Psikologi Diskon ganda

Menjelang akhir tahun banyak sekali diskon yang ditawarkan department store. Ketika sedang mengunjungi suatu mall, saya melewati suatu department store yang mengincar pasar kelas menengah ke bawah dengan salesman yang berbicara melalui speaker mempromosikan diskon-diskon yang mereka berikan yang akan berakhir tidak lama lagi. Lalu ada juga diskon double seperti diskon 50%+50%. Ini bukan artinya diskon 100% atau gratis, namun setelah diberikan diskon 50% maka diberikan lagi dikson 50%.

Ternyata banyak sekali pengunjung yang tertarik dengan diskon ganda ini. Bagi pengunjung diskon 50%+50% persen ini mungkin sangat menarik, tanpa melihat harga aslinya atau kualitas produk. Tidak jarang saya denger cerita orang yang ‘tertipu’ dengan diskon ini, misalnya ketika menghadapi diskon 50%+30%, berpikir akan mendapatkan diskon 80%. Contohnya untuk baju seharga 200 ribu, jika diskon 80% maka akan menjadi 40.000. Ketika akan membayar ternyata harga yang keluar adalah 70.000. Cara menghintungnya adalah 200.000 diberikan diskon 50% menjadi 100.000. Lalu 100.000 ini akan diberikan diskon 30% sehingga menjadi 70.000.Daripada membatalkan transaksi dan malu lebih baik dilanjutkan saja transaksinya. Pengalaman pertama yang tidak enak tapi berhaga untuk dikemudian hari.

Diskon di suatu department store

Diskon di suatu department store

Belum lagi jika ternyata ketika anda cek ditoko lain harganya yang tidak diskon ternyata harganya hanya 60 ribu. Jadi setelah diberikan diskon 50%+30% ternyata masih lebih mahal daripada yang tidak diberikan diskon. Toko kadang juga memberi diskon tinggi karena ingin mengeluarkan barang lama. Daripada menumpuk di gudang lebih baik menjual dengan harga diskon tinggi agar barang baru bisa masuk ke gudang.

Baca Juga:

Double diskon dapat memunculkan pembelian yang tidak direncanakan. Ketika melihat adanya double diskon atau strategi harga lainnya walau tidak berencana membeli produk tersebut, namun akhirnya dapat membuat kita tertarik untuk membeli produknya. Berdasarkan penelian yang di lakukan oleh seorang mahasiswa untuk skripsinya terhadap pengunjung di sebuah department store, 60% pembelian dilakukan secara tidak terencana karena awalnya hanya untuk melihat-lihat saja. Dari 60% tersebut, mayoritas tertarik membeli karena diskon yang diberikan.

Disatu sisi, diskon tersebut bisa berguna untuk meningkatkan penjualan atau mengeluarkan stok lama yang masih ada di gudang. Namun di sisi lain, hal tersebut dapat berakibat negatif terhadap persepsi masyarakat. Misalnya menggangap bahwa barang yang di jual tidak berkualitas sehingga diberikan diskon terus menerus, atau berpikir bahwa diskon itu sesungguhnya bukan diskon karena terlalu sering diberikan diskon sehingga ketika diberikan diskon sudah terlihat biasa. Dengan semakin mudah bergeraknya informasi saat ini dengan adanya internet, diskon yang terus menerus juga dapat membuat masyarakat berpikir apakah bener ada diskon atau harga telah dinaikkan terlebih dahulu sebelum didiskon.

Kuncinya harus rajin cek harga dan cermat supaya kita mengetahui harga asli suatu produk sebelum membeli.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *