MMM, Apa dan Bagaimana Menyikapinya

Uang, memang merupakan salah satu masalah yang paling sensitif. Hampir semua orang didunia meng-klaim bahwa dengan uang, semua bisa menjadi lebih baik. Maka dari itu, orang-orang menempuh segala cara untuk mendapatkan penghasilan berupa uang agar dapat bertahan hidup. Mostly tentu saja mencari dengan cara yang halal. Tapi ada juga yang menempuh segala cara, termasuk menggunakan cara yang tidak seharusnya alias tidak halal. Cara-cara tersebut salah satunya adalah dengan cara memperdaya orang lain untuk percaya pada sistem tertentu yang diimingi dengan kata ‘menguntungkan’ padahal sebagian besar dari sistem tersebut adalah penipuan. Kita sering mendengar istilah tersebut dengan sebutan ‘ponzi scheme’.

Penipuan macam itu sedang marak saat ini. Diawal kita ditawari pekerjaan yang sepertinya jelas, tetapi pada akhirnya kita harus membayar dengan jumlah sekian dan pada akhirnya lagi, kita juga harus mencari orang lain untuk ikut bergabung bersama kita. Atau salah satu penipuan yang sedang marak saat ini adalah MMM (Mavrodi Mondial Moneybox) atau dalam bahasa Indonesia sering diberi singkatan ‘Manusia Membantu Manusia‘.

Menurut pengakuan pihaknya, MMM bukan sebuah perusahaan, melainkan komunitas. MMM tidak mengumpulkan dana masyarakat. Uang partisipan tetap ada di rekening mereka masing-masing. MMM cuma membantu para partisipan tersebut untuk membantu partisipan lain yang membutuhkan uang. Adapun Di Indonesia, MMM pertama kali diperkenalkan oleh sejumlah warga negara Rusia sejak Juli 2012. Namun, mereka tidak banyak bergerak karena khawatir MMM akan dianggap menggalang dana dan menipu masyarakat. Selain itu, sistem MMM yang dijalankan dalam bahasa Rusia membuat skema ini pada awalnya tidak berkembang di Indonesia.

Jika belum lama ini MMM masih diragukan antara penipuan berkedok sistem keuangan atau bukan merupakan penipuan, kali ini seperti dapat dipastikan bahwa MMM ini merupakan benar-benar sebuah bentuk penipuan. Betapa tidak, tidak ada jaminan bahwa sistem ini akan bertahan lama hingga semua peserta yang telah PH (Provide Help) atau istilah bagi pemegang uang yang meminjamkannya dan berharap suatu saat untuk GH (Get Help) atau yang merupakan istilah dari pengembalian dana dari yang telah dia relakan sebelumnya sebagai PH. Dan faktanya, saat ini rasio antara para PH dengan para GH sangat berjauhan dimana membuat sistem ini tidak akan berjalan semestinya. Berikut gambarannya.

4966198_201408030744210297

Akan menjadi tidak adil jika peserta yang telah PH ternyata tidak mendapat pengembalian dananya apalagi ditambah dengan imbalan 30%-nya tersebut yang bank resmi pemerintahan manapun belum ada yang memberikan bunga setinggi itu. Hal tersebut pula yang menjadikan MMM ini sebagai salah satu lembaga keuangan yang patut dicurigai sebagai salah satu lembaga yang bermaksud melakukan penipuan dan OJK sendiri sudah memberi masukan bahwa MMM ini tidak direkomendasikan bahkan sudah lama memiliki rencana untuk mempolisikan organisasi tersebut karena dianggap meresahkan.

Menurut info yang beredar saat ini, website dari MMM asli sudah tidak dapat diakses. Hal tersebut menimbulkan berbagai spekulasi, terlebih spekulasi mengenai MMM itu memang terbukti sebuah ponzi scheme. Karena setelah begitu banyak orang yang terjebak dalam hal ini menunggu GH, mereka lari begitu saja.

Untuk itu, jika Anda memang benar yakin pada sistem MMM ini, yakinkan pula diri Anda semenjak awal untuk dapat merelakan jumlah uang tersebut sehingga tidak terlalu kecewa pada akhirnya karena tidak kunjung mendapat GH sesuai harapan. Alangkah baiknya, jika sejumlah uang tersebut dijadikan sebagai jalan untuk membuka usaha sendiri. Hasilnya akan bisa lebih dipastikan. Atau investasikan pada perusahaan/lembaga keuangan investasi lainnya yang dapat dipastikan kebenarannya, legalitasnya agar bisa berinvestasi secara aman dan benar-benar menguntungkan.

Intinya, jangan terlalu terburu-buru apalagi termakan janji keuntungan dengan nilai selangit. Karena bisa-bisa hal tersebut justru menjatuhkan Anda, melalui keuangan Anda.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *