Pengertian Redenominasi

Baru – baru ini Indonesia kembali hangat dengan berita akan diadakannya Redenominasi. Sebenarnya wacana ini telah beredar lama sejak beberapa tahun yang lalu, dan kini telah diadakan pembahasannya di DPR .Lalu apa itu Redenominasi? Redenominasi dalam bahasa Indonesia berarti penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi , jumlah satuan moneter yang sama perlahan – lahan memiliki daya beli yang melemah. Misalnya harga poduk dan jasa yang harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar. Ketika angka – angka ini semakin membesar, ini akan mempengaruhi transaksi harian dan ketidaknyamanan bagi konsumen saat membawa lembaran uang yang harus dibawa.

Redenominasi 

Pihak berwenang dapat memperkecil masalah ini dengan redenominasi, yaitu satuan yang baru menggantikan satuan yang lama dengan sejumlah angka tertentu. Dari satuan lama di konversi menjadi 1 satuan yang baru. Redenominasi biasanya merupakan bilangan positif kelipatan 10, seperti 10, 100, 1000, dan seterusnya. Prosedur ini disebut dengan “penghilangan nol”

Sumber : http://photo.kontan.co.id/

  • TUJUAN REDENOMINASI

Adapun tujuan dilakukannya redenominasi oleh sebuah Negara , karena untuk mempermudah berbagai kegiatan yang berhubungan dengan transaksi keuangan. Dengan adanya redonimasi , akan lebih sederhana dalam pencatatan keuangan baik dalam usaha bisnis maupun penyusunan anggaran Negara . Untuk perdagangan luarnegeri, kredibilitas mata uang Negara dimata dunia bisameningkat. Dan dengan begitu neraca perdagangan Negara bisa menjadi lebihbaik.

  • DAMPAK DARI REDENOMINASI

Namun ada beberapa dampak yang tentu saja akan dirasakan dari redenominasi ini. Walaupun dampak yang akan timbul sebagian tidak akan berpengaruh besar pada ekonomi mikro, karena daya beli masyarakat tetap akan sama . Alangkah lebih baiknya, pemerinyah juga mengantisipasi dampak negatif yang bisa saja terjadi jika sebuah Negara terburu – buru melakukan kebijakan ini. Seperti Negara Rusia, Argentina, Brasil, Zimbabwe, dan Korea Utara yang dinilai gagal melakukan redenominasi mata uang negaranya. Sedangkan di Indonesia sendiri dampak – dampak yang kemungkinanberpotensi, diantaranya :Jika pemerintah terlalu terburu – buru melakukan redenominasi akan menyebabkan kurangnya waktu sosialisasi pada masyarakat. Apalagi untuk masyrakat yang kurang terjangkau oleh media massa dan instansi pemerintah, serta yang daerahnya cukup sulit diakses oleh transportasi darat.

Mereka mungkin saja panik saat bertransaksi,sedangkan tidak mengerti jika mata uang sudah di redenominasi,mereka akan mengira bahwa nilai mata uang mereka dipotong. Selain itu kemungkinan terjadi kekacauan dan high cost adjustment pada kalangan pengusaha. Dengan adanya redenominasi , pengusaha juga harus beradaptasi . Seperti mengubah sistem pencatatan yang sudah terkomputerisasi dengan nominal yang baru. Kemudian berbagai pembukuan yang sudah ada harus dilakukan pula penyesuaian, belum juga penyesuaian untuk menu harga yang sudah ada. Membesarnya potensi inflasi di masadepan secara teknis. Karena sebelumnya gerakan inflasi bisa bergerak hingga di desimal terakhir. Misal harga bisa terekam naik di Rp. 1.100 menjadi Rp. 1.156. Jika sudah di redenominasi, angka digit paling akhir tidak akan terekam lagi. Harga yang tadinya Rp. 1,10 akan menjadi Rp. 1,16 .

  • SARAN

Agar redenominasi berhasil, setidaknya harus dilakukan dalam kondisi keuangan Negara yang stabil. Dan juga harus dilakukan secara perlahan – lahan, selasnjutnya dapat mencetak mata uang baru dengan tetap menggunakan model lama tapi memasukkan nilai yang baru. Setelah masyarakat memahami dan mengerti tentang redenominasi ini, barulah bisa dicetak uang kertas seri baru atau bentukbaru. Namun apa pun kebijakan pemerintah, selama itu meningkatkan keuntungan bagi Negara dan menambah keefisienan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi, sebagai rakyat kita juga harus mendukung kebijakan ini. Akan tetapi pihak berwenang juga harus memikirkan terlebih dahulum apakah Negara benar – benar membutuhkan untuk redenominasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *