Strategi Promosi Offline yang Efektif

Setiap hari kita menemui kegiatan promosi suatu produk atau jasa dalam berbagai macam bentuknya. Ketika kita sedang mengakses media sosial kita akan menemui berbagai macam produk atau jasa yang ditawarkan oleh seseorang atau perusahaan dalam bentuk gambar (visual), suara (audio), ataupun gambar bergerak (video/audiovisual). Iklan tersebut bertujuan untuk membuat brand atau merek suatu produk menempel pada benak kita tiap kali kita membutuhkan produk tersebut. Jadi memang tujuannya tidak secara langsung membuat penjualan suatu produk menjadi meningkat, tetapi lebih kepada bagaimana suatu merek melekat pada benak audiens yang menjadi target pemasaran.

Namun selain promosi melalui internet, atau yang disebut online itu, sebelumnya kita sudah sangat mengenal promosi bukan melalui internet yang disebut offline. Barangkali promosi online memiliki jangkauan lebih luas karena bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja, sejauh ada sambungan internet. Namun keefekifan promosi offline tidak diragukan lagi lantaran memang tidak semua orang memiliki gadget yang bisa menjadi target dari promosi online. Selain itu tingkat awareness audiens terhadap promosi offline bisa jadi lebih besar dari promosi online.

Nah, di tengah gencarnya promosi online di dunia maya, ada baiknya kita tetap mengenal promosi offline yang akan kami bagikan kepada anda melalui uraian dari poin-poin di bawah.

:: Membagikan Selebaran

Membagikan selebaran di jalan raya menggunakan kertas kecil saja. | via www.solopos.com

Selebaran bisa jadi salah satu cara promosi offline yang cukup efektif. Anda pasti sering menemukan selebaran ini. Misalnya di perempatan lampu lalu lintas kita sering menemui seseorang yang membagikan selebaran dalam bentuk kertas berukuran agak kecil untuk mengiklankan pro duk tertentu. Selebaran juga bisa diletakkan di dekat kasir, jadi nanti konsumen akan mendapatkan barang berikut dengan selebaran yang diberikan pihak toko. Ada juga selebaran yang disebar di rumah-rumah penduduk, biasanya diletakkan di teras depan rumah supaya ketika pemilik rumah keluar dia menemukan selebaran tersebut. Selain itu ada juga selebaran yang diletakkan/dijepitkan di depan kaca sebuah mobil. Mau tak mau pemilik mobil harus menyingkirkan selebaran terlebih dahulu sebelum mengunaan mobilnya.

Baca Juga:

Ketika kita membuat selebaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Biasanya selebaran haruslah dibuat semenarik mungkin. Untuk itu dari segi desain setidaknya harus disertakan gambar produk yang diambil dengan sudut pengambilan gambar yang menarik. Pastikan juga anda memilih percetakan yang baik sehingga warna yang dikehendaki memang sesuai pada akhirnya. Kemudian buatlah kalimat iklan dengan kalimat yang singkat tetapi menarik. Tebalkan kata-kata kunci yang menjadi inti dari iklan selebaran tersebut, buatlah informasi itu terlihat di antara deretan kata lainnya. Tuliskan informasi alamat maupun kontak, bila perlu buatlah peta untuk memudahkan audiens bisa mencapai toko anda. Satu hal yang diperhatikan adalah jangan sampai kita membiarkan selebaran itu betebaran di jalanan. Hal itu akan membuat lingkungan menjadi kotor. Alih-alih tertarik, cara ini justru menimbulkan antipati di tengah audiens kita.

:: Membuka Toko

Barangkali lebih tepatnya tidak selalu berupa toko, tetapi lebih kepada fungsinya, yaitu sebuah tempat untuk mendisplay produk-produk yang anda jual. Selain untuk mendisplay, toko ini juga bisa digunakan sebagai tempat transaksi secara langsung. Bagaimanapun masih ada sebagian besar dari audiens kita yang membutuhkan datang ke penjual langsung untuk melihat secara langsung produk yang hendak dia beli. Misalnya, anda menjual produk parfum, orang biasanya lebih tertarik untuk datang langsung ke toko guna memilih wewangian yang sesuai dengan harapannya. Selain itu ada juga orang yang lebih memilih untuk mencoba langsung sepatu yang akan dia beli daripada membeli secara online yang ada risiko terlalu kecil atau terlalu besar.

Sebagian besar orang akan berpikir bahwa membuka toko ataupun tempat display ini membutuhkan dana yang besar. Ada benarnya juga ketika anda memutuskan untuk membeli/menyewa toko ataupun lapak di sebuah sentra-sentra belanja. Tetapi perlu diingat bahwa caranya tidak selalu demikian. Anda bisa membuka toko tersebut di rumah anda sendiri dengan memanfaatkan ruang yang ada. Biasanya toko itu berada di bagian depan rumah, dengan meja-kursi dan tempat display yang nyaman untuk dilihat pengunjung. Namun biasanya memang mereka yang membuka toko di rumah ini sudah memiliki nama yang dikenal luas oleh masyarakat atau komunitas tertentu. Misalnya, ada seorang yang menawarkan jasa servis kamera. Karena dia menawarkan jasa yang baik dengan harga yang murah, komunitas orang-orang yang memiliki kamera pun saling merekomendasikan kawan mereka untuk servis mereka di orang tersebut. Maka dia memang cukup membukanya di rumah dan membiarkan para pelanggan datang ke rumahnya.

:: Promosi Keliling Pakai Mobil

Selain untuk keperluan transportasi, mobil juga bisa jadi tempat display dan transaksi. | via archive.kaskus.co.id

Bila anda tinggal di pedesaan atau di perumahan, anda akan sering melihat hal ini. Biasanya barang-barang yang dijual adalah peralatan rumah tangga ataupun motor. Barang-barang tersebut diletakkan di mobil (seringkali mobil bak terbuka) supaya bisa dilihat dan dipilih langsung oleh calon pembeli. Tentu saja mobil ini tidak hanya digunakan untuk berkeliling di sekitar rumah saja, tetapi mereka juga menggunakan pembesar suara untuk mempromosikan produk mereka. Penelitian memang menyebutkan bahwa pada daerah tertentu memang orang akan lebih aware mengenai produk ketika mereka mendengarkan suara (atau dari mulut ke mulut) bukan dari kegiatan membaca iklan produk tersebut. Jadi promosi dengan cara ini dirasa lebih efektif. Cara ini lebih dikenal dengan ‘jemput bola’ karena terjun langsung di tengah-tengah masyarakat.

Namun memang tidak semuanya menjemput bola mereka di daerah perumahan warga. Kita tentu sering melihat mobil yang berhenti di pinggir jalan lalu menggelar/mendisplay produk mereka di dalam mobil tersebut. Jualannya juga beragam, mulai dari keripik (makanan) hingga pakaian-pakaian. Cara ini dianggap sebagai salah satu cara yang efektif karena mereka tidak perlu membuka lapak tertentu yang pasti lebih repot, tinggal menggunakan mobil yang diberikan keterangan soal produk apa yang dijual. Namun yang harus diperhatikan adalah pastikan mobil yang anda parkir di pinggir jalan tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Selain menimbulkan antipati oleh masyarakat, bisa jadi pihak keamanan akan menindak anda karena kemacetan yang ditimbulkan oleh aktivitas promosi anda.

:: Menggunakan Papan Reklame

Bila anda menganggarkan dana yang cukup besar untuk promosi, metode yang satu ini barangkali bisa anda coba. Tidak diragukan lagi, ini adalah salah satu metode yang efektif karena hampir setiap orang yang melewati jalan tersebut akan membacanya walau hanya sekilas saja. Biasanya memang yang mempromosikan usaha atau produknya di papan reklame, terutama yang berukuran besar di jalanan ramai, adalah perusahaan yang memang sudah besar. Strateginya adalah jangan terlalu banyak menaruh kata di iklan tersebut, pastikan audiens bisa memahami produk anda hanya dari gambar-gambar yang ada. Sekalipun ada kata-kata, pastikan kata itu sangat efektif untuk menjelaskan produk anda.

Berdasarkan riset-riset psikologi mengenai persepsi ditemukan fakta bahwa iklan-iklan reklame tersebut hanya efektif ketika dilihat selama 90 hari saja, atau sekitar tiga bulan. Lebih dari itu orang-orang sudah tidak akan aware lagi terhadap produk atau jasa yang diiklankan dalam reklame. Maka jangan sampai membuang-buang dana anda untuk mengiklankan produk di reklame lebih dari 90 hari. Kendati efektif, setidaknya ada satu pertimbangan penting yaitu jangan sampai reklame-reklame tersebut membuat pemandangan kota menjadi tidak lagi indah. Terlalu banyak papan reklame akan membuat pemandangan kota menjadi ruwet. Selain itu pastikan anda tidak merusak pohon-pohon di pinggir jalan ketika meletakkan reklame anda.

:: Beriklan di Media

Kalau menggunakan reklame tadi kita artinya melakukan promosi menggunakan media luar ruang, metode satu ini kita menggunakan bantuan dari media massa. Setidaknya ada tiga jenis media massa yang sering digunakan untuk beriklan, yaitu media cetak (koran dan majalah), radio, dan televisi. Harga yang harus dikeluarkan untuk beriklan di media-media ini sangat bergantung pada seberapa besar audiens yang mengakses media tersebut. Misalnya, beriklan pada koran lokal tentu saja akan lebih murah daripada pada koran nasional yang memiliki oplah lebih besar. Namun memang beriklan pada televisi relatif lebih mahal dibanding iklan pada media lainnya. Selain karena produksinya yang lebih mahal, iklan di televisi juga memang memiliki keefektifan yang lebih baik.

Untuk beriklan di media, anda bisa melakukannya sendiri, tetapi terbatas pada iklan di media cetak. Biasanya, untuk beriklan di radio atau televisi anda membutuhkan bantuan dari perusahaan periklanan untuk membuat materi iklan tersebut. Itulah mengapa biayanya lebih besar karena dari sisi produksi pun kita harus mengeluarkan biaya juga.

:: Mengadakan Event untuk Mengenalkan Merek

Mengadakan atau terlibat event yang spesifik supaya audiens mengingat merek produk kita. | via membranecanopy.com

Jangan dibayangkan event itu adalah acara besar yang diselenggarakan oleh perusahaan anda. Event itu bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya yang sering dilakukan oleh perusahaan penjualan sepeda motor adalah meminta ijin pengurus kampung untuk menggunakan lapangan. Di sana selama beberapa jam saja mereka mengadakan even kuis sambil menawarkan kredit sepeda motor dengan uang muka yang sangat murah. Cara menarik orang untuk datang adalah dengan membagikan undian untuk mendapatka door prize, ataupun dengan menggunakan pengeras suara dan penyanyi dangdut yang menjadi selera kebanyakan orang. Atau anda bisa juga menjadi sponsor dari sebuah acara tertentu yang digelar di ruang publik.

Selain event yang memang membutuhkan dana, kita jumpai juga upaya promosi offline yang dilakukan oleh seorang penjual ketika ada komunitas tertentu yang sedang berkumpul. Misalnya seorang penjual pakaian yang menawarkan produknya ketia ada arisan ibu-ibu, tentu saja harus ada seizin pengurus. Atau sering juga kita temui perusahaan pembuat minuman isotonik yang mengadakan even bersamaan dengan kegiatan olahraga yang secara mandiri dibentuk oleh warga.

Nah, itu tadi beberapa cara promosi offline yang terbukti masih efektif untuk dilakukan. Bagaimanapun kita memang harus memanfaatkan setiap peluang promosi yang ada, baik online ataupun offline. Promosi itu menjadi sangat penting untuk dilakukan karena sekali lagi tujuan utamanya adalah menempelkan nama brand atau merek produk anda di benak publik. Ketika persepsi publik terhadap merek itu sudah bagus, maka peningkatan penjualan adalah hal yang niscaya akan anda dapati.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *