Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Beberapa tahun belakangan produk keuangan yang menggunakan sistem syariah, termasuk asuransi syariah, mengalami kemajuan yang cukup pesat. Masyarakat luas banyak yang kemudian memilih asuransi syariah dibandingkan menggunakan asuransi konvensional yang banyak sekali ditawarkan oleh perusahaan keuangan.

Sebenarnya apa perbedaan mendasar yang ada pada kedua jenis asuransi ini? Artikel kali ini akan memberikan gambaran kepada anda beberapa perbedaan mendasar tersebut. Semoga bermanfaat dan bisa anda jadikan bahan pertimbangan.

#1 Pengelolaan Dana Asuransi

Perbedaan pertama ini seringkali dianggap sebagai perbedaan utama pada asuransi syariah dan asuransi konvensional. Pada dasarnya pada setiap asuransi akan terkumpul sejumlah dana dari nasabah asuransi tersebut. Sebagaimana namanya yang menggunakan istilah Syariah, investasi dana pada asuransi syariah hanya diperkenankan untuk ditanam pada instrumen-instrumen modal yang berbasis syariah. Apa saja ketentuannya? Tentu ada banyak, tetapi pada dasarnya harus bebas dari unsur haram. Pada pengelolaannya juga harus menjauhi unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (judi), dan riba. Hal-hal semacam ini tentu saja tidak ditemui pada pengelolaan dana asuransi konvensional. Pendekatan yang dipakai memang berbeda, bisa dilihat dari sisi agama ataupun sisi finansial. Dari sisi agama tentu saja sudah mutlak, sedangkan dari sisi finansial setiap jenis asuransi memiliki kelebihan dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.

#2 Pengelolaan Risiko

Selain terletak pada pengelolaan dana asuransi, pengelolaan risiko juga menjadi satu dasar yang membedakan. Pada asuransi syariah, pengelolaan risiko dijalankan menggunakan prinsip sharing of risk di antara peserta asuransi. Sedangkan pada asuransi konvensional dilakukan berdasarkan prinsip transfer of risk dari pemegang polis kepada perusahaan. Hal ini berimbas pada bagaimana cara kerja klaim asuransi. Pembayaran klaim asuransi syariah diperoleh dari dana tabarru’ dari seluruh peserta asuransi. Sedangkan pada asuransi konvensional, pembayaran klaim diperoleh dari rekening dana perusahaan.

#3 Akad yang Berlaku

Secara ringkas, akad yang berlaku pada asuransi syariah berdasarkan prinsip tolong menolong (akad takaful). Sedangkan akad yang diterapkan asuransi konvensional berdasarkan jual beli (akad tadabuli). Akad takaful ini diterapkan melalui dana tabarru tadi. Jadi peserta asuransi saling berbagi risiko atau menanggung risiko bersama. Ketika ada peserta yang mengalami kerugian, dana tersebut yang digunakan untuk menanggungnya. Sedangkan pada asuransi konvensional, dana yang (telah dan/akan) dibayarkan oleh nasabah asuransi itulah yang digunakan untuk menanggung kerugian yang barangkali menimpa dirinya. Dari sudut pandang ini, kebutuhan akan kehadiran orang lain sangat terasa pada asuransi syariah.

#4 Pembagian Keuntungan

Asuransi erat kaitannya juga dengan fungsi investasi—meski tak selalu demikian. Perbedaan mendasar dari dua jenis ini adalah pada asuransi syariah keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan dana tadi kemudian dibagikan antara perusahaan dengan nasabah. Hal ini sesuai dengan prinsip syariah yang diturunkan dari ajaran Islam. Besarannya adalah sesuai dengan proporsi yang telah disepakati pada awal. Sedangkan pada asuransi konvensional, keuntungan dari pengelolaan dana itu tentu saja tidak dibagikan kepada nasabah. Dengan kata lain keuntungan itu seutuhnya menjadi milik perusahaan asuransi.

#5 Dana Hangus

Kita mengenal beberapa model asuransi konvensional yang mensyaratkan dana hangus ketika tidak digunakan untuk membayar klaim. Namun tidak semua asuransi konvensional demikian, tergantung pada kebijakan perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut. Sedangkan asuransi syariah sama sekali tak mengenal dana hangus. Setiap nasabah asuransi syariah yang tak melanjutkan pembayaran premi dan mengajukan pengunduran diri sebelum jatuh tempo dapat mengambil dananya kembali. Pada umumnya tidak semua dana diambil, karena ada s ebagian kecil dana yang diikhlaskan untuk tabarru tadi.

Demikian beberapa perbedaan mendasar dari asuransi syariah dan konvensional. Setiap jenis ini memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing yang perlu anda pertimbangkan sebelum anda berniat untuk mengambil salah satu atau keduanya.

 

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *