Merekrut dan Menilai Kinerja Karyawan Baru yang Efektif

Karyawan adalah ujung tombak dari perusahaan.  Untuk itu diperlukan orang-orang yang benar-benar kompeten sehingga dapat membangun perusahaan menjadi lebih berkembang.

Pada hakekatnya banyak cara untuk melakukan perekrutan dan penilaian kinerja karyawan baru yang efektif. Salah satu diantaranya adalah :

A. Perekrutan karyawan baru
Ada 3 tahapan penting yang harus dilalui menjadi satu proses perekrutan yang utuh dimana untuk mendapat seorang karyawan baru harus memalui :
1. Tahap ratio 20 : 10 artinya dari 20 calon karyawan yang diseleksi dari hasil tes yang dapat berupa tes tertulis maupun lisan, akan dipilih sepuluh untuk maju dalam proses selanjunya (10 lainnya dianggap gagal).

2. Tahap ratio 10 : 5 artinya dari 10 orang yang lolos akan diseleksi lagi 5 yang dinilai lebih potensial yang didapat dari tes lanjutan yang bisa berupa psikotes atau interview lanjutan misalnya dengan manajemen atau user.

3. Tahap ratio 5 : 1 merupakan tahap akhir dimana diantara mereka berlima diseleksi akhir dan  akan mendapat satu calon tunggal yang dianggap paling baik dan layak diberi kesempatan kerja. Biasanya tes akhir bisa dilakukan oleh top level manajemena atu bahkan owner.

Jadi untuk merekrut 1 orang karyawan baru diperlukan 20 orang, dimana 19 orang sisa pada akhirnya tersisih dalam proses perekrutan.

B. Penilaian kinerja karyawan baru
Ada 3 aspek yang penting dalam penilaian kerja terhadap karyawan :
1. Aspek kedisiplinan kerja meliputi loyalitas, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan ketaatan terhadap aturan kerja.

2. Aspek ketrampilan kerja meliputi penyesuaian dengan bidang kerja, penyesuaian dengan lingkungan kerja, kemampuan mengembangkan ketrampilan teknis, dan kemampuan menyampaikan ide atau masukan.

3. Aspek ketrampilan hubungan meliputi sikap mental, ketrampilan berorganisasi, ketrampilan komunikasi, dan ketrampilan memange orang.

Ketiga aspek tersebut akan dinilai secara ritun dengan detail dari masing-masing item yang bisa berubah sesuai dengan kebutuhan. Waktu penilaian yang baik adalah 3 bulan masa percobaan dan seterusnya minimal satu sahun  sekali untuk memantau kemajuan si karyawan.

Setelah ketiga aspek tersebut dinilai maka penilai (biasanya bagian HRD atau atasan) memberi umpan balik yaitu mengevaluasi dan menginformasi kesimpulan yang meliputi hal-hal apa saja yang perlu dipertahankan oleh si karyawan (dianggap sudah memuaskan) dan hal-hal apa saja yang perlu upaya terobosan untuk perbaikan (dianggap belum memadai atau bahkan bersifat negatif).  (Lois Juanita.P)

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *