Penggorengan Saham – Pengaruhnya terhadap Investasi

Mungkin para investor di pasar modal pernah mendengar istilah Menggoreng Saham. Tapi mungkin masih ada yang belum tahu apa yang dimaksudkan menggoreng saham dan bagaimana cara kerjanya  yang akan coba dibahas secara ringkas dalam tulisan ini.

Menggoreng saham atau di luar negeri dikenal sebagai “Stock Cornering” pada dasarnya adalah suatu teknik yang dipakai oleh spekulan untuk mengumpulkan  semua atau sebagian besar  persediaan suatu saham yang ada di pasar (“mengeringkan” persediaan suatu saham) dengan tujuan untuk menaikkan harga saham tersebut sesuai keinginan spekulan tersebut. Hal ini terjadi karena pada saat permintaan atas suatu saham tersebut tetap atau meningkat tapi persediaan saham tersebut tidak ada di pasar, maka otomatis harga akan naik dan spekulan bisa menjual saham tersebut di pasar pada harga yang sudah tinggi.

Ada banyak cara di dalam melakukan penggorengan saham ini. Dalam beberapa kejadian kadang – kadang terjadi kerjasama  antara beberapa pihak misalnya antara perusahaan-perusahaan sekuritas atau malah mungkin pejabat perusahaan yang sahamnya digoreng. Hal ini karena dana yang diperlukan untuk menggoreng saham ini cukup besar. Salah satu cara melakukan penggorengan saham adalah dengan  memanfaatkan “repo” saham yaitu saham yang akan digoreng dibeli sebanyak mungkin terus diagunkan (dengan imbalan biaya bunga), terus dana pinjaman yang didapat dipakai untuk membeli lagi saham yang akan digoreng tersebut, terus di-repo lagi. Proses ini bisa dilakukan terus menerus sampai spekulan bisa memegang mayoritas saham yang akan digoreng.

Setelah itu barulah dilakukan proses penjualan dengan meniupkan issue – issue ke pasar. Selain mempergunakan issue, proses menaikkan harga saham ini bisa juga dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan sekuritas lain, caranya perusahaan sekuritas yang bekerjasama ini melakukan pembelian saham yang digoreng pada harga tertentu yang dibikin terus menerus naik sehingga pasar bereaksi dan permintaan atas saham tersebut meningkat dan hargapun ikut naik. Pada tingkat harga tertentu yang dituju, barulah spekulan melepaskan semua saham yang dipegang. Dan biasanya setelah ini kalau memang fundamental perusahaan yang sahamnya digoreng ini tidak mendukung, maka harga sahamnya akan jatuh. Dan pemegang saham terakhir akan mengalami kerugian.

Penjelasan di atas  hanya salah satu dari berbagai teknik yang dijalankan oleh para spekulan di pasar modal. Namun biasanya saham yang sering digoreng adalah saham –saham yg pemainnya tidak banyak atau saham – saham kelas dua atau tiga yang harganya masih murah, dan investornya masih sedikit sehingga memudahkan spekulan untuk memborong dan mengendalikan harga karena volumenya tidak terlalu besar. Tapi biasanya aksi goreng saham ini akan sulit terjadi pada saham-saham “blue chip” atau saham – saham yg pemegangnya merata dari banyak pihak atau tidak dikuasai oleh satu golongan saja.

Pada dasarnya proses menggoreng saham di atas adalah tindakan melawan hukum di beberapa negara dan para pemainnya bisa dikenakan hukum pidana. Berbagai bursa di dunia sudah memiliki beberapa mekanisme untuk mencegah aksi goreng saham ini, tapi di dalam prakteknya kadang-kadang masih ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh para spekulan. Kadang-kadang, beberapa otoritas bursa “menyetujui” praktek goreng saham ini, dengan tujuan untuk mendapatkan fee transaksi. Karena suka atau tidak, praktek menggoreng saham ini ikut menaikkan volume transaksi perdagangan di bursa saham.

Sebagai investor dengan dana yang terbatas, sebaiknya berhati – hati dan mencermati praktek penggorengan saham ini. Investor seharusnya tidak selalu mengikuti histeria pasar. Jadi kalau misalnya ada suatu saham yang harganya mendadak naik dan banyak diburu oleh investor tapi tidak ada hal – hal signifikan yang menjadi dasar kenaikan serta fundamental perusahaan tersebut tidak mendukung, maka investor harus mengkaji ulang bila bermaksud melakukan investasi dalam saham tersebut karena bisa jadi saham tersebut sedang digoreng oleh spekulan. Bila investor ikut main pada saham yang sedang digoreng, maka dia tidak memiliki informasi pada tingkat berapa saham tersebut akan dilepas semua oleh spekulan utama dimana setelah melewati posisi tersebut biasanya harga saham tersebut akan langsung jatuh dan investor yang telah terlanjur melakukan investasi akan mengalami kerugian.

Karena itu sangat penting bagi investor untuk melakukan analisa terhadap kinerja perusahaan yang sahamnya akan dibeli dan tidak hanya berdasarkan histeria pasar saja. Dengan cara seperti ini akan diketahui pada tingkat berapakah nilai wajar dari saham perusahaan tersebut sehingga tidak gampang terjebak pada aksi menggoreng saham. (Armen Antonius)

|

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *