Pertimbangan Sebelum Menjadi Freelancer

Beruntunglah Anda jika termasuk pada orang yang tidak kesulitan dalam mencari nafkah. Karena banyak pada saat ini orang yang memiliki lebih dari 1 pekerjaan. Selain bekerja full-time pada satu perusahaan tertentu, orang tertentu juga memiliki pekerjaan diluar jam kerja utamanya baik sebagai pengusaha atau mungkin sebagai seorang freelancer pada perusahaan tertentu.

Namun dapat dipastikan sebagai manusia dengan segala keterbatasannya baik keterbatasan secara waktu, secara fisik juga lama kelamaan akan terkuras karena merasa kelelahan ketika harus bekerja lebih dari jam kerja biasa. Mungkin atas dasar itulah Anda sempat berfikir untuk hanya bekerja sebagai freelancer dan keluar dari pekerjaan utama Anda. Selain kelelahan, gaji yang bisa dicapai ketika bekerja freelance jika diperhitungkan dapat melebihi gaji pekerjaan utama Anda. Selain beberapa hal tersebut, Anda juga tertarik dengan fleksibilitas waktu yang ditawarkan bagi para pekerja freelance.

Benarkah menjadi seorang freelancer full time adalah keputusan yang tepat? Berikut ini beberapa pertimbangan tentang pekerjaan freelance.

Lebih sering bekerja sendiri. Freelance bisa jadi profesi sunyi senyap. Ketika sebelumnya Anda bekerja tepat di tengah keramaian dan hiruk pikuk lingkungan kantor, sekarang Anda bekerja dari rumah, terisolasi dari lingkungan. Jika Anda terbiasa bersama orang lain di sekitar Anda ketika bekerja, pertimbangkan untuk berbagi ruang kerja bersama seseorang atau sewalah kubikel pada virtual office, misalnya.

Tanggung jawab terhadap diri sendiri. Fulltime freelance berarti kamu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan pekerjaanmu lebih dari sebelumnya. Tidak akan ada orang yang terus-terusan memonitor bagaimana pekerjaan Anda.

Berkomitmen dan Disiplinkan diri sendiri. Ketika Anda memulai menjadi fulltime freelance, amatlah menggiurkan untuk bekerja total bahkan hingga larut malam. Tapi ketika tengah malam tiba, kamu sudah semakin lelah dan sulit bangun pagi. Pikirkan, sejak bekerja sendiri, Anda harus bisa mengatur untuk dapat beristirahat cukup. Itulah kesalahan yang umum terjadi. Kalau Anda tidur dan bangun terlambat, seluruh hari akan menjadi kacau. Alih-alih bekerja pagi hari, Anda melakukannya pada malam hari. Bukan hanya tidak sehat, tapi membuat seluruh waktu Anda untuk bekerja dan memaksa terjaga.

Langsung berhubungan dengan klien. Ketika berinteraksi dengan klien, Anda harus sopan, lugas, dan memudahkan dalam berkomunikasi.  Tak ada celah untuk kesal atau sarkas, meski mereka tampak mengerikan untuk diajak bekerja sama. Pikirkanlah ini: klien Anda sekarang adalah bos dan Anda harus memperlakukan mereka dengan baik.

Belajar bernegosiasi sendiri. Ketika kerja kantoran, Anda dibayar dengan gaji tetap setiap bulan dan ada kenaikan setiap tahun, asuransi kesehatan, tunjangan cuti, dan fasilitas lainnya. Ketika menjadi freelance, pendapatan Anda tergantung dari tarif dan tak ada fasilitas apapun. Gagal bernegosiasi menyebabkan Anda akan mentok di tarif rendah dan tak akan ada seorang pun yang membantu menaikkannya.

Jangan Sampai Dikuasai Emosi Negatif. Freelancing tak memberi Anda penyangga untuk melawan klien pemarah, tuntutan yang gak masuk akal, atau penolakan. Alih-alih mendengarkan kabar dari bos atau teman kerja, Anda akan langsung mendengarnya dari klien. Bijaksanalah ketika menghadapi masalah seperti ini.

Anda Harus Tahu Apa yang Sedang Tren. Sebagai freelancer, Anda harus selalu terdepan yang mengetahui segala hal yang ngetren dan booming. Tapi juga bukan berarti Anda harus wasting time mencoba semuanya, kan? Cobalah untuk mempelajari yang paling memengaruhi pekerjaan Anda dan bagaimana menggunakannya sebagai salah satu keuntungan Anda.

Anda (Tetap) Membutuhkan Dukungan Dari Keluarga dan Teman. Sebelum  memutuskan untuk menjadi freelancer, pastikan sudah mengantongi dukungan dari keluarga. Semuanya akan terasa berat ketika sebagian waktumu dihabiskan untuk bertemu klien dan mengkhawatirkan rapat yang tak kunjung usai. Kalau Anda tak mendapatkan dukungan keluarga stress akan terasa lebih menyakitkan. Teman-teman adalah sumber dukungan terbaik setelah keluarga. Mereka dapat membantu mempromosikan jasa dan mereferensikan kepada kenalan mereka jika mencari seorang freelancer.

Selamat mengambil keputusan 😉

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *