksi lebih banyak tanaman organik untuk menjaga kelangsungan produk. Selain itu juga untuk menjaga minat pelanggan pada usaha kita. Maka yang harus kita lakukan adalah memastikan ketercukupan kesediaan bahan baku. Bila anda menanam sendiri, maka pastikan ada tempat, benih, dan perlengkapan lain yang cukup untuk memproduksi banyak. Bila anda berbisnis pada pengolahan, maka carilah petani-petani tanaman organik yang bisa memasok tanaman dengan baik kepada anda.
  4. Berkreasilah dalam menjual produk. Guna memperluas pasar anda, mau tak mau kita harus berupaya pada segala bentuk penjualan dan pemasaran. Cara yang dulu populer, tentu saja, menitipkan produk tanaman organik pada berbagai toko. Maka sebelum itu silakan observasi terlebih dahulu, toko mana yang mau untuk diajak bekerja sama dengan anda. Selain itu cara yang lebih praktis dan kontemporer adalah dengan cara menjualnya secara online. Kita menawarkan tanaman organik kita (jauh sebelum siap panen) secara online, baik melalui website, forum berjualan, ataupun media sosial. Kuncinya adalah kita harus memiliki foto dengan kualitas yang baik. Selain itu kita juga perlu memastikan proses pengiriman dari kita kepada pelanggan tidak akan mengurangi kualitas tanaman organik.

Jika anda memang berniat untuk memutarkan dana anda untuk memulai bisnis organik, saat ini juga sudah ada beberapa peluang waralaba untuk tanaman organik. Ada bisnis yang berkutat pada toko organik serta restoran organik. Namun memang, karena harga produknya terbilang mahal (bisa tiga hingga empat kali lipat dari harga tanaman biasa), maka pasar tanaman organik ini sangat spesifik. Berbagai kalangan menyebut target pasarnya adalah masyarakat kelas atas. Maka penjualannya juga dilakukan di tempat-tempat yang sering dikunjungi orang dari kelas tersebut, katakanlah pusat perbelanjaan modern. Selain itu biaya untuk membayar waralaba tersebut juga tak sedikit, meskipun dipercaya prospeknya memang sangat cerah.

Kesimpulannya, bisnis tanaman organik ini masih cerah, kita bisa meraih prestasi finansial yang baik jika mau memulainya. Untuk itu kita bisa memilih dari segi mana kita akan memulai berbisnis: menanam tanaman organik lalu dijual, ataukah menjual tanaman organik segar dari petani organik, ataukah kita menjual olahan dari tanaman organik? Pilihan yang berbeda akan menuntut persiapan yang berbeda. Maka mari kita tentukan pilihan dan eksekusi pilihan tersebut!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *