Saatnya Mengelola Keuangan Keluarga dengan Baik

Seiring dengan bertambahnya usia dan kebutuhan, uang semakin menjadi sesuatu yang penting. Apalagi pada beberapa orang yang telah memiliki keluarga, uang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena semakin tinggi keperluan tersebut, tanpa disadari permasalahan terkait uang (ekonomi) dapat memicu ketidakharmonisan di dalam keluarga, pada beberapa kasus bahkan sampai menyebabkan pasangan bercerai.

Permasalahan terkait uang tersebut biasanya terjadi karena harga-harga kebutuhan keluarga, seperti kebutuhan pokok, biaya pendidikan, atau tarif BBM, semakin naik sehingga anggaran belanja jadi melonjak namun gaji maupun tabungan yang dimiliki tidak mencukupi. Melihat hal itu maka diperlukan adanya pengelolaan keuangan di dalam keluarga dengan baik. Beberapa pasangan mungkin bingung dengan hal itu, bagaimana caranya untuk mengelola keuangan keluarga dengan baik melihat fakta kebutuhan yang semakin melonjak namun tabungan atau gaji yang dimiliki tidak mencukupinya? Beberapa cara ini dapat dicoba untuk mengelola keuangan di dalam keluarga anda :

o_1a5395f1fdk41lg31b3i1lmt1kcfa

Baca Juga:

Keuangan Keluarga

1. Memahami Sumber dan Jumlah Pendapatan dalam Keluarga

Hal pertama yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan di dalam keluarga yakni mengerti pendapatan dalam keluarga. Anda dan pasangan harus saling mengerti jumlah pendapatan dalam keluarga beserta sumbernya. Pada setiap pasangan tentu hal tersebut berbeda-beda. Ada yang dalam satu keluarga hanya suami yang bekerja sehingga pendapatan murni dari suami, ada yang keduanya (suami dan istri) sama-sama bekerja sehingga pendapatan untuk keluarga di dapatkan dari gaji keduanya, atau ada pula pasangan yang bekerja namun juga telah memiliki usaha sehingga pendapatan didapatkan dari gaji bekerja di suatu perusahaan atau institusi dan juga dari usaha yang telah dijalankan. Nah anda harus tahu sumber pendapatan keluarga tersebut kemudian dikalkulasikan dalam satu bulan jumlah pendapatan atau pemasukan di dalam keluarga, ada berapa banyak jumlahnya.

2. Membuat List Pengeluaran

Hal kedua yang dapat dilakukan untuk mengelola keuangan di dalam keluarga yakni anda dan pasangan harus menyusun list pengeluaran. Setidaknya untuk setiap bulan anda dan pasangan harus tahu apa saja pengeluaran yang diperlukan, seperti biaya untuk makan sehari-hari, biaya sekolah anak, biaya BBM, biaya listrik, air, atau telepon, cicilan rumah, mobil, sepeda motor, dan lain sebagainya. Dengan begitu anda dapat memperkirakan berapa pengeluaran yang dibutuhkan setiap bulan atau setiap harinya kemudian menentukan langkah selanjutnya untuk dapat mengelola keuangan keluarga agar kebutuhan tercukupi.

3. Keputusan Terkait Sistem Pengelolaan Keuangan Selanjutnya

Ketika telah mengetahui besarnya pendapatan yang dimiliki oleh keluarga setiap bulan serta mengetahui besarnya pengeluaran yang harus dikeluarkan, selanjutnya anda dapat menentukan bagaimana sistem pengelolaan uangnya. Maksudnya disini adalah mulailah berdiskusi dengan pasangan siapa yang akan memegang kendali keuangan di dalam keluarga, kemudian bagaimana alokasi pendapatan terhadap biaya kebutuhan, atau pun menentukan tanggung jawab masing-masing.

Ada tiga cara yang mungkin dapat anda pilih terkait dengan sistem pengelolaan keuangan dalam keluarga. Pertama, anda dan pasangan dapat menggabungkan gaji yang dimiliki kemudian membagi dalam pos-pos pengeluaran yang telah di list sebelumnya. Kedua anda dapat membagi tanggung jawab berdasarkan prosentase, misalnya seperti anda dan pasangan menentukan sama-sama memberikan 85% pendapatan atau gaji untuk kebutuhan keluarga kemudian 15% sisanya untuk pegangan atau tabungan pribadi. Ketiga anda dapat membagi tanggung jawab pengeluaran biaya dengan pasangan, contohnya seperti suami bertugas membayar biaya yang lebih berat seperti sekolah anak, tagihan listrik, air, telepon, cicilan kendaraan, atau asuransi untuk keluarga. Sedangkan istri bertugas membiayai uang belanja untuk makan sehari-hari, kemudian uang saku anak, atau simpanan uang untuk berlibur keluarga.

4. Alokasikan Untuk Tabungan dan Uang Cadangan

Hal satu ini tidak dapat dilupakan dalam urusan mengelola keuangan keluarga. Sekalipun anda sudah membagi secara sistematis bagaimana tanggung jawab dalam mengatur keuangan dalam keluarga, anda tetap harus menyiapkan alokasi uang untuk tabungan dan uang cadangan. Anda dapat memasukan uang cadangan dalam list pengeluaran, jadi setiap bulannya akan selalu ada uang cadangan dalam keuangan keluarga anda. Mengapa hal tersebut penting? Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi hari esok, jika ada keperluan mendesak anda dapat menggunakan uang cadangan tersebut. Jika dalam sebulan tidak terpakai anda dapat memasukkannya sebagai tabungan keluarga. Anda juga dapat membuat list tersendiri untuk uang tabungan, jadi dalam setiap bulan anda dapat memiliki pengeluaran dengan judul “kebutuhan tabungan”. Dengan begitu maka setiap bulannya anda memiliki alokasi dana untuk tabungan yang nantinya dapat digunakan untuk jangka panjang.

5. Kebutuhan vs Keinginan

Untuk yang satu ini juga hal yang penting sekali dalam urusan pengelolaan keuangan dalam keluarga. Anda harus bisa membedakan manakah yang menjadi kebutuhan untuk keluarga dan yang hanya sekedar keinginan tanpa tahu manfaatnya untuk keluarga seperti apa. Contohnya jika anda membeli suatu barang hanya karena keinginan bisa jadi barang tersebut hanya berujung sebagai hiasan di dalam rumah yang tidak terpakai. Satu dua barang tidak masalah, namun jika sampai puluhan bahkan ratusan barang? Dapat dibayangkan bagaimana isi rumah anda dan betapa menyesal anda nantinya karena membuang uang secara percuma untuk membeli barang berdasar keinginan yang berujung tidak digunakan. Sesuaikan apa yang ingin anda beli dengan kebutuhan, dengan begitu anda juga sudah termasuk berhemat bukan?

6. Investasi dan Membuka Usaha

Sebagai manusia kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok dan seterusnya, namun kita juga harus mulai memikirkan rencana, membuat persiapan untuk masa yang akan datang. Mulai lah investasi dengan membeli properti, tanah, atau emas. Jika dana yang anda miliki juga ada cukup banyak anda juga bisa mulai membuka usaha seperti usaha terkait makanan atau pakaian, dengan begitu pendapatan juga akan semakin bertambah bukan? Namun anda harus hati-hati dalam melakukan investasi dan usaha ini, harus dilakukan dengan selektif dan cermat, jangan sampai anda malah tertipu atau rugi yaa. Itu dia beberapa cara yang dapat dicoba untuk mengelola keuangan dalam keluarga, semoga membantu.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *