Pertimbangan Sebelum Pindah Bekerja Ke Perusahaan Lain

Jika Anda adalah seorang karyawan yang saat ini tengah bekerja di sebuah perusahaan dan kebetulan telah bekerja dalam kurun waktu yang cukup lama, adalah wajar ketika Anda merasa bosan menghadapi pekerjaan Anda, merasa malas ketika menghadapi hari senin, jengah ketika melihat dompet di akhir bulan tidak bisa memenuhi kebutuhan Anda yang lainnya, atau mungkin Anda ditawari kerja di perusahaan teman lama Anda dengan gaji yang lebih besar. Kemudian Anda bertanya-tanya, apakah benar karena alasan tersebut di atas lantas Anda harus berhenti bekerja pada perusahaan tersebut dan mencari pekerjaan lainnya? Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan sebelum Anda pindah bekerja ke perusahaan lainnya.

Keinginan untuk pindah bekerja ke perusahaan lain, bukanlah hal yang patut dianggap remeh. Apalagi jika Anda telah bekerja cukup lama di perusahaan tersebut dan tidak mengalami masalah yang sangat besar hingga merugikan perusahaan, misalnya. Bisa saja setelah Anda keluar dari pekerjaan tersebut, Anda akan menyesal nantinya. Dikarenakan bermacam-macam alasan. Misalnya perusahaan yang Anda tinggalkan menjadi semakin besar dan prospek karyawan di perusahaan tersebut menjadi cerah, dlsb. Maka dari itu, pikirkanlah matang-matang sebelum Anda pindah bekerja di perusahaan lain.

Bisa saja, Anda merasa bosan karena mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja. Cobalah ajukan pergantian posisi pekerjaan Anda pada atasan baik rotasi atau lebih baik lagi promosi jabatan. Dengan adanya suasana baru di pekerjaan Anda, mungkin tiba-tiba pemikiran Anda untuk pindah di perusahaan lain hilang dan menjadi lebih loyal untuk terus bekerja di perusahaan tersebut.

Carilah referensi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan lainnya. Bandingkan dengan perusahaan Anda. Jika Anda kemudian telah menemukan calon perusahaan pengganti perusahaan saat ini, lakukan analisis yang sifatnya pribadi tentang perbandingan kedua perusahaan tersebut dan perlakuan terhadap karyawannya. Misal, bagaimana gaji, tunjangan, hari libur, dlsb. Jika memang perusahaan Anda saat ini lebih baik, untuk apa pindah?

Pertimbangkan pula masa depan Anda di perusahaan pengganti tersebut. Apakah nantinya akan jalan ditempat, maju atau malah merosot mengalami penurunan? Misalnya, jika perusahaan Anda saat ini telah ada tunjangan hari tua, dan di perusahaan pengganti tersebut tidak ada, untuk apa?

Kemudian, pertimbangkan pula bagaimana lingkungan kerja di perusahaan baru tersebut? Jika Anda telah merasa bosan dengan pekerjaan Anda saat ini yang terbilang membuat Anda sibuk, bagaimana jika lingkungan perusahaan pengganti tersebut ternyata tidak terlalu sibuk. Jika Anda menyukai tantangan, maka perusahaan tersebut tidak cocok untuk Anda.

Memikirkan nasib orang lain yang tidak seberuntung Anda-pun bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika Anda ingin berpindah-pindah bekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain, sementara orang lain tersebut misalnya masih berusaha sekuat tenaga untuk masuk ke sebuah perusahaan, apalagi ke perusahaan yang telah Anda duduki saat ini. Atau dalam hal ini, motivasi Anda untuk keluar dari perusahaan saat ini Anda bekerja. Jika memang pekerjaan Anda selama ini tidak menimbulkan masalah atau malah cenderung berprestasi, pengajuan rotasi/bahkan promosi untuk karyawan sekaliber Anda bukanlah hal yang menyulitkan bagi perusahaan.

Setelah mempertimbangkan hal tersebut di atas, langkah selanjutnya bagi Anda untuk memutuskan apakah Anda benar ingin keluar dari perusahaan saat ini dan pindah ke perusahaan baru. Cara paling mudah adalah menulis daftar kekurangan dan kelebihan keduanya di atas kertas. Ketika Anda menuliskannya, akan lebih jelas terlihat bedanya daripada hanya sekadar dibayang-bayangkan di dalam pikiran. Dalam keadaan tertulis juga akan terlihat perbedaan yang jelas di antara keduanya. Buat kategori-kategori sesuai poin di atas atau tambahkan poin lain yang Anda rasa perlu.

Terakhir adalah ketika Anda memutuskan untuk mencoba wawancara di perusahaan tersebut, Anda bisa mempergunakan insting Anda. Selain pertimbangan secara realistis, jangan sepelekan juga insting. Biasanya saat mengunjungi calon kantor baru atau saat wawancara dengan calon rekan kerja ada perasaan atau pikiran-pikiran yang muncul. Pertimbangkan juga faktor ini. Jika ada perasaan yang mengatakan ragu atau kurang sreg dengan pekerjaan baru ini coba perhatikan. Bicarakan kekhawatiran ini dengan orang yang Anda percaya yang bisa memberikan masukan. Apakah hal tersebut hanya perasaan atau bisa jadi memang kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *