Perbedaan Bank Umum dan BPR

Setelah mengetahui perbedaan bank konvensional dengan bank syariah, maka dalam artikel ini akan kita jelaskan perbedaan bank umum dan BPR. Sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, bank memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam suatu negara. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, bank juga berfungsi untuk menunjang pembangunan nasional melalui pemerataan pembangunan, peningkatan taraf hidup rakyat termasuk mendukung stabilitas nasional.

Di Indonesia, kita mengenal 2 jenis bank yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Meski kedua bank ini sudah ada sejak lama, namun banyak orang yang belum memahami arti dan perbedaan Bank Umum dan BPR. Nah, bagi Anda yang belum paham arti dan perbedaan keduanya, Anda bisa menyimak ulasan singkat berikut ini.

Pengertian Bank Umum dan BPR

Sebelum membahas lebih jauh tentang perbedaan Bank Umum dan BPR, kita harus tahu dulu apa pengertian keduanya.

Bank Umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha dalam bentuk konvensional atau berdasarkan prinsip syariah dengan menyediakan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Tugasnya antara lain menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan biasa, giro, tabungan berjangka, sertifikat deposito dan bentuk lain yang dinyatakan sama.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha dalam bentuk konvensional atau berdasarkan prinsip syariah serta tidak ikut memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Tugasnya antara lain menghimpun dana dari masyarakat ke dalam bentuk tabungan, deposito dan bentuk lainnya yang disamakan dengan itu.

Setelah mengetahui pengertian Bank Umum dan BPR, selanjutnya kita akan membahas perbedaan keduanya secara terperinci.

Perbedaan Bank Umum dan BPR

1. Tugas Bank Umum

  • Memberikan kredit

  • Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan

  • Menjual, menjamin sekaligus membeli atas resiko sendiri berdasarkan kepentingan nasabah maupun perintah dari nasabah itu sendiri yang meliputi obligasi, surat pengakuan hutang, surat wesel, sertifikat Bank Indonesia, surat dagang berjangka beserta surat berharga lainnya.

  • Menerbitkan surat pengakuan hutang

  • Menerima pembayaran atas tagihan surat berharga

  • Menempatkan dana, meminjamkan dana atau meminjamkan dana kepada bank lain melalui surat, wesel atau sarana telekomunikasi yang lain.

  • Menyediakan tempat penyimpanan surat-surat berharga dan barang

  • Melakukan kegiatan valuta asing

  • Pengurus dana pensiun berdasarkan peraturan UU

  • Melakukan hutang piutang

  • Melakukan kegiatan penitipan berdasarkan suatu perjanjian atau kontrak untuk pihak lain

2. Tugas Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

  • Memberikan kredit

  • Menghimpun dana masyarakat ke dalam bentuk simpanan yang berupa tabungan, deposito berjangka dan lainnya yang dinyatakan serupa

  • Menawarkan penempatan dana serta pembiayaannya melalui prinsip syariah berdasarkan peraturan Bank Indonesia

  • Menempatkan dana berbentuk sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, tabungan bank lain dan sertifikat deposito

Hal yang tidak boleh dilakukan oleh BPR adalah :

  1. Melaksanakan penyertaan modal

  2. Menerima simpanan dalam bentuk giro

  3. Melaksanakan usaha asuransi

  4. Melaksanakan kegiatan usaha berbentuk valuta asing

  5. Turut menjalankan lalu lintas pembayaran

3. Kesimpulan

Berdasarkan data tentang perbedaan Bank Umum dan BPR diatas, dapat kita simpulkan bahwa Bank Umum memiliki fungsi sebagai pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran baik dalam negeri maupun luar negeri. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat dan berbentuk simpanan yang berupa tabungan, deposito berjangka, giro, sertifikat deposito dan simpanan berbentuk lainnya yang dinyatakan sama.

Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat tidak diperkenankan melakukan kegiatan dalam valuta asing, kegiatan asuransi, penyertaan modal serta menerima simpanan dari nasabah berupa giro.

Demikian ulasan singkat mengenai perbedaan Bank Umum dan BPR di Indonesia. Semoga Anda lebih memahami perbedaan keduanya dan lebih bijak mengetahui tujuan kegiatan finansial yang akan Anda lakukan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *