Pendanaan Venture Capital : Apa dan Bagaimana?

Strategi finansial sebetulnya harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Baik perusahaan mikro, kecil, menengah apalagi besar. Karena pepatah dalam bisnis pun mengatakan bahwa Anda harus memperlakukan perusahaan Anda layaknya perusahaan besar untuk menjadikan perusahaan Anda perusahaan besar. Terutama dalam hal finansial. Finansial disini tidak bisa dianggap remeh. Harus diperhatikan alur keluar dan masuknya agar Anda bisa melihat pergerakan usaha Anda. Apakah usaha tersebut menguntungkan atau tidak? sehingga dapat dilakukan analisa mengenai apakah usaha tersebut dihentikan, diperbaiki atau dijual karena masih memiliki harapan untuk maju?

Strategi finansial disini juga diperlukan, apalagi bagi perusahaan Anda yang sudah berada dalam posisi stabil apalagi dalam posisi merangkak maju, terutama perusahaan-perusahaan startup. Kemajuan usaha tersebut mungkin dipengaruhi oleh skill dan seberapa besar usaha Anda dalam mengembangkan usaha tersebut. Dan lama kelamaan tumbuh kebutuhan dimana Anda harus mengembangkan usaha tersebut. Dan biasanya, para entrepreneur yang biasa disebut sebagai risk taker, mengambil cara untuk mendanai perkembangan usahanya melaluiVC (Venture Capital) yang sebenarnya menakutkan apalagi bagi pengusaha yang masih pemula.

Apa sebenarnya pendanaan Venture Capital itu? Investasi, seperti yang telah kita tahu terdapat bermacam-macam jenisnya. Dari mulai melalui deposito, dana pensiun, asuransi, properti, emas, dan aset lainnya. Para investor biasanya menginvestasikan sejumlah uangnya pada jenis investasi tersebut. Singkatnya, untuk VC ini dimana investor biasanya menyalurkan dananya melalui investasi yang tadi disebutkan, mereka memilih berinvestasi melalui pendanaan suatu perusahaan start up. Kebanyakan dari mereka menyalurkan investasi tersebut sebagai dana venture capital.

Investor ini tentu saja akan menginvestasikannya pada orang perwakilan perusahaan atau disini sebagai General Partner yang bisa saja seorang entrepreneur atau mantan entrepreneur, ahli keuangan dan sejenisnya. Seorang GP ini nantinya akan memperhitungkan segala dana yang diperlukan start up tersebut dan membuat memorandum penawaran. Kemudian memorandum tersebut dipresentasikan pada para investor yang berminat menyalurkan dananya tersebut dan menjadi para Limited Partner (LP) untuk kemudian investasi tersebut dikelola oleh seorang GP ini.

Setelah uang dikumpulkan dari dana pensiun dan investor lainnya, dan dana tersebut ?itutup? GP akan mencari kesempatan investasi, atau menurut bahasa mereka ?encari kesepakatan? Mereka akan mencari mulai dari 50 sampai 100 kesempatan untuk didanai dan mendapatkan ekuitas atau saham kepemilikan sebagai gantinya. GP juga akan bergabung sebagai direktur dari perusahaan-perusahaan ini untuk mengelola investasi yang diberikan.

Setelah start up berjalan dan mengalami peningkatan, IPO biasanya segera dilakukan. Terutama ketika para penyalur dana VC ini mendapat imbalan dari apa yang telah mereka investasikan. Sebuah dana venture capital dapat dipertimbangkan aman jika satu per tiga dari perusahaan yang ada di dalam portfolionya menyediakan para partner sebuah strategi ?xit? Dalam kurun waktu 5-7 tahun, waktu tersebut merupakan jangka waktu untuk sebuah standar untuk ‘exit’ sedangkan untuk sebuah dana VC adalah 1- tahun. GP akan mengambil sebuah dana manajemen tahunan sekitar dua sampai tiga persen dari modal yang dimasukkan ke dalam dana venture capital untuk gaji dan biaya lainnya. Mereka juga akan mendapat keuntungan sebesar 20 sampai 30 persen dari ?xit?sebuah startup ?biasanya setelah LP mendapatkan modal mereka kembali.

Jadi, untuk mendapat imbalan dari dana Venture Capital, para Venture Capitalist harus mencari beberapa start up pemenang dan menemukannya secara cepat. Disebutkan bahwa dalam bisnis ini harus tahan dalam pendanaanya. Karena start up yang kalah akan dibiayai lebih sedikit dibanding dengan start up yang menang.

VC biasanya akan menginvestasikan satu per tiga dari dana venture capital dalam tiga tahun pertama. Tergantung dari preferensi VC, uang tersebut dapat diinvestasikan ke dalam tahapan mana saja seperti tahap pendanaan awal (tahap pertama) sampai ke tahap pertumbuhan (seri A dan seterusnya). Sisa dua per tiga dana akan dimasukkan ke dalam tahapan terakhir follow-on untuk perusahaan yang berhasil mendapatkan traksi dan dapat diposisikan dalam sebuah akuisisi atau IPO. Sisanya akan ditinggalkan ke dalam sebuah startup tanpa dikendalikan. Jadi, sebuah startup yang didanai oleh VC pada dasarnya mempunyai jendela waktu selama tiga tahun untuk membesar. GP akan membutuhkan beberapa pemenang awal, sehingga mereka dapat kembali ke LP untuk membuat pendanaan kedua di tengah-tengah usia pendanaan pertama. Dua dana venture capital memberi GP ruang yang cukup leluasa.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *