Pendidikan Anak : Ikut Asuransi Atau Investasi Lewat Emas?

Emas, lagi-lagi dengan keuntungan yang bisa bertarung dan tidak terpengaruh terhadap inflasi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Termasuk tentang bagaimana baiknya menangani kepentingan pendidikan anak di masa depan atau kepentingan-kepentingan lainnya.

Sebenarnya, menentukan mana investasi terbaik bagi pendidikan dari kedua pilihan antara mengikuti asuransi atau investasi melalui emas merupakan hal yang sulit dilakukan. Karena itu semua tergantung pada kepentingan, ataupun kondisi keuangan dari pribadi masing-masing. Misalnya, sebagai gambaran. Investasi di asuransi baik bagi pribadi yang misalna tidak bisa menjaga keuangan jika uang tersebut dipegang sendiri karena seperti yang kita tahu, asuransi seperti bersifat wajib dan tidak bisa diambil kapan kita ingin ambil. Sedangkan emas, yang tentu saja bisa kita ambil kapan saja akan menjadi halangan bagi Anda yang kadang tidak bisa menahan diri untuk menggunakan uang pada emas tersebut. Padahal seharusnya emas tersebut dipergunakan dalam waktu yang panjand dikemudian hari.

Hal tersebut merupakan satu gambaran kecil tentang beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih salah satu jenis investasi terutama bagi kepentingan pendidikan.

Emas merupakan salah satu instrument investasi tertua di dunia. Pada zaman dahulu emas dijadikan sebagai mata uang dalam keseharian. Emas merupakan salah satu investasi yang aman karena beberapa keuntungan investasi emas yaitu  tahan terhadap inflasi (zero inflation) dan mempunyai nilai yang relatif stabil serta emas berfungsi sebagai pelindung nilai aset kita.  seperti kita ketahui dibandingkan menempatkan uang kita dalam tabungan yang pasti tergerus inflasi, lebih baik kita tempatkan uang kita dalam investasi emas. Sebagai informasi rata – rata kenaikan nilai emas pertahun adalah 20 persen.  oleh karena itu emas merupakan salah satu investasi yang cukup baik untuk pendidikan anak kita.

Asuransi pendidikan, merupakan kombinasi antara produk asuransi jiwa dan tabungan. Atau dengan kata lain asuransi pendidikan memberikan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi perlindungan atau proteksi dan fungsi investasi. Asuransi biasanya memberikan uang dalam jumlah tertentu jika pihak tertanggung mengalami kematian. Uang yang diberikan oleh pihak asuransi kepada pihak tertanggung biasanya disesuaikan dengan biaya pendidikan anak yang telah disepakati kedua belah pihak dalam polis.

Nah, beberapa orang terutama yang ahli dibidangnya, telah melakukan riset dan membandingkan mana yang terbaik antara kedua jenis investasi tersebut. Menurut pendapat beberapa ahli untuk merencanakan pendidikan anak kita dimasa yang akan datang dibanding produk asuransi, investasi dalam bentuk emas lebih di rekomendasikan. Hasil beberapa riset menunjukan bahwa biaya pendidikan tiap tahun mengalami peningkatan sekitar 15 persen. Dengan angka kenaikan yang cukup tinggi ini, rasanya sulit jika kita mengandalkan asuransi untuk pendidikan, karena nilainya tiap tahun akan tergerus oleh namanya inflasi.

Banyak orang yang berfikir untuk membeli beberapa produk asuransi. Dengan harapan, suatu saat bisa memanfaatkan dana dari produk asuransi itu untuk memenuhi semua kebutuhan biaya pendidikan anak. Namun, jangan lupa akan adanya inflasi yang selalu melekat pada uang. Jadi, walaupun saat ini produk asuransi itu bernilai besar, pada saat dana itu cair –katakanlah 10 tahun dari sekarang—, tetap saja nilainya sudah tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya pendidikan 10 tahun dari sekarang. Artinya, kita tetap harus menyediakan sejumlah uang untuk menutupi kekurangannya pada saat itu. Bisa saja kita tetap mengandalkan asuransi pendidikan yang nilainya sangat besar ketika jatuh tempo sehingga memenuhi kebutuhan pendidikan 10 tahun mendatang. Namun, konsekuensi logisnya, bisa dibayangkan juga berapa premi yang harus kita bayar.

Tetapi, pada dasarnya semua investasi mempunyai keuntungan dan kerugian masing – masing. Kita tidak dapat menentukan instrument yang satu lebih baik dari instrument yang lain. Akhirnya pilihan akan bergantung pada pertimbangan kita masing – masing. Namun, Anda bisa saja menjadikan hal tersebut sebagai referensi Anda untuk akhirnya berinvestasi menggunakan alternatif yang mana.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *