Penghasilan Terbatas, Ingin Berinvestasi?

Investasi. Yang menarik dari investasi adalah tidak banyak orang melakukannya. Karena resikonya yang tinggi, kebanyakan orang tidak memberanikan diri terjun ke dunia investasi dan berkecimpung dengannya. Banyak faktor yang membuat orang enggan mengambil resiko uangnya tergerus karena tidak stabilnya pasar dan perekonomian dunia, terutama Indonesia. Salah satu faktor yang paling menonjol adalah pendapatan yang pas-pasan atau terbatas. Lantas, bagaimana dengan masyarakat dengan penghasilan terbatas? Apakah mungkin untuk bisa berinvestasi di dunia saham?

Pertama yang harus ditekankan adalah bukan berapa penghasilan Anda tiap bulannya, tapi bagaimana Anda mengelolanya. Tidak peduli jika Anda berpenghasilan Rp. 15 Juta per bulannya, jika Anda tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka hasilnya akan sama dengan yang memiliki gaji Rp 3 Juta perbulan tapi dikelola dengan baik dan bahkan masih bersisa. Jadi, apakah Anda sudah mengelola keuangan Anda dengan baik? Jika sudah, lanjut ke poin selanjutnya.

Jika memang Anda telah mengelola keuangan dengan baik, poin penting selanjutnya adalah apakah Anda sudah memiliki dana cadangan? Berapapun gaji yang Anda terima, ada baiknya jika Anda bisa memaksakan diri menabungkan berapapun yang Anda bisa sebagai tabungan untuk dana cadangan, just in case terjadi sesuatu dan Anda membutuhkan sejumlah uang. Idealnya, 10-30% dari pendapatan Anda jadikan tabungan untuk dana cadangan. Tapi jika 10-30% sulit bagi Anda maka berapapun akan bermanfaat bagi Anda. Karena idealnya lagi, sebelum berpikir untuk menginvestasikan uang yang Anda miliki Anda harusnya sudah memiliki dana cadangan.

Memang tidak ada salahnya melewatkan step dana cadangan tersebut dan langsung saja menginvestasikan keuangan kedalam bentuk jual beli saham, misalnya karena mungkin dana cadangan tersebut bisa didapat dari pinjaman di masa depan bilamana hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Bisa saja.

Ok, selanjutnya adalah jika memang Anda ingin langsung terjun pada dunia investasi, sebenarnya tidak ada halangan apapun bagi yang ingin berinvestasi. Asalkan manajemen keuangannya baik, semua orang bisa berinvestasi. Baik bagi Anda yang memiliki gaji Rp 1 Juta perbulan, Rp 3 Juta Perbulan apalagi yang sudah diatas Rp 10 Juta perbulannya.

Jika Anda selalu membuat pos kebutuhan perbulannya tentu Anda tahu bagaimana siklus keuangan Anda. Jika belum tahu, maka buatlah pos pengeluaran bulanan dan pelajarilah mulai saat ini. Sebagai gambaran saja, bagi Anda yang berpenghasilan Rp 3 juta perbulannya memiliki biaya hidup rutin hanyalah sebesar Rp 2 juta per bulan (sudah termasuk cicilan). Dan biasanya Anda menghasilkan sisa Rp 1 Juta untuk gaya hidup yang mungkin tidak terlalu penting.

Cobalah untuk mengubah gaya hidup dengan mengurangi konsumsi untuk hal yang sebenarnya masih bisa ditunda (bukan prioritas) dan gunakan untuk tabungan dana darurat hingga investasi. Dengan begitu, Anda sebenarnya bisa mengelola 500 – 800 ribu uang Anda menjadi modal untuk berinvestasi.

Bisakah? Tentu saja. Coba pilih investasi dalam bentuk reksadana. Karena salah satu produk investasi yang dapat dibeli dengan dana minimal adalah reksa dana. Reksa dana adalah suatu produk keuangan berupa wadah yang menghimpun dana nasabah dan dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Reksa dana memiliki beberapa jenis, dari mulai yang risiko rendah hingga risiko yang tinggi. Semakin tinggi risiko investasi, maka Anda juga bisa berharap potensi keuntungan atau imbal hasil yang semakin tinggi juga.

Menurut Prita Hapsari Ghozie, seorang financial planner, berikut beberapa tips untuk Anda berinvestasi di reksadana.

  • Reksa dana dapat dibeli secara online melalui situs perusahaan sekuritas atau pun dapat dibeli via Agen Penjual seperti bank.
  • Untuk membeli reksa dana, Anda harus berusia diatas 21 tahun dan memiliki dana minimal Rp 100 ribu per bulan.
  • Sebelum membeli reksa dana, pastikan Anda mengisi kuesioner profil risiko untuk mengetahui apakah Anda termasuk investor konservatif (penabung tulen), moderat, atau agresif.
  • Tentukan tujuan finansial Anda apakah dana hasil investasi akan digunakan dalam jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.
  • Pilih jenis reksa dana sesuai profil risiko dan tujuan finansial Anda.

Jika Anda baca secara seksama, Lihat poin kedua, dimana untuk membeli reksadana hanya diperlukan dana minimal Rp. 100 ribu perbulan. Anda yang berpenghasilan Rp 3Juta perbulan dan dengan gambaran pengeluaran seperti yang telah disebut, tentu saja bisa mulai berinvestasi dengan jumlah 500-800ribu perbulannya. Hal tersebut juga berguna bagi Anda yang baru saja terjun di dunia investasi. Bisa dibilang, kehilangan uang 500-800ribu pada saat belajar saham tidak akan terlalu memberatkan jika dibanding Anda yang baru belajar saham memberanikan diri meminjam uang tetangga dan berinvestasi dengan nilai 100 juta, misalnya.

Intinya adalah, dengan nilai minimal yang ditetapkan reksadana yaitu sebesar Rp 100 ribu perbulannya, semua orang bisa melakukan investasi sebenarnya. Yang menjadi hambatan adalah, apakah Anda berani menanggung resiko untuk kehilangan sejumlah uang misalnya? Karena itu tadi, investasi merupakan salah satu kegiatan ekonomi dengan resiko paling tinggi karena apa yang Anda investasikan tidak selalu akan mengalami keuntungan tapi juga akan ada kerugian.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *