Metode-metode Penilaian/Evaluasi Kinerja Karyawan

Banyak orang yang mengatakan memiliki karyawan itu gampang-gampang susah. Seringkali dibutuhkan seni untuk mengelola dan menilai kinerja karyawan. Meski demikian tetap ada beberapa metode baku untuk menilai kinerja karyawan yang akan kami bagi dalam artikel ini. Setiap metode memiliki indikator yang berbeda dan memiliki kecenderungan terhadap satu sisi. Secara garis besar metode penilaian kinerja karyawan dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu penilaian mengacu pada norma, penilaian standar absolut, dan penilaian berdasarkan output.

Penilaian Mengacu pada Norma

Metode ini disebut-sebut sebagai metode yang paling sederhana karena penilaiannya secara keseluruhan didasarkan pada kinerja yang terbaik. Penilaian dilakukan secara tunggal dan secara subjektif. Beberapa metode spesifik yang berada di bawah metode ini adalah: Metode Ranking?erupakan suatu metode penilaian kinerja yang mengurutkan prestasi kerja karyawan dari yang terbaik hingga yang terendah; disusun secara keseluruhan. Metode Perbandingan Berpasangan (Paired Comparison)?alam metode ini digunakan untuk perusahaan yang memiliki pegawai/karyawan yang sedikit. Metode ini membandingkan individu dengan individu lain, urutan peringkat dapat diperoleh dari berapa kali seseorang terpilih menjadi yang terbaik dari pasangannya Distribusi Paksaan (forced distribution)?etode ini menggambarkan format penilaian dimana penilai dipaksa mendistribusikan karyawan yang dinilai kepada beberapa kategori kinerja. Metode ini digunakan apabila sulit untuk mengurutkan peringkat masing masing karyawan karena ada beberapa karyawan yang memiliki kinerja yang sama.

Penilaian Standar Absolut

Metode ini digunakan untuk menilai kinerja karyawan dengan cara mengkaitkan dan mempertimbangkan beberapa faktor tertentu. Beberapa metode spesifik yang termasuk dalam metode ini adalah: Skala Grafik?etode yang dimulai tahun 1920an ini dimulai dengan kita menentukan dimensi kinerja yang akan dinilai. Beberapa dimensi kinerja yang biasanya dibuat adalah kuantitas kerja, kualitas kerja, kehadiran, loyalitas, kesetiaan, kepribadian, inisiatif, dan sebagainya. Setelah itu anda membuat skala penilaian, misalnya, 5 untuk yang terbaik dan 1 untuk yang terburuk. Metode Kejadian Kejadian Kritis (critical incident)?ejadian kritis merupakan kondisi dimana seorang pimpinan mencatat setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh karyawan yang memengaruhi efektivitas sebuah departemen secara signifikan. Skala Penilaian Berdasarkan Perilaku (Behavioraly Anchored Rating Scales)?etode ini merupakan penggabungan antara metode pendekatan kejadian kritis dengan skala grafik. Dari penggabungan dua metode ini menghasilkan penilaian yang lebih efisien baik bagi karyawan maupun manajer. Bagi karyawan yaitu lebih mudah untuk pedoman memperbaiki kinerjanya, sedang untuk manajer untuk lebih mudah memberikan umpan balik.

Penilaian Berdasarkan Output

Penilaian kinerja pada metode ini lebih mengacu pada hasil pekerjaan namun tidak mengabaikan analisis pekerjaan sebagai dasar penilaian kinerja. Ada 4 jenis dalam metode ini, antara lain: Management by Objective (MBO)?enilai pada metode ini adalah orang-orang yang berpengalaman dan berkinerja tinggi yang dapat mengembangkan strategi mereka sendiri. Cara kerja dari metode ini adalah atasan dan bawahan akan sama-sama melakukan evaluasi atas kegagalan yang mungkin terjadi dankemudian memutuskan sasaran-sasaran baru yang dimungkinkan bagi sasaran yang belum tercapai sebelumnya. Pendekatan Standar Kinerja (Work Standard)?etode ini mengacu pada kinerja karyawan, yakni membandingkan antara kinerja setiap karyawan dengan standar kinerja yang diharapkan. Metode ini lebih menekan pada pengujian kinerja dari masing-masing karyawan. Pendekatan Indeks Langsung?endekatan ini mengukur kinerja dengan kriteria impersonal obyektif, seperti produktivitas, absensi dan keluar-masuknya karyawan. Ukuran-ukuran itu juga dapat dipecah menjadi ukuran kuantitas yang dihasilkan dalam suatu waktu tertentu. Catatan Prestasi?etode ini dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari pakar yang memiliki kompetensi pada bidang yang dinilai untuk menilai kinerja para profesional. Nah, demikian tiga metode besar yang perlu anda kenal ketika anda perlu melakukan penilaian kinerja karyawan. Metode ini dapat digunakan sesuai dengan jumlah karyawan dan kebutuhan anda, mana yang dirasa paling sesuai dengan kondisi anda. Semoga membantu.