Penyebab Kegagalan Wirausaha dan Solusinya

Pada masa sekarang ini cukup banyak orang yang memilih untuk berwirausaha, entah wirausaha itu sebagai satu-satunya sumber pendapatan atau sebagai bentuk usaha yang dimiliki untuk menambah pendapatan selain dari pekerja kantoran (pegawai atau karyawan). Macam dari usaha yang dijalankan juga bervariasi, ada yang dalam bidang makanan, fashion, sampai usaha dalam bentuk waralaba. Pilihan untuk berwirausaha tersebut tentunya akan menghasilkan sesuatu, yakni mendatangkan keuntungan atau justru kerugian.

Pelajari-Penyebab-Kegagalan-Wirausaha

Wirausaha

Ya, menjalani atau menekuni sebuah usaha memang bukan sesuatu yang mudah. Dalam menjalaninya anda akan dihadapkan dengan banyaknya tantangan. Ketika tantangan tersebut datang maka anda harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan usaha yang telah anda bangun. Namun realitanya tidak semua pelaku usaha akan terus berjuang atau bertahan dalam menghadapi tantangan yang menghampiri, banyak juga yang akhirnya memilih untuk menutup usahanya. Sesungguhnya apakah yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha itu sendiri? Apa yang menyebabkan para pebisnis kalah dengan tantangan yang menghampiri? Lalu solusi atau langkah seperti apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Pembahasan kali ini semoga dapat membantu anda menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

1. Tidak Ada Kejelasan Usaha

Poin pertama ini merupakan sesuatu yang paling penting dan mendasar ketika anda membuka usaha. Pada banyak orang yang berwirausaha, visi-misi, tujuan di dirikannya usaha, bahkan prosedur produksi sampai pelayanan kepada konsumen masih belum jelas. Tidak hanya itu saja, aspek passion atau keahlian yang dimiliki tidak dipertimbangkan, yang dipikirkan pokoknya usaha tersebut memberikan keuntungan besar. Hal itu lah yang menyebabkan kegagalan dalam menjalankan usaha, hal dasar yang seharusnya sudah dirancang sedemikian rupa sejak awal namun luput dari perhatian anda.

Selalu tentukan visi-misi, tujuan usaha, serta prosedur produksi sampai pelayan yang jelas sejak awal memutuskan membuka usaha, dengan begitu anda beserta karyawan akan terus bekerja sesuai dengan acuan tersebut dan lebih tersistematis. Kemudian terkait dengan passion dan keahlian, memang tidak salah jika menjalankan usaha yang tidak ada hubungannya dengan passion atau keahlian anda, akan tetapi ingaat bahwa pekerjaan yang dijalani tanpa adanya rasa kesukaan atau sesuai dengan passion maupun keahlian yang dimiliki pada faktanya cukup sulit untuk dijalankan. Kalau sudah terlanjur bagaimana? Tenang, masih bisa anda siasati, yakni dengan banyak berdiskusi dan mencari informasi dari orang lain yang sudah lebih berpengalaman dalam bisnis tersebut.

2. Perencanaan Keuangan yang Buruk

Penyebab kegagalan berwirausaha yang kedua adalah karena anda tidak bisa mengatur keuangan untuk usaha anda. Ada dua jenis yang dapat menyebabkan kegagalan tersebut, pertama yakni kurang modal namun anda tetap memaksa segera menjalankan usaha atau sesungguhnya ada modal namun anda terlalu membelanjakan barang-barang yang sesungguhnya tidak terlalu dibutuhkan dalam usaha anda. Nah untuk hal ini anda harus benar-benar bisa memilah-milah. Jika anda merasa bahwa modal masih belum mencukupi jangan paksakan untuk segera membuka usaha. Sebenarnya boleh saja anda menjalankan usaha dengan modal yang tidak banyak, namun anda harus benar-benar memiliki strategi, salah satunya bisa seperti tidak merekrut karyawan terlebih dahulu atau hanya merekrut satu orang untuk membantu.

Kemudian jika modal yang dimiliki cukup banyak, anda harus bisa mengaturnya juga. Contohnya seperti membeli barang kebutuhan usaha yang diperlukan saja dan jangan langsung yang terlalu mahal. Memang hal tersebut sebagai bentuk nilai jual, namun pintar-pintarlah juga untuk mencari barang yang bagus, tahan lama, namun di dapatkan dengan harga yang tidak membumbung tinggi. Akan lebih menguntungkan bukan? Uang sisanya dapat anda jadikan uang cadangan ketika terjadi sesuatu di luar dugaan terkait usaha anda.

3. Pelayanan Buruk

Satu kasus, ketika anda berkunjung ke dua rumah makan dengan jenis menu dan rasa enak yang sama kemudian merasakan dua atmosfer yang berbeda apa yang akan anda lakukan? Atmosfer pertama yakni anda dilayani oleh pegawai yang ramah, murah senyum dan sopan. Atmosfer kedua yakni anda dilayani oleh pegawai yang jutek, cuek, dan suka marah. Yap, tentu anda akan lebih memilih untuk berkunjung lagi ke rumah makan yang pertama. Tanpa disadari bentuk pelayanan terhadap konsumen mempengaruhi kesediaan mereka untuk kembali mengkonsumsi produk usaha anda. Coba bayangkan jika ada orang yang benar-benar mementingkan kualitas pelayanan terlebih dahulu dibandingkan rasa atau keunikan produk, sekalipun produk anda memiliki rasa enak, unik, dan menarik maka orang tersebut akan lebih memilih ke tempat lain yang tidak kalah dengan produk anda. Sayang sekali bukan jika seperti itu? So, mulai tata pelayanan terhadap konsumen, mulai dari diri anda sampai pada karyawan-karyawan anda.

4. Kurangnya Promosi/Pemasaran Produk

Jangan pernah meremehkan hal yang satu ini, usaha anda tidak akan berjalan tanpa adanya konsumen. Jika anda hanya melakukan promosi di awal kemudian selalu menunggu datangnya konsumen tanpa berusaha memasarkan lagi sama saja anda tidak mengembangkan usaha anda, justru kegagalan yang akan menghampiri. Siapkan strategi-strategi promosi. Anda dapat selalu update usaha anda melalui banyaknya media sosial yang sekarang tengah menjamur atau bisa juga memberikan promo diskon di beberapa momen (seperti satu bulan sekali). Dengan begitu orang akan lebih tau dengan produk anda bukan, yang baru mengetahui pun bisa ikut membeli produk anda juga.

5. Produk Tidak Menjual

Untuk yang satu ini juga cukup sering di temukan. Anda terlalu memaksakan kehendak anda pada produk yang anda jual tanpa melihat pangsa pasar. Padahal kesukaan orang berbeda-beda bukan? Coba lakukan mini riset atau poling tentang pangsa pasar anda. Cari sebanyak mungkin informasi apa yang sedang hits di masyarakat. Kemudian sesuaikan produk anda dengan pangsa pasar tersebut, dengan begitu para konsumen akan lebih datang kepada anda.

6. Gegabah/Terlalu Cepat Mengembangkan Usaha

Anda baru satu bulan membuka usaha kemudian sudah membuka cabang usaha lagi di tempat yang lain, wah itu namanya anda hanya buang-buang uang people! Kesabaran dalam berwirausaha itu penting lho, jangan gegabah untuk mengembangkan usaha anda. Amati dahulu usaha yang baru anda buka, bagaimana respon masyarakat atau para konsumen, apa masukan dari mereka, inovasi seperti apa kira-kira yang diinginkan oleh mereka. Ketika usaha anda tersebut sudah cukup ramai sekali dan benar-benar diminati oleh masyarakat, baru lah anda bisa berpikir untuk membuka cabang lain atau membuka usaha dengan jenis yang lainnya.

7. Tidak Memiliki Rencana Darurat/Cadangan

Satu hal terakhir ini jarang dilakukan oleh setiap orang yang berwirausaha namun ternyata cukup mempengaruhi usaha yang dijalankan lho. Seringkali ditengah berjalannya usaha terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan sang pendiri tidak memiliki rencana cadangan untuk mengatasi, akhirnya yang terjadi gulung tikar dengan usaha yang dijalankan. Anda tentu tidak ingin mengalami hal itu kan? Maka dari itu selalu pikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada usaha anda dan pikirkan pula solusi untuk mengatasinya, anda bisa juga menyisihkan sebagian pendapatan dari usaha anda untuk dimasukkan pada kas rencana darurat. Dengan begitu ketika ditengah jalan terjadi sesuatu dengan usaha anda yang terkait dengan finansial anda dapat menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *