Perbedaan Bunga Tetap (Fixed) Dan Bunga Mengambang (Floating)

Bila anda pernah melakukan pinjaman dari bank tentunya tidak asing dengan istilah bunga mengambang ataupun bunga tetap. Istilah ini memang kerap digunakan untuk transaksi kredit yang merupakan salah satu sumber pendapatan dari bank. Tentunya dalam kedua jenis istilah ini memiliki perbedaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Pihak bank biasa menggunakannya untuk kepentingan hutang nasabah.

Bunga Tetap dan Mengambang

Bagi anda yang belum paham mengenai perbedaan bunga diantara keduanya berikut ulasannya:

Sumber:http://bincangpajak.com

Sumber:http://bincangpajak.com

a. Bunga Tetap

Bunga tetap memiliki suku bunga yang nominalnya tidak akan berubah-ubah dan selalu sama bahkan di masa depan. Hal ini sangat baik bagi anda yang menginginkan informasi keuangan yang jelas. Ada bisa memprediksi kebutuhan atas bunga di masa depan dengan menggunakan bunga tetap. Anda dapat mengatur pengeluaran yang akan dikeluarkan di masa depan ketika hendak berinvestasi. Bila suku bunga sedang rendah tentunya para kreditur harus rela gigit jari jika menggunakan bunga tetap untuk hutangnya. Pasalnya mereka tidak dapat mencicipi keringanan dalam membayar bunga.

Tak jarang selisih suku bunga ini terpaut tinggi dan mampu menimbulkan kerugian. Jika suku bunga sedang naik tentunya memilih bunga tetap merupakan pilihan yang sangat tepat. Bisa dikatakan resiko dari utang dengan bunga tetap lebih kecil ketimbang bunga mengambang.

b. Bunga mengambang

Suku bunga bank sering kali mengalami fluktuasi dan berimbas pada besarnya bunga yang haus dibayar kreditur. Bagi anda yang memilih bunga mengambang pastinya memimpikan untuk mendapatkan suku bunga yang rendah agar bunga bank untuk hutang juga ikut turun. Suku bunga ini umumnya mengacu pada suku bunga bank Indonesia. Sayangnya suku bunga di Indonesia lebih sering naik ketimbang turun. Hal ini tentu saja berdampak resiko yang tidak sedikit dan perlu persiapan yang matang. Tingkat naik turunnya suku bunga ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah.

Contohnya saja ketika pemerintah hendak menekan pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia dengan cara memperketat persyaratan untuk kredit motor maka suku bunga bank juga akan berdampak kenaikan. Bila pemerintah hendak menurunkan suku bunga perumahan tidak jarang pihak pemerintah akan memberikan subsidi untuk mendongkrak turunnya suku bunga mengambang untuk kredit perumahan rakyat atau KPR.

Bila disuruh memilih antara bunga bank tetap dan mengambang tentunya memerlukan waktu dalam menganalisis. Anda harus melihat reaksi pasar dan segala isu yang terjadi pada saat itu dan segala kemungkinan di masa depan. Seumpama saja dalam transaksi kredit perumahan yang menggunakan sistem bunga tetap dan mengambang. Suku bunga ini juga memiliki korelasi berbanding terbalik dengan harga saham yang kini banyak beredar.

Maksudnya ialah bila harga saham sedang naik maka suku bunga bank sedang mengalami penurunan. Jika suku bunga bank naik maka harga saham sedang turun. Hal ini pun dibaca investor untuk aman berinvestasi seperti ketika suku bunga naik maka akan banyak investor memilih investasi deposito. Jika harga saham mengalami kenaikan investor akan berinvestasi dalam bentuk saham. Ada pula faktor lain yang mempengaruhi suku bunga yakni tingkat suku bunga international, tingkat diskonto juga dapat mempengaruhi suku bunga bank.

Suku bunga bank juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap surat berharga seperti obligasi yang saat ini banyak beredar. Hal ini pula yang membuat rasio utang pada perusahaan perbankan memiliki sensivitas tinggi. Bagi anda yang memiliki tanggungan berupa hutang bank haruslah cermat dalam memutuskan. Jangan mudah tergiur dengan suku bunga yang rendah sehingga prediksikan segala kemungkinan yang ada.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *