Arti Bullish dan Bearish

Pasar Bullish dan Bearish mungkin masih terdengar asing ditelinga para pemegang saham pemula ataupun khalayak umum karena pada dasarnya istilah tersebut hanya dipakai sebagai tren di pasar modal saja. Bullish market dan Bearish market berperan penting dalam pergerakan nilai saham dipasar dikarenakan memiliki artian tersendiri.

Arti dari istilah lain dari Bullish market dan Bearish market biasa dikenal secara luas dengan nama Beruang dan Banteng dalam bahasa Indonesia, sebutan tren Pasar Bullish (Uptrend) memiliki makna keadaan saham naik sedangkan Bearish (Downtren) diartikan sebagai keadaan saham turun. Di kalangan penanam saham seringkali membahas mengenai keadaan pasar.

 Pasar Modal

Disinilah peran Bullish dan Bearish dipakai yakni jika nilai ekonomi pasar saham turun maka Bearish market akan turun. Jika nilai ekonomi pasar saham naik maka Bullish market akan naik. Selain itu arti lain dari Bullish / Banteng adalah pembeli dan Bearish / Beruang sebagai penjual. Apabila jumlah penjual lebih banyak daripada pembeli maka pasar saham ini disebut sebagai pasar Bearish, jika sebaliknya dikatakan dengan Bullish market.

Filosofi dari lambang Banteng sendiri berasal dari bahasa Jerman yaitu Bull, banteng ini dikatakan sempurna karena memiliki tanduk mengarah keatas dan menyerang musuhnya kearah keatas dengan tanduknya sehingga hal ini melambangkan kenaikan suatu saham. Sedangkan Beruang memiliki cakar mengarah kebawah dan mencakar/membela diri dari lawannya dengan cara mencakar kebawah yang melambangkan turunnya saham sehingga lambang atau istilah tersebut telah menjadi suatu icon tersendiri bagi pasar saham.

Sumber :http://4.bp.blogspot.com/

Sumber :http://4.bp.blogspot.com/

Dalam artian lain,

– BULLISH MARKET

Ialah keadaan dimana pasar mengalami kenaikan dan menguat dalam jangka waktu tertentu, dan alasan kenaikan pasar saham ini disebabkan oleh pengaruh suatu negara ataupun seluruh Dunia terhadap kondisi ekonominya. Dengan kata lain peran pertumbuhan ekonomi menentukan naik turunnya pasar saham tersebut, entah itu dalam sektor bisnis berkembang ataupun sektor usaha. Pendapatan Bullish market dipengaruhi oleh pertumbuhan laba perusahaan, tingkat pendapatan perkapita, ataupun faktor lainnya. Meski dalam kenaikannya biasanya hanya bertahan tak begitu lama.

– BEARISH MARKET

Terjadi karena kondisi pasar saham mengalami pemelemahan atau tren penurunan dalam jangka waktu tertentu. Jatuhnya pasar saham ini dikarenakan oleh lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia atau suatu negara. Dampak dari terjadinya penurunan ini antara lain, jumlah pengangguran bertambah karena sahamnya turun/jatuh, laba perusahaan tumbuh ke arah negatif dan mempengaruhi defisit neraca perdagangan dunia maupun faktor lainnya.

Kedua tren ini selalu berjalan beriringan dan tak terpisahkan karena tiap Bullish naik maka Bearish selalu mengikuti begitupula sebaliknya. Pergerakan ini menggambarkan dinamika pasar (Market), kecenderungan tren dapat berlangsung berbeda-beda jika dilihat dari berbagai sudut pandang terutama bila dilihat melalui timeframe.

Timeframe berfungsi sebagai pengidentifikasi tren yang sedang berlangsung di market secara teknikal agar memudahkan para pemegang saham dalam memprediksi harga saham yang bergerak selanjutnya. Untuk mengetahui terjadinya pembentukan tren sendiri, kita harus memahami setidaknya lima fase pembentukan. Yang pertama, fase reversal, fase awal, fase pertengahan, fase akhir dan kembali pada fase reversal lagi.

Pengetahuan fase tersebut akan membantu anda ataupun para penanam saham pemula supaya dapat masuk ke pasar saham dalam waktu yang tepat. Sederhananya, untuk memahami tren yang harus diketahui pertama ialah memahami fasenya terlebih dahulu dan memahami ciri-cirinya. Selain itu untuk memudahkan penggambaran kenaikan ataupun penurunan saham sering digambarkan dalam bentuk diagram.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *