Pertimbangan Menjadi Agen Asuransi

Pertimbangan tentu saja diperlukan bukan hanya pada saat Anda memilih produk asuransi yang tepat apalagi sebagai konsumen agar uang yang Anda investasikan pada perusahaan asuransi tersebut tidak terbuang sia-sia. Tetapi juga, pada saat Anda memutuskan untuk membuka usaha atau memulai bisnis sebagai seorang agen asuransi. Agen asuransi dikenal juga sebagai salah satu bisnis yang membutuhkan modal yang sedikit atau jika memang Anda berniat, bisnis ini bisa dilakukan tanpa modal untuk menggambarkan betapa bisnis ini bisa dilakukan dengan modal yang memang sedikit. Karena pada dasarnya, menjadi agen asuransi adalah tentang sejauh mana keahlian Anda dalam merayu konsumen agar mengikuti perusahaan asuransi tempat Anda bekerja.

Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki tujuan/visi atau hal lainnya yang menurt Anda sesuai dengan kepribadian / kebutuhan / apapun yang Anda inginkan dari perusahaan tersebut. Agar ketika memasarkannya kepada konsumen, Anda sendiri merasa nyaman ketika menjelaskannya dan hal tersebut dapat membantu bagi Anda agar konsumen juga merasa percaya dengan apa yang Anda jelaskan.Tujuan berasuransi jiwa adalah melindungi kesehatan, kehidupan, kekayaan, dan aspek keamanan keuangan para nasabah/pemegang polis. Umumnya, seorang agen asuransi jiwa menjual satu atau beberapa tipe/jenis program asuransi, antara lain program asuransi tradisional, program asuransi unit link, program asuransi syariah,atau program asuransi sederhana. Nah, bagaiamana baiknya agar pesan tersebut tersampaikan dengan baik kepada konsumen.

Apapun jenis program asuransi yang dijual, Anda harus memenuhi kualifikasi tertentu sebagai bekal agar Anda berhasil meniti karier sebagai agen asuransi jiwa. Umumnya, usia dan pendidikan belum menjadi prasyarat mutlak untuk berprofesi sebagai agen.Faktanya,ada beberapa perusahaan yang menerapkan batasan usia dan pendidikan tertentu untuk profesi tersebut. Meski demikian, prasyarat tersebut bisa digantikan bila seorang kandidat mampu menunjukkan bukti keahlian di bidang penjualan pada jenis pekerjaan yang sebelumnya ditekuni. Apa pun bidang pendidikan, bila Anda bertekad untuk menekuni karier sebagai agen asuransi jiwa yang profesional, Anda harus memenuhi prasyarat untuk memenuhi standar memiliki lisensi agen asuransi.

Ikuti berbagai pelatihan yang baik bagi karir Anda ketika menjadi seorang agen asuransi. Baik pelatihan tersebut berasal dari perusahaan tempat Anda bekerja maupun pelatihan yang Anda cari sendiri. Selain itu, setelah dinilai berpengetahuan asuransi yang memadai, perusahaan dapat mendaftarkan agen untuk mengikuti ujian sertifikasi sesuai jadwal yang diinginkan pada lokasi di mana agen berada. Perusahaan bisa memilih ujian secara elektronik atau ujian dengan menggunakan kertas dan pensil.Keunggulan ujian secara elektronik adalah hasil ujian akan diumumkan segera setelah ujian selesai. Jadi, pengetahuan yang memadai akan sangat berguna bagi Anda.

Nah, mengapa harus sampai repot-repot seperti itu untuk menjadi seorang agen asuransi? Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda ketika memutuskan untuk menjadi seorang agen asuransi.

Agen asuransi akan mendapat gaji (meskipun terbilang kecil) dan akan mendapat persen berupa bonus ketika ada konsumen yang bersedia menjadi peserta asuransi pada perusahaan tempat Anda bekerja. Maka dari itu, penghasilan dari seorang agen asuransi tergantung pada seberapa banyak konsumen yang bersedia menjadi peserta asuransi, semakin besar pula bonus yang akan Anda peroleh. Tidak seperti menjadi seorang karyawan yang mendapat gaji tetap perbulannya, menjadi seorang agen asuransi akan bisa mendapat uang lebih banyak dari seorang gaji karyawan tetap, tentu saja dihitung berdasarkan kemampuan Anda per-harinya dalam mendapat konsumen. Sehingga, kemampuan seorang agen asuransi dapat diperhitungkan tidak seperti karyawan tetap yang digaji tetap meskipun kemampuannya kadang naik dan kadang turun.

Pertimbangan berikutnya adalah apa yang kita kerjakan sebagai agen adalah sebuah pekerjaan yang mulia dan bisa membantu banyak orang. Mengapa? Karena jika ada nasabah yang ambil polis dengan kita, di kala dia terjadi musibah misalkan sakit dan butuh biaya berobat yang besar, dia tidak perlu sampai harus pinjam ke orang lain dana untuk berobat tersebut karena kita bisa membantunya mencairkan dana klaimnya untuk berobat. Begitu juga jika yang terjadi adalah pencari nafkah dalam keluarganya terjadi kondisi tutup usia atau meninggal dunia, maka sebagai agen asuransi, kita bisa datang dan memberikan dana untuk anak dan istrinya sehingga bisa melanjutkan kehidupan mereka seperti sedia kala tanpa harus menjual asset-asset rumah, mobil dan sebagainya untuk menutupi biaya hidup keluarga.

Pertimbangan yang ketiga adalah kita punya waktu yang fleksible untuk bekerja jika berkarir sebagai agen asuransi.
Sebab tidak ada ikatan waktu kerja yang mengikat. Tidak perlu absen setiap hari. Tidak perlu ijin juga kalau ada keperluan lain. Tidak terikat juga dengan jadwal rutin harian. Sehingga kita bisa mengerjakan tugas dan tanggung jawab sebagai agen dimana saja di seluruh Indonesia.

So, Anda tertarik untuk menjadi agen asuransi?

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *