Rumah Baru vs Rumah Second

Melakukan pembelian apapun terutama pembelian barang terkadang konsumen mempertimbangkan banyak hal. Membandingkannya terlebih dahulu dengan cara yang sedetail mungkin. Apalagi jika barang yang dibeli memerlukan uang yang banyak. Tidak bisa sembarangan. Contoh kecilnya adalah membeli handphone. Pembeli akan membandingkan dulu harga dari handphone 1 ke handphone lainnya. Lalu membandingkan pula antara membeli baru atau membeli yang second dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Semua dilakukan agar tidak mengalami kerugian.

Termasuk dalam pembelian rumah. Untuk Anda yang juga kebingungan karena kebetulan akan melakukan pembelian sebuah rumah dan harus memilih antara membeli rumah baru atau rumah second, berikut bisa menjadi bahan untuk Anda pertimbangkan.

Pertama, tentukan untuk apa Anda membeli rumah tersebut. Apakah untuk ditinggali, atau untuk tambahan investasi? Hal tersebut sedikitnya akan berpengaruh pada keputusan yang harusnya Anda ambil. Jika untuk diinvestasikan tentu saja kurang cocok membeli rumah second karena meskipun rumah tersebut direnovasi, masih akan tetap menyisakan depresiasi yang cukup tinggi selama rumah tersebut masih ditinggali si penjual (depresiasi sebelum penjualan), kecuali jika rumah tersebut dirombak ulang dari awal sampai akhir (kalau begitu, lebih baik membeli tanah kosong kan?).

Depresiasi tersebut tentu saja akan semakin bertambah tinggi dan membuat harga rumah jika dijual kembali akan semakin turun, bukan semakin naik akibat depresiasi tersebut. Meskipun misalnya harga properti sedang naik, tetap saja rugi karena harus menutup biaya depresiasi. Berhati-hati pula-lah ketika memilih rumah second untuk dibeli. Apakah rumah tersebut ternyata second-hand? atau dalam hal ini, penjual tersebut telah membeli dari penjual sebelumnya dengan harga 300Juta, tapi kemudian dipoles sedikit sedikit jadi memiliki harga 500Juta. Memang sah-sah saja, tapi apakah benar kualitasnya sebanding? Lebih baik cek sejelas-jelasnya. Lalu tawar hingga harganya masuk kantong Anda.

Berbeda jika rumah second tersebut dibeli untuk ditinggali sendiri dan berniat tinggal selamanya di rumah tersebut. Sah-sah saja jika memang lokasinya cocok, bangunannya cocok, semuanya cocok. Depresiasi pun akan Anda tanggung sendiri karena memang kewajiban merawat rumah, jadi tidak akan merasa rugi. Itupun tentu saja jika Anda menemukan rumah lama yang memang lebih murah daripada rumah-rumah baru yang sudah ada. Kalau ternyata rumah second yang Anda temui harganya lebih mahal dari rumah baru, lebih baik rumah baru kan?

Setelah menentukan tujuan Anda membeli rumah, selanjutnya perhatikan juga hal-hal berikut ini sebagai perbandingan antara kelebihan dan kekurangan rumah baru vs rumah second yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber.

RUMAH BARU

Kelebihan

  • Membeli rumah baru, biasanya dibayangkan orang di perumahan-perumahan tertentu dan tentu saja biasanya bentuknya bisa dipesan sesuai dengan keinginan dan selera pembeli. Apalagi jika untuk ditinggali, rumah yang sesuai dengan keinginan tentu saja membuat orang menjadi lebih betah. Rumah baru disini tentu banyak pilihannya karena biasanya satu developer saja memiliki banyak tawaran, apalagi Anda berkunjung ke developer lain.
  • Bisa memilih lingkungan yang paling cocok dengan kepentingan pribadi. Terserah, apakah memilih lingkungan yang sejuk, dekat dengan fasilitas-fasilitas seperti sekolah anak ; kantor ; pusat perbelanjaan hingga pusat kebugaran, hingga memilih lokasi yang lebih jauh dari bencana (kekeringan, gunung meletus, dsb).
  • Selain itu, kita jadi lebih tahu tentang bahan bangunan yang dipakai sehingga bisa memperkirakan sendiri apakah harga rumah tersebut sesuai dengan bahan yang dipakai dan bisa memperhitungkan sendiri pula depresiasi rumah tersebut. Semuanya bisa diantisipasi jika kita mengetahui seluk beluk rumah tersebut.
  • Pembelian lebih mudah, hanya ke developer dan bank, atau membeli langsung dari penjual (perorangan) secara tunai, tidak terlalu berbelit seperti rumah bekas karena harus dipastikan dulu kebenaran kepemilikannya.
  • Faktor lainnya adalah dengan membeli rumah baru berarti bisa dipastikan bahwa rumah tersebut ditempati oleh Anda pertama kali. Belum ditempati orang lain sebelumnya. Rasanya pasti beda 🙂

Kekurangan

  • Jika Anda mencari rumah dengan harga yang miring, maka cenderung akan lebih jauh dari fasilitas yang diharapkan dekat dengan rumah.
  • Saat membeli, biasanya bangunan belum berdiri. Pembeli hanya bisa melihat bentuk rumah berdasarkan gambar dari brosur.
  • Lingkungan baru umumnya belum terbentuk dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi benar-benar hidup.
  • Fasilitas umum dan kawasan bisnis belum tentu sudah tersedia.
  • Pajak relatif lebih mahal dari rumah lama.
  • Risiko investasi lebih besar daripada rumah second yang kawasannya relatif sudah terbangun dan mapan.
  • Para penghuni butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi karena sistem sosial belum berjalan normal.
  • Rumah Second

    Kelebihan:

    • Bangunan sudah berdiri, sehingga pembeli dapat melihat bentuk dan kualitas bangunan.
    • Lingkungan sosial (seperti tetangga, kontrol sosial, sistem
      keamanan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan
      fasilitas lainnya) sudah terbentuk.
    • Infrastruktur kawasan (seperti jalan, taman, listrik, dan air) sudah berjalan.
    • Harga bangunan dan rumah dapat ditawar, terutama jika pemilik sedang butuh uang.
    • Bangunan dapat langsung ditempati setelah transaksi pembelian.
    • Pajak relatif lebih murah dibanding rumah baru.
    • Risiko investasi kecil karena lingkungan sudah mapan.
    • Pembeli lebih cepat beradaptasi karena semua fasilitas sudah ada.

    Kelemahan:

    • Tidak banyak pilihan. Berbeda dengan perumahan baru yang memiliki
      berbagai jenis pilihan tipe, lokasi, dan harga jual, pasar rumah second
      muncul tanpa direncanakan, sehingga hanya rumah yang ditawarkan untuk
      dijual saja yang dapat dibeli.
    • Desain bangunan sudah ketinggalan zaman.
    • Anda harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan perawatan.
    • Bentuk bangunan sudah permanen, sehingga harus dilakukan renovasi untuk mengubahnya.
    • Kekuatan konstruksi rumah jika sudah melebihi 20 tahun akan menurun.
    • Nilai bangunan terdepresiasi (menurun) dalam waktu 20 tahun.
    • Pembeliannya sedikit lebih rumit dari rumah baru, karena
      sertifikat dan legalitas tanah dan bangunan harus dicek terlebih dahulu.
|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *