Perdagangan Saham untuk Pemula

Anda adalah seorang pemula yang ingin berinvestasi pada saham? Semua sah-sah saja untuk dilakukan, asal anda memilik pengetahuan yang cukup sebelum mulai melangkah. Pengetahuan anda itu adalah bekal awal untuk mengambil keputusan-keputusan penting anda untuk memulai investasi. Dan bila anda menemukan artikel ini, berarti anda telah melakukan hal yang tepat yaitu mencari informasi awal. Maka teruslah baca artikel ini untuk mengetahui hal mendasar apa yang dibutuhkan bagi pemula untuk investasi saham.

Artikel ini akan menginformasikan kepada anda mengenai perdagangan saham untuk pemula. Paling tidak ada dua poin besar yang kami sampaikan, yaitu mengetahui profil risiko dan hal teknis yang anda lakukan untuk bisa bertransaksi. Berikut penjelasannya:

:: Mengetahui Profil Risiko

Setiap profil risiko memiliki kecenderungan produk investasi yang berbeda. | via ifpc.kontan.co.id

Bagi anda yang adalah seorang pemula untuk melakukan investasi saham, pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah mengukur diri kita terleih dahulu. Dalam istilah investasi saham, kita perlu melihat bagaimana kondisi profil risiko kita. Profil risiko ini menunjukkan seberapa berani seseorang menghadapi risiko yang timbul ketika menempatkan dana untuk diinvestasikan. Biasanya profil risiko dimasukkan dalam tiga kategori: konservatif, seimbang, dan agresif.

Profil risiko konservatif adalah jenis dari mereka yang tidak ingin nilai uangnya turun sama sekali. Dengan kata lain, orang-orang yang termasuk dalam profil risiko konservatif ini enggan mengambil risiko investasi. Mereka yang termasuk dalam golongan konservatif ini biasanya adalah investor pemula ataupun mereka yang sudah mendekati pensiun. Karena biasanya mereka memilih investasi dengan risiko kecil, maka keuntungan yang akan diraih juga biasanya kecil. Produk investasi yang kemudian banyak dipilih oleh golongan ini adalah emas, reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi, dan produk lain yang punya risiko rendah.

Profil risiko seimbang (atau moderat) adalah jenis bagi mereka yang ingin hasil investasi mereka melampaui tingkat inflasi. Mereka tidak takut dengan penurunan nilai uang, asal ada kemungkinan untuk meningkat kembali dalam waktu yang tak lama. Sebagian besar masyarakat yang berinvestasi masuk dalam profil risiko ini. Berbeda dengan sebelumnya, profil risiko seimbang ini lebih mau untuk mengambil risiko. Maka produk investasi yang biasanya dipilih adalah saham atau reksa dana saham, tapi ada juga yang memilih reksa dana campuran.

Baca: Risiko dan Kelebihan Reksa Dana

Sedangkan profil risiko agresif ini adalah mereka yang tidak merasa takut kalau investasinya mengalami penurunan. Tentu saja mereka bisa menghitung berapa return yang bisa mereka dapatkan dengan risiko yang termasuk besar bagi mereka. Misalnya, mereka justru berebut memasuki pasar ketika sedang ‘babak belur’ karena harganya sedang sangat rendah. Maka dapat dipahami bahwa golongan ini biasanya diisi oleh mereka yang sudah sangat berpengalaman dalam investasi, punya pengetahuan, dan punya dana yang cukup.

:: Beli Saham, Apa Langkah Awalnya?

Anda perlu mendaftarkan diri di lembaga ini untuk bisa membeli saham. | via www.satuharapan.com

Untuk bisa membeli saham, pertama-tama kita harus mendaftarkan diri ke dalam salah satu pialang atau broker yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari mana kita bisa tahu daftar pialang yang ada? Kita bisa membuka situs www.idx.co.id untuk melihatnya. Sebenarnya dibutuhkan kecerdasan dan pengetahuan tersendiri untuk bisa mengetahui mana saja pialang yang memiliki reputasi yang baik untuk menunjang pencapaian tujuan kita. Pasalnya ada beberapa perusahaan pialang yang tidak hanya punya reputasi buruk, tetapi juga ilegal. Itulah pengetahuan yang perlu dimiliki oleh pemula sebelum memutuskan untuk membeli saham yang ada.

Biasanya ketika anda mendaftarkan diri ada beberapa dokumen yang perlu anda persiapkan. Beberapa yang perlu disiapkan sejak awal adalah kartu identitas resmi (biasanya KTP), kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan juga anda akan diminta untuk mengisi beberapa formulir yang telah disediakan. Kemudian anda diminta untuk menandatangani surat perjanjian yang berisi soal hak dan kewajiban anda dan pialang. Tahap terakhir dari tahap awal ini adalah menyetorkan sejumlah dana ke rekening yang telah anda buat di perusahaan pialang tadi.

Demikian dua hal penting yang bisa kami sampaikan. Tetaplah ikuti artikel kami mengenai investasi saham, reksa dana, serta hal-hal lain yang terkait di dalamnya. Selamat berinvestasi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *