Pintar Menabung, Menabung dengan Pintar

Sering kali mendengar keluhan orang mengenai betapa susahnya menabung dengan kondisi keuangan seperti zaman sekarang. Dimana orang cenderung mengeluarkan uang dengan sedikit keterpaksaan misalnya gengsi. Gengsi tidak memiliki gadget canggih, gengsi tidak memiliki barang mewah dan gengsi-gengsi lain yang membuat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Benarkah? Sebenarnya, kebiasaan menabung bisa ditanamkan jika diawali dengan hal-hal yang mudah dan simple. Seperti misalnya menabung uang kembalian. Coba kosongkan kantong baju dan celana, lalu masukkan semuauangyang Anda temukan ?baikuangkoin maupun kertas; bahkan kalau adauangpecahan besar yang terselip di kantong karena lupa dimasukkan ke dalam dompet ?ke dalam celengan. Setelah menjadi kebiasaan, coba kembangkan ke kantong penyimpananuangdi mobil, dan sebulan sekali mengintip ke kolong bangku mobil untuk berburuuangreceh. Jangan hitung tabungan itu. Dan lihatlah beberapa waktu kemudian, Anda sendiri akan terkejut dengan hasilnya. Dari penggalan cerita di atas, dimana Anda merasa terkejut dengan menabung yang cenderung tanpa sadar, Anda memiliki uang ‘dingin’ coba bayangkan jika Anda menabung dengan ‘sadar’. Berapa banyak uang yang bisa Anda peroleh jika berniat menabung dan mengelola tabungan tersebut. Tentu saja akan menarik minat Anda untuk kemudian menabung dengan jumlah yang lebih besar lagi dari waktu ke waktu. Maka Anda telah menjadi orang yang pintar menabung. Jadi, cobalah menabung dalam jumlah yang bisa dibilang kecil untuk kemudian bisa menarik minat Anda untuk menabung. Selanjutnya, jika Anda telah menjadi orang yang pintar menabung dengan minat yang dimiliki untuk terus menabung, berikut tips pintar agar terus menjadi orang yang memiliki tabungan. Catat kebiasaan anda dalam sebulan Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya. Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi.Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja. Sisihkan uang untuk anda pribadi Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi. Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak. Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan. Tentukan Tanggal Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan. Bayarlah Utang Anda Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan. Jaga terus disiplin anda Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi. Motivasi diri anda untuk mencapai hasil yang besar Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan. Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda. Buka rekening yang tidak bisa anda sentuh Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat. Gunakan Celengan atau toples untuk koin anda Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah ?edikit sedikit lama lama menjadi bukit?Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain. Kantongi bonus dan kejutan lainnya Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda. Biasakan Hidup Hemat Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda ?utuhkan?dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *