Rantai Nilai

Didalam dunia bisnis, tentu saja terdapat banyak sekali aspek-aspek baik aspek dari ukuran kecil hingga aspek dengan ukuran terbesar dan dengan kadar urgensinya masing-masing. Dari mulai perencanaan bisnis, proses produksi hingga ke penjualannya. Yang menjadi hal terpenting adalah tentang bagaimana proses produk yang kita buat bisa sampai ke tangan konsumen dengan baik dan memuaskan konsumen. Semuanya tentang strategi. Termasuk salah satunya adalah rantai nilai. Pernah mendengar apa itu rantai nilai? Jika belum, baca ulasannya berikut ini :

Sebuah rantai nilai adalah rangkaian kegiatan untuk operasi perusahaan dalam industri yang spesifik. Unit bisnis adalah tingkat yang sesuai untuk pembangunan rantai nilai, bukan tingkat divisi atau tingkat korporasi. Produk melewati semua rantai kegiatan dalam rangka, dan pada setiap aktivitas nilai keuntungan beberapa produk. Rantai kegiatan memberikan produk-produk nilai tambah dari jumlah nilai tambah dari semua kegiatan. Hal ini penting untuk tidak mencampur konsep rantai nilai dengan biaya yang terjadi di seluruh kegiatan.

Rantai nilai menampilkan nilai keseluruhan, dan terdiri dari aktivitas nilai dan marjin. Aktivitas nilai merupakan aktivitas nyata secara fisik dan teknologi yang dilakukan perusahaan. Yaitu dengan membangun blok dimana perusahaan menciptakan sebuah produk yang berharga bagi pembelinya. Marjin merupakan selisih antara nilai total dan biaya kolektif yang dilakukan dari aktivitas nilai. Marjin dapat diukur dalam berbagai cara. Saluran emasok dan rantai nilai juga mencakup marjin yang penting untuk dipisahkan dalam memahami sumber posisi biaya perusahaan, karena saluran pemasok dan marjin merupakan bagian dari total biaya yang ditanggung pembeli.

Rantai nilai (value chain) adalah pola yang digunakan perusahaan untuk memahami posisi biayanya dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang dapat digunakan untuk memfasilitasi implementasi dari strategi tingkat-bisnisnya. Rantai nilai menunjukkan bagaimana sebuah produk bergerak dari tahap bahan baku ke pelanggan akhir. Rantai nilai menggambarkan berbagai kegiatan yang diperlukan untuk membawa produk atau jasa dari konsepsi, melalui berbagai tahapan produksi (melibatkan kombinasi transformasi fisik dan masukan dari berbagai produsen jasa), pengiriman pada konsumen akhir, dan pembuangan akhir setelah digunakan.

Setiapprusahaanmemiliki rangkaian peroses tertentu untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan memberikan laba finansial yang baik. Namun model rantai nilai generik menjadi model rantai nilai yang dapat disesuaikan dalam dunia perusahaan dalam mempersiapkan perspektif setiap bisnis internal bagi semua lini perushaan. Model yang diterapkan dalam rantai generik ini terdiri dari tiga proses bisnis utama, yaitu:

1. inovasi
2. operasi
3. layanan purna jual
Dari ketiga model tersebut , pada modelpertamaperusahaan melakukan sebuah survei pada pelanggang dengan tujuan untuk mengetahui apa yang sedang mereka sukai dan apa yang sedang berkembang pada kehidupan masyarakat itu sendiri. sedangkan pada prosesoperasi, merupakan step kedua dalam rantai nilai internal generik yang notabennya m, menjadi focus dalam sistem pengukuran kinerja perusahaan itu sendiri.

Aktivitas nilai dapat dicabangkan menjadi dua tipe yang luas, aktivitas primer dan aktivitas pendukung. Aktivitas primer meliputi penciptaan fisik produk dan penjualannya dan perpindahan kepada pembeli serta bantuan pasca penjualan. Aktivitas pendukung mendukung aktivitas primer dan satu sama lain dengan memberikan input pembelian, teknologi, sumber daya manusia, dan fungsi berbagai perusahaan secara luas.

Analisis rantai nilai memperlihatkan organisasi sebagai sebuah proses yang berkelanjutan dalam kegiatan penciptaan nilai. Analisis dilakukan dengan cara mempelajari potensi penciptaan nilai. Porter membagi aktivitas-aktivitas kedalam dua kategori. Pertama adalah primary activities (aktivitas primer), yaitu aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan fisik produk, penjualan dan distribusinya ke para pembeli, dan layanan setelah penjualan. Aktivitas ini terdiri dari inbound logistics (logistik ke dalam), operations (kegiatan operasi), outbound logistics (logistik ke luar), marketing and sales (pemasaran dan penjualan), servis (pelayanan). Kedua adalah support activities (aktivitas pendukung), yaitu aktivitas yang menyediakan dukungan yang diperlukan bagi berlangsungnya aktivitas primer. Aktivitas ini terdiri dari procurement (pembelian/pengadaan), technology development (pengembangan teknologi), human resource management (manajemen sumber daya manusia) dan firm infrastructure (infrastruktur perusahaan).

 

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *