Narasi Kerja Keras dari Mereka yang Sukses

Seringkali orang-orang melihat orang sukses dan dengan entengnya mengatakan ?ereka memang berbakat,?atau bahkan menganggap mereka hanyalah orang yang beruntung.

Namun nyatanya, banyak dari mereka memang bekerja jauh lebih keras dari orang-orang kebanyakan. Bahkan anda tidak akan menyangka sekeras itu mereka bekerja untuk mencapai kesuksesan saat ini.

Mulai dari atlet basket Michael Jordan hingga pebisnis besar Howard Schultz, mereka ini dikenal sebagai orang yang bangun subuh dan mulai bekerja ketika orang-orang masih terlelap. Dan mereka tetap bertahan bangun ketika orang-orang sudah terpejam di malam harinya.

Ini adalah soal kerja keras yang bisa dilakukan oleh setiap orang, termasuk oleh anda. Mari kita jadikan orang-orang berikut sebagai inspirasi.

Pemain legenda NBA Michael Jordan menggunakan waktu libur untuk melatih ratusan kali jump shot setiap harinya

Michael Jordan memang dianugerahi kondisi fisik yang luar biasa. Namun pelatih Phil Jackson menuliskan bahwa perlu kerja keras luar biasa untuk membuat Jordan menjadi seorang legenda. Bahkan dikabarkan Jordan sempat ditolak menjadi anggota tim basket saat SMA karena tinggi badannya kurang. Kemudian dia berlatih amat sangat keras supaya tingginya bisa memenuhi standar.

Baca Juga:

Ketika dia telah berhasil dan memasuki laga basket profesional, dia menyadari bahwa kemampuan jump shot-nya tidaklah bagus. Maka dia memutuskan untuk menggunakan waktu libur untuk berlatih ratusan kali jump shot setiap hari hingga dia merasa kemampuannya telah sempurna.

Dalam sebuah bagian di NBA.com, Jackson menuliskan bahwa karakteristik terkuat dari Jordan bukanlah talenta yang dia miliki, melainkan kerendahan hati yang dia miliki untuk menyadari bahwa dirinya harus berjuang secara konsisten untuk menjadi yang terbaik.

CEO Starbucks Howard Schultz kembali bekerja dari rumah setelah bekerja 13 jam seharian

CEO Starbucks Howard Schultz pasti menjadi konsumen yang paling sering dari produk milik perusahaannya sendiri. Bagaimana tidak, jadwalnya yang sangat hiruk pikuk membuat kita sangsi jika dia tak mengonsumsi kopi sedikitpun. Setelah dia bertugas untuk menjadi penjaga perusahaan itu, setiap harinya dia masuk ke kantor pukul 6 pagi dan bertahan hingga pukul 7 malam.

Schultz kemudian mulai berbincang dengan karyawannya yang berada di luar negeri hingga tengah hari di rumah. Dia dikabarkan tetap masuk ke kantor pada hari Minggu dan membaca ribuan email dari karyawannya pada hari Sabtu.

Mark Cuban, pemilik klub Dallas Mavericks, tidak mengambil liburan selama tujuh tahun ketika memulai bisnis pertamanya

Pada awalnya, kisah sukses besar Mavericks bersama pemilikinya Mark Cuban, lebih terlihat seperti sebuah keberuntungan. Dia menjual perusahaan pertamanya ketika nilainya sedang berada di puncak, kemudian dia juga memiliki saham teknologi pada saat yang sangat tepat.

Cuban menulis dalam blognya bahwa diperlukan kerja keras yang luar biasa untuk mendapatkan keberuntungan yang menimpa dirinya. Ketika memulai perusahaan pertamanya, dia secara konsisten bertahan untuk terjaga hingga pukul dua pagi untuk membaca hal-hal baru tentang software. Dan untuk itu dia memutuskan untuk mengambi liburan selama tujuh tahun.

Ryan Seacrest, American Idol, memegang siaran di sebuah radio pukul 5-10 pagi dan menjalankan produksi perusahaan selama tujuh hari dalam seminggu

Seacrest mengatakan dalam the New York Times bahwa ketika dia masih anak kecil, cita-cita yang ingin dia raih adalah menjadi ?em>a classic iconic broadcaster.?Untuk mencapai cita-citanya itu dia mengambil beban kerja yang hampir tidak masuk akal.

Ketika dia menjadi host pada American Idol, Seacrest menghabiskan waktunya tujuh hari seminggu di E!, memegang siaran di radio pukul 5-10 pagi, memegang siaran Today show, menjalankan produksi televisi, dan menerima 300 juta US$ untuk memperoleh dana penyertaan modal usaha. Bila dirupiahkan menjadi sekitar Rp 3,9 triliun.

CEO Nissan dan Renault, Carlos Ghosn, terbang lebih dari 150.000 mil dalam setahun

Carlos Ghosn menjalankan bisnis dari dua perusahaan mobil terbesar di dunia. Dia perlu mengatakan kepada anda bagaimana etos kerja yang dia pegang. Sebuah profil di Forbes mendeskripsikan bahwa Ghosn bekerja lebih dari 65 jam dalam seminggu, menghabiskan 48 jam dalam sebulan di dalam perjalanan udara, dan terbang lebih dari 150.000 mil dalam setahun.

Hasil kerjanya pada perusahaan Nissan sering dijadikan sebagai subjek dari berbagai macam studi kasus. Dalam waktu satu bulan dia membangun sebuah sistem yang mengubah praktik secara komplit, sehingga perusahaan bisa terbantu untuk tidak mengeluarkan energi mental terlalu banyak untuk menyelesaikan perkara.

Pebisnis Hong Kong, Li Ka-Shing, menjadi General Manajer pada umur 19 tahun

Salah satu orang terkaya dia Asia dan seorang figur yang dominan di perekonomian Hongkong, Li Ka-Shing memulai bekerja pada usia remaja untuk membangun kerajaan bisnis bernilai 21 miliar US$.

Sejak berumur 15 tahun Ka-Shing meninggalkan sekolah dan mulai bekerja pada pabrik plastik. Dia mengutarakan kepada Forbes bagaimana dia dengan cepat menjadi seorang salesman, mencapai target penjualan lebih daripada yang lain, dan dengan cepat menjadi General Manajer dari pabrik itu pada umur 19 tahun. Pada tahun 1950 dia memulai bisnisnya sendiri dan melakukan hampir semua yang perlu dikerjakan, termasuk akunting, semua dikerjakan dirinya.

Venus dan Serena Williams mulai memukul bola tenis pada pukul 6 pagi sejak mereka berusia 7 dan 8 tahun

Siapa tidak tahu Venus dan Serena Williams? Dua wanita kekar atlet bola tenis lapangan yang menjuarai turnamen tenis wanita selama beberapa tahun. Rupanya perjuangan keras mereka memang dibentuk gila-gilaan di lapangan.

Sejak usia yang masih muda, sebagaimana dituliskan dalam New York Times, mereka bangun, lalu pukul 6 pagi mulai berlatih di lapangan sebelum berangkat sekalah. Setelah pulang sekolah mereka kembali lagi ke lapangan tenis. Keluarga Williams ini memang mendukung secara penuh kedua orang ini untuk bisa meraih sukses dalam olahraga.

Etos kerja milik Maria Das Gracas Silva Foster, pemimpin Petrobras, dijuluki sebagai ?aveirao? sebutan untuk kendaraan lapis baja yang digunakan polisi di Brazil

Pemimpin perusahaan Brazilian Oil Giant Petroras menghabiskan masa kecilnya dengan mengumpulkan kaleng-kaleng bekas untuk membiayai sekolahnya. Dia memulai magang pada perusahaan tersebut tahun 1978, dan secara cepat menjadi wanita pertama yang memimpin perusahaan terutama pada bagian field engineering.

Bloomberg melaporkan bahwa etos kerjanya yang seakan tak kenal lelah ini kemudian dijuluki sebagai Caveirao, sebuah kendaraan lapis baja yang digunakan polisi di Brazil untuk memberantas kejahatan yang banyak terjadi di sana.

CEO Yahoo Marissa Mayer secara rutin bekerja semalaman selama 130 jam dalam seminggu ketika masih bekerja di Google

Mariss Mayer, CEO baru Yahoo, dikenal karena stamina dan jadwal kerja yang luar biasa. Dia telah bekerja 130 jam dalam seminggu di Google, dan mengatakan kepada Joseph Walker bahwa dia telah mengatur jadwalnya dengan tidur di atas mejanya dan menjadi ?trategic?ketika dia mandi.

Gaya kerja keras luar biasa yang dilakukan Mayer ini memang mengundang kritik dari orang-orang. Kritikannya seputar ?ekerja selama 24 jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu.?Namun hal ini terbayarkan dengan salah satu pekerjaan terbesar dalam perusahaan teknologi.

Kobe Bryant, pemain bintang dari Lakers, mengubah teknik shooting daripada berhenti bermain setelah jarinya patah

Tidak ada pemain basket yang memacu tubuhnya lebih berat dari Kobe Bryant. Sebuah profil di GQ mendeskripsikan bagaimana dia mengubah teknik shooting secara berulang-ulang daripada mengambil waktu setelah jarinya mengalami dislokasi dan patah.

Ketika bertumbuh di sekitaran Philadelphia, ESPN menceritakan bagaiman Koba menghabiskan waktu senggangnya untuk berlatih jump shot di lapangan. Bahkan staf The Lakers menemukan dirinya sedang melakukan hal yang sama pada saat berlatih pada setiap jam baik siang maupun malam hari.

Jamie Dimon, CEO JP Morgan, menghabiskan akhir pekannya untuk menyiapkan kisi-kisi bagi karyawannya pada hari Senin

Meskipun ternodai oleh skandal London Whale, Jamie Dimon telah menjadi satu dari banyak bankir yang dianggap sukses selama satu dekade belakangan.

The New York Times mengungkapkan bahwa Dimon menggunakan waktu akhir pekannya untuk bekerja dengan cara membaca dan menuliskan beberapa pertanyaan yang digunakan sebagai bahan bacaan bagi karyawannya pada hari Senin. Fortume melaporkan bahwa sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk kerja dan keluarga, serta salah satu hobi utamanya adalah mendengarkan musik.

Indra Nooyi, CEO Pepsi, bekerja pada tanah pemakaman sebagai resepsionis sementara dia berkuliah di Yale

Salah seorang wanita yang paling powerfull dan ternama dalam dunia bisnis, pemimpin perusahan Pepsi Indra Nooyi bekerja tengah malam hingga pukul 5 pagi sebagai resepsionis untuk mendapatkan uang ketika dia berjuang mendapatkan gelar master di Yale.

Dalam sebuah wawancara dalam seri pembicara di Pepsi, dia mendeksripsikan bagaimana dia bekerja setiap hari mulai pukul 7 pagi dan pulang sebelum pukul 8 malam, pulang dengan membawa surat-surat yang harus dibawa semalaman, dan berharap ada 35 jam dalam sehari untuk bisa melakukan pekerjaan lebih banyak lagi. Dia mengerjakan semua ini sambil membesarkan dua orang anak perempuannya.

Sir Martin Sorrell, CEO WPP, dikenal sebagai seorang workaholic legendaris sehingga karyawannya bisa mendapatkan email pada jam berapapun di malam hari

The Financial Times mendeskrpsikan CEO dari perusahaan advertising WPP ini sebagai ?em>notorious workaholic and micro manager?karena etos kerjanya yang luar biasa. Dirinya mulai bekerja pada pukul 6 pagi dan seakan tidak pernah berhenti hingga nanti.

Kesaksian seorang klien perusahaannya juga mengatakan bahwa dia mengirimkan pesan kepada Sir Martin ketika dia berada pada zona waktu yang berbeda, kira-kira subuh. Sir Martin dikabarkan merespon pesan tersebut dengan sangat cepat.

Latihan fisik yang dijalankan Roy Halladay, pitcher dari klub Philies, sangat intens hingga yang lain bahkan tidak dapat melakukan separuhnya

Pemenang Cy Young award, pitcher Roy Halladay, adalah salah satu dari orang yang berlatih paling keras dalam olahraga baseball. Berdasarkan Sports Illustrated, dia secara rutin menggunakan waktu 90 menit untuk berlatih fisik sebelum dia dan teman setim berlatih di lapangan.

Salah seorang pelatihnya mengatakan bahwa ketika suatu saat rekan setimnya mencoba untuk berlatih sesuai porsinya, tidak ada satupun yang berhasil menyelesaikan dengan lengkap, bahkan separuhnya pun tidak. Persiapan sebelum dia bermain ini sangat intens sehingga dia sampai memiliki kartu masuk personal untuk mendapatkan fasilitas latihan.

Jeffrey Immelt, CEO GE, menghabiskan 24 tahun untuk bekerja ratusan jam dalam seminggu

Pada artikel di Fortune tahun 2005, CEO GE, Immelt, dideskripsikan sebagai ?he Bionic Manager.?Artikel ini menekankan pada etos kerjanya yang luar biasa, dia bekerja selama 100 jam dalam seminggu selama 24 tahun. Immelt secara tegas membagi waktunya, setiap hari menyelesaikan satu bagian penting dalam bisnis yang dia jalankan.

Aktivitasnya itu dimulai pada pukul 5.30 pagi, setelah dia selesai membaca dan menonton CNBC.

Tim Cook, CEO Apple, secara rutin mengirim email kepada karyawan pukul 4.30 pagi

Bagaimanapun, Steve Jobs meninggalkan ?epatu yang besar?yang perlu diisi oleh Tim Cook. Namun jangan salah, dia memang seorang yang mendapatkan jabatan tinggi itu karena alasan yang kuat. Dia selalu menjadi orang yang workaholic. Fortune melaporkan bahwa dia mulai untuk mengirmkan email kepada karyawan pada pukul 4.30 pagi.

Sebuah profil di Gawker mengungkapnkan bahwa dia adalah orang pertama yang datang di kantor, dan orang terakhir yang meninggalkan kantor. Dia selalu mengadakan pertemuan staf ada hari Minggu malam untuk menyiapkan hari Senin.

Demikian narasi kerja keras yang dijalankan oleh orang-orang sukses. Barangkali ada ungkapan lain untuk mendorong kita bekerja secara cerdas, bukan bekerja keras. Namun kita perlu yakin bahwa kerja cerdas itu akan menemukan kita ketika kita sendiri telah bekerja secara keras. Barangkali yang kita butuhkan memang bisa dicapai dengan cara duduk lebih lama, membaca lebih banyak, belajar lebih sering, memaksa diri untuk tetap terjaga, dan tak lelah memikirkan inovasi dalam bidang yang kita geluti. Selamat bekerja keras!