Pengaruh Perdagangan Internasional Terhadap IHSG

Investasi, seperti halnya berdagang tentu saja diharapkan dapat mendatangkan keuntungan. Namun, keuntungan tidak bisa serta merta didapatkan begitu saja. Selain ditentukan oleh faktor internal perusahaan seperti kualitas produk, pelayanan dan lainnya, faktor eksternalpun juga tidak kalah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi keutungan tersebut.

Sama halnya dengan berinvestasi, dalam hal ini di dunia saham. IHSG, Indeks Harga Saham Gabungan terutama di Indonesia selain dipengaruhi oleh faktor-faktor internal perusahaan tempatnya berinvestasi, pergerakan keuntungan/kerugiannya sangat sensitif terhadap pergerakan yang terjadi sebagai faktor eksternal. Misalnya ekonomi makro ataupun perubahan pola perdagangan dalam negeri yang kemudian membebaskan pasarnya atau sering disebut dengan perdagangan internasional.

Telah banyak penelitian baik yang dilakukan profesional maupun mahasiswa sebagai tugas akhirnya, ekonomi makro ini dipercaya menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pergerakan IHSG bahkan bisa dikatakan IHSG ini bergerak secara sensitif terhadap pengaruh yang datang dari faktor eksternal seperti ekonomi makro dalam hal ini misalnya inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana dengan perdagangan internasional? Apa dan bagaimana pengaruhnya?

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Mengapa perlu adanya perdagangan internasional? Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

Perdagangan internasional yang sudah terlihat sejak beberapa tahun pergerakannya di Indonesia, akan semakin bebas apalagi di awal tahun 2015 mendatang terutama semenjak pemerintahan semakin gencar menggandeng pihak asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Dengan banyaknya investor asing yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, diharapkan akan berpengaruh terhadap berbagai sektor seperti terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi tinggi sehingga mendatangkan keutungan bagi perusahaan-perusahaan dalam hal ini perusahaan yang go public.

Percaya atau tidak, IHSG berpeluang bertahan positif jika didorong aksi beli signifikan terutama oleh investor asing.

Dengan demikian, diharapkan perdagangan internasional yang pada akhirnya menarik minat investor asing untuk melakukan investasi di Indonesia mendatangkan dampak positif terhadap nilai saham perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Terlepas dampak positif tersebut akan sekaligus besar atau sedikit demi sedikit menjadi bukit.

Karena diharapkan dengan adanya pergerakan dalam hal ini penguatan ekonomi di Indonesia akan dapat berpengaruh terhadap jumlah pengangguran di Indonesia. Begitupun sebaliknya, jika investor berinvestasi di Indonesia dan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia, diharapkan dapat menguatkan perekonomian di Indonesia.

Itupun, jika perdagangan asing ini benar-benar dikontrol oleh pemerintah dengan baik. Jangan sampai produk-produk yang berasal dari investor asing berperan dominan di dalam negeri dan malah menghancurkan perusahaan-perusahaan dalam negeri. Jika yang diinginkan adalah keuntungan, maka yang ada adalah kerugian akan terjadi dimana-mana.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *