Saham: Alternatif Investasi yang Harus Anda Tahu

Bagi anda yang sudah mulai mengerti betapa pentingnya investasi untuk pencapaian tujuan finansial anda, apa jenis investasi yang sudah anda lakukan? Tentu saja kita perlu untuk memiliki investasi, tidak cukup dengan menabung atau menyimpan sejumlah uang di bank saja. Investasi itu bisa berupa material seperti emas, tanah, dan properti, ataupun kita bisa menginvestasikan dana kita pada produk keuangan.

Salah satu bentuk investasi yang selalu ramai diperbincangkan di kalangan investor dan perusahaan besar adalah saham. Betapa pentingnya harga sebuah saham sampai-sampai beberapa surat kabar nasional selalu meletakkan informasi tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bagian depan koran atau di bagian depan rubrik soal ekonomi.

Menurut para pakar investasi, pengetahuan masyarakat umum mengenai saham masih sangat rendah. Sebagian besar masyarakat memandang saham adalah urusan investasi yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya saja. Selain kaya, mereka juga harus mampu memahami dunia investasi dengan baik agar tidak terkena tipuan-tipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Namun sebelum kita terlalu jauh terjebak dalam stigma itu, ada baiknya kita mengenal secara mendasar terlebih dahulu dengan apa yang kita kenal sebagai saham ini. Jangan-jangan kita belum mengenal tetapi sudah memberikan cap terlebih dahulu? Siapa tahu setelah anda memahami dasar dari saham, anda bisa terinspirasi untuk memilikinya sebagai alternatif investasi anda selama ini. Mari kita ikuti uraian berikut.

:: Arti Penting Saham

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saham adalah surat bukti kepemilikan atau bagian modal suatu perseroan terbatas yang dapat diperjualbelikan, baik di dalam maupun di luar pasar modal yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan; memberikan hak atas dividen sesuai dengan bagian modal disetor seperti yang ditentukan dalam anggaran dasar perusahaan.

Sedangkan menurut KBBI saham adalah (1) bagian; andil; sero (tentang permodalan); (2) sumbangan (pikiran dan tenaga); (3) surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor; (4) hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan.

Benang merah dari dua pengertian tersebut adalah bahwa saham ini adalah surat berharga yang adalah tanda kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Saham dikeluarkan oleh perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT); dalam konteks permodalan, perusahaan ini disebut dengan emiten. Ringkasnya, bila anda dianggap sebagai investor yang membeli sejumlah saham, artinya anda menjadi (salah satu dari) pemegang saham perusahaan.

Bentuk saham adalah selembar kertas yang menerangkan pemilik kertas itu adalah pemiliki perusahaan. | via m.talkmen.com

Jika kita membeli tanah atau emas, kita dapat melihat wujudnya secara langsung di depan mata kita. Namun jika kita memiliki modal di dalam sebuah perusahaan, katakanlah kita membeli saham, apakah wujud saham itu? Secara umum, ketika kita membeli saham kita akan mendapatkan selembar kertas yang memberikan pernyataan bahwa pemilik kertas ini adalah pemilik perusahaan yang telah menerbitkan selembar kertas itu. Barangkali memang terlalu sederhana mengingat harganya yang bisa mahal sekali, tetapi nyatanya memang demikian. Hampir seperti ketika kita menabung di bank kita akan mendapatkan slip atau buku tabungan sebagai tanda, pada saham kita akan mendapatkan selembar kertas tersebut.

:: Jenis Saham

Sebenarnya jenis saham itu sangatlah beragam, tergantung dari mana pendekatan yang digunakan. Setiap pendekatan yang anda gunakan bisa membedakan beberapa jenis saham itu sendiri. Namun secara umum, saham dibagi menjadi dua jenis yakni saham biasa dan saham preferen. Apa saja perbedaan dari kedua jenis saham tersebut?

SAHAM BIASA

Pemilik saham memiliki hak untuk ambil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). | via gentlemenacademy.com

Saham biasa lebih diartikan sebagai pemilik sebenarnya dari perusahaan. Maksud dari pemilik sebenarnya adalah para pemilik ini turut menanggung risiko kerugian yang diterima perusahaan, sekaligus ketika mendapatkan keuntungan ketika kinerja perusahaan sangat baik. Jadi ketika ekonomi sedang melesu dan kondisi perusahaan sangat buruk, mereka bisa jadi tidak menerima dividen (bagian keuntungan) meskipun memiliki saham. Begitu juga sebaliknya, selain mendapatkan dividen yang besar, mereka bisa jadi juga mendapatkan saham bonus.

Hak yang dimiliki oleh para pemegang saham biasa ini adalah mereka bisa memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kegiatan ini adalah sebuah forum yang dihadiri oleh para pemegang saham untuk bisa mendapatkan informasi terkait dengan perusahaan (PT) yang disampaikan oleh Direksi maupun Dewan Komisaris. Informasi-informasi ini nanti akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang harus disepakati secara bulat oleh peserta forum.

Secara umum, karakteristik dari saham biasa dapat disebutkan dalam tiga poin berikut:

  • Pemegang saham memiliki hak suara untuk menentukan keputusan-keputusan perusahaan
  • Ketika Perseroan menerbitkan saham baru, pemilik saham biasa mendapatkan hak didahulukan
  • Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas pada jumlah saham yang mereka miliki

SAHAM PREFEREN

Selain saham biasa, kita juga mengenal saham preferen. Saham preferen merupakan jenis saham yang pemiliknya memiliki hak lebih banyak dibandingkan dengan pemilik saham biasa. Hak yang lebih ini paling tidak dapat ditemui dari dua sisi, yakni hak untuk mendapatkan dividen lebih dulu, serta hak suara yang lebih berpengaruh dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Hak suara yang penting mereka miliki adalah hak untuk turut berpartisipasi dalam pemilihan direksi. Biasanya karena hak besar inilah jajaran manajemen lalu berusaha untuk membayarkan dividen dengan tepat demi mengamankan posisi mereka di mata pemegang saham preferen.

Bila dilihat lebih jauh, saham preferen ini sebenarnya dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu saham preferen partisipasi dan saham preferen nonkumulatif. Saham preferen partisipasi diartikan sebagai saham yang setelah membagikan dividen kepada pemegangnya mereka tetap memiliki hak untuk membagikan keuntungan saham kepada pemegang saham biasa. Sebaliknya yang ada pada saham preferen nonkumulatif, mereka tidak memiliki hak mendapatkan dividen yang belum dibayarkan pada beberapa tahun sebelumnya secara kumulatif.

Adapun beberapa karakteristik dari saham preferen adalah sebagai berikut:

  • Memiliki tingkatan saham; setiap tingkatan tentu saja memiliki karakteristik dan batasan yang berbeda
  • Pemilik saham ini memiliki prioritas lebih tinggi dari pemilik saham biasa dalam berbagai hal, termasuk pada pembagian keuntungan
  • Mendapatkan hak kumulatif, artinya bila dividen belum dibayarkan pada periode sebelumnya dia bisa mendapatkan akumulasi pada periode berjalan; biasanya juga dalam hal waktu didahulukan dari saham biasa
  • Saham preferen bisa ditukar menjadi saham biasa (hak konvertibilitas) ketika sudah ada kesepakatan untuk itu

:: Mengapa Membeli Saham?

Investasi saham tak dapat terlepas dari prinsip “high risk, high gain.” | via www.jamesaltucher.com

Nah, ini adalah poin pentingnya. Mengapa kita membeli saham? Yang jelas saham ini adalah bentuk investasi yang punya potensi keuntungan yang baik. Jika tidak baik, tentu saja kami akan menuliskan di awal bahwa jenis investasi ini tidak disarankan untuk anda miliki. Lantas apa saja kekuatan yang dimiliki oleh saham, terutama bila dibandingkan dengan jenis investasi lainnya?

Coba kita bandingkan saham dengan produk keuangan yang dianggap paling aman, misalnya, deposito. Deposito pada berbagai bank biasanya memang menawarkan bunga yang lebih besar daripada tabungan, tetapi bila dibandingkan dengan saham, bunga tersebut menjadi lebih kecil. Katakanlah produk deposito menawarkan bunga sebesar 15 persen setiap tahunnya. Jumlah itu barangkali memang terasa cukup besar, tetapi kalau kita menginvestasikan dana tersebut untuk membeli saham, kita punya peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tergantung dari kinerja Perseroan yang turut kita miliki tersebut.

Namun tentu saja, kita tak akan lepas dari prinsip: high risk, high gain. Peluang keuntungan yang lebih besar dari saham itu datang bersamaan dengan risiko besar yang membayanginya. Akan menjadi sangat menguntungkan bila kinerja Perseroan baik, dan kondisi ekonomi mendukung. Namun bila kita berada dalam kondisi apes, alih-alih dana kita balik utuh, kita bahkan bisa merugi. Barangkali hal tersebutlah yang membuat banyak orang enggan mengenal saham. Risikonya terlalu besar, jadi memang dibutuhkan orang yang terinformasi dengan baik soal saham ini.

Nah, apakah anda sudah mulai memikirkan untuk mencoba menginvestasikan dana anda pada saham? Tentu saja ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan. Misalnya, secara mandiri anda perlu mengulik segala informasi yang berkaitan dengan saham melalui artikel-artikel di internet. Kemudian bila perlu anda bisa belajar dari seorang yang sudah sukses berinvestasi saham, bahkan anda bisa menjadikan mereka mentor anda sekaligus. Pada dasarnya memang demikian, semakin besar anda mengambil risiko, peluang untuk mencapai hal yang lebih besar juga akan ada di depan mata. Maka bersiaplah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *