Meraup Rupiah dari Passive Income

Anda adalah orang yang aktif meraup kekayaan melalui berbagai cara? Bagus! Teruskan usaha anda dengan penuh usaha dan keyakinan, sambil tetap memperbaharui pengetahuan anda soal bisnis, investasi, serta motivasi di website ini. Kali ini kami akan membagikan hal-hal yang perlu anda ketahui soal merapun rupiah dari pendapatan pasif. Apa saja yang akan kita ulas? Mari kita bahas.

Berbagai pakar keuangan bersepakat bahwa salah satu cara termudah untuk meningkatkan kemandirian finansial adalah dengan cara mengkonfigurasi ulang hidup anda sehingga sebagian besar penghasilan anda tidak aktif diterima oleh karyawan anda. Sebaliknya, itu harus datang dari pendapatan pasif.

Pengertian mendasar dari pendapatan pasif ini adalah bahwa uang yang didapatkan ini berasal dari usaha yang kecil atau bahkan tidak sama sekali. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan aliran pendapatan setelah pada awalnya pekerjaan selesai dilakukan.

Beberapa contoh umum dari pendapatan pasif adalah:

  • Sewa dari properti real estate
  • Royalti dari hak paten penemuan
  • Biaya lisensi merek atas karakter atau nama yang sudah anda buat
  • Royalti dari buku, lagu, publikasi, ataupun karya-karya lain yang anda buat
  • Keuntungan dari bisnis yang anda punya; di mana anda terlepas dari tanggung jawab dan tugas sehari-hari dari bisnis tersebut
  • Pendapatan dari iklan di internet dalam blog atau website yang anda miliki sendiri
  • Dividen dari saham, reksa dana saham, atau surat modal berharga lainnya
  • Bunga dari obligasi yang dimiliki, sertifikat deposito, kas dan setara kas lainnya lainnya
  • Uang pensiun yang anda terima setiap bulannya
  • Sisa pendapatan untuk orang penjualan pada akun yang biasanya diperpanjang secara otomatis seperti perwakilan barang olahraga yang mendapatkan komisi pada rekeningnya, membawa beberapa ribu dolar per toko per tahun untuk melayani pelanggan setelah mereka telah dibuka

Alasan anda perlu lebih memilih passive income daripada active income

Pendapatan pasif dalam artikel ini lebih menarik bagi kita lantaran tidak menghabiskan waktu anda. Artinya, anda masih bisa memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang anda nikmati.

Seorang dokter, pengacara, ataupun pengusaha yang sangat sukses sekalipun tidak bisa menyimpan uang mereka begitu saja. Ketika mereka ingin menghabiskan uang mereka dalam jumlah yang sama dan menikmati gaya hidupnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya, mereka harus melanjutkan untuk bekerja dalam waktu yang sama untuk mendapatkan upah yang sama pula. Meskipun sebuah karir yang cemerlang akan membantu anda meraih hidup yang fantastis, aktivitas pekerjaan terus menerus akan membuat anda terlalu banyak berkorban. Tentu saja ini tidak berlaku bagi anda yang memang begitu menikmati pekerjaan anda sehari-hari. Hal yang lebih buruk dari ini adalah ketika anda merasa sudah tak sanggup lagi untuk bekerja, pendapatan anda akan mengecil atau bahkan hilalng sama sekali, kecuali anda masih memiliki sumber pendapatan pasif. Sejauh ini yang seringkali dianggap sebagai pendapatan pasif bagi (mantan) karyawan suatu perusahaan adalah uang pensiun.

Dua tipe besar dari pendapatan pasif

Dari salah satu sumber tulisan ini dipaparkan paling tidak ada dua tipe pendekatan pasif. Perbedaan pendapatan pasif ini dipengaruhi oleh karir anda. Berbagai orang menanggapi dan memperlakukan pendapatan pasif ini secara berbeda, bergantung pada kondisi finansial, talenta, kemampuan, dan kepribadian masing-masing. Kedua kategori dari pendapatan pasif itu adalah:

  • Sumber pendapatan pasif yang membutuhkan modal untuk memulai, mempertahankan, dan bertumbuh
  • Sumber pendapatan pasif yang tidak membutuhkan modal untuk memulai, mempertahankan, dan bertumbuh

Bagi mereka yang memilih untuk berfokus pada kategori pertama dari pendapatan pasif akan membutuhkan uang dalam jumlah relatif besar. Biasanya uang tersebut didapatkan dari pinjaman keluarga, pendanaan dari investor, atau bahkan di antara mereka ada yang punya keberanian untuk meminjam uang dalam jumlah besar untuk pembelian aset-aset yang diperlukan. Cara termudah untuk memahami hal ini adalah seseorang mengambil pinjaman besar dari sebuah bank untuk kemudian membeli sebuah apartemen atau rumah untuk disewakan. Meskipun terdengar mudah dan menguntungkan, metode ini bukannya tanpa risiko. Ketika kita menggunakan uang pinjaman, margin dari keamanan yang kita punya lebih kecil karena kita tidak bisa menyerap tingkat yang sama dari kemunduran pada kondisi sebelumnya.

Contoh lain dari kategori pertama dari pendapatan pasif adalah seseorang yang memiliki saham dalam bisnis yang beroperasi pada pabrik, toko furnitur, atau usaha semacamnya. Usaha ini memungkinkan mereka untuk melakukan ekspansi utang dalam jumlah besar. Metode ini dilakukan oleh manajer toko awal Wal-Mart yang diperbolehkan untuk investasi sebelum perusahaan tersebut melantai di bursa publik seperti saat ini.

Portofolia investasi dengan jumlah yang sangat besar juga dimasukkan dalam kategori pendapatan pasif. Ketika anda memiliki US$10,000,000 alias 10 juta US$ dalam bentuk saham pada suatu perusahaan, anda dapat mengharapakan dividen sebesar 500 ribu US$ dalam setahun. Jumlah ini sangat mungkin diperoleh. Anda bisa menghabiskan waktu sehari-hari anda dengan bermain golf, melukis, menulis novel, anda tinggal menuliskan cek untuk melakukan pembayaran sehari-hari. Masalahnya memang hanya satu, anda perlu untuk memiliki 10 juta US$ terlebih dahulu untuk bisa mencapai posisi seperti ini.

Kategori kedua dari pendapatan pasif adalah pendapatan pasif yang tidak membutuhkan modal awal uintuk memulai, menjaga, dan menumbuhkannya. Seringkali hal ini dianggap sebagai pilihan yang lebih baik bagi mereka yang akan membangun kekayaan mereka dari nol. Hal yang termasuk dalam kategori ini adalah aset yang dapat anda ciptakan misalnya buku, lagu, paten, trademark, situs Internet, komisi, ataupun model bisnis dropship yang kini marak dipraktikkan dalam bisnis online. Dalam bisnis ini anda berperan sebagai orang yang menjual barang milik orang lain kepada pembeli. Anda benar-benar tidak membutuhkan modal untuk membeli grosiran, memproduksi, bahkan membungkus barang tersebut.

Baca: 10 Bisnis Tanpa Modal

Langkah yang sering diambil

Kita tentu masih berharap akan mendapatkan pendapatan pasif dalam jumlah yang relatif besar. Lantas langkah apakah yang paling sering diambil? Yang paling umum dilakukan untuk membesarkan jumlah pendapatan pasif adalah mengambil sebuah pekerjaan utama dan kemudian menggunakan pendapatan per bulan anda untuk membeli aset untuk mendapatkan pendapatan pasif.

Seorang dokter atau pengacara dalam contoh yang tadi disebutkan, bisa menggunakan pendapatan mereka untuk untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan kesehatan yang sedang naik daun. Selain sedang sukses, tentu mereka harus paham pada cara kerja dan produk perusahaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, perekonomian akan membaik, dan catatan saham anda dalam portofolio saham juga akan menaikkan pendapatan pasif yang anda terima. Namun untuk mendapatkan itu semua memang diperlukan waktu yang tidak sebentar. Paling tidak butuh sepuluh tahun untuk dapat merasakan secara utuh bagaimana pendapatan pasif tersebut memperbaiki standar kehidupan anda. Bagaimanapun, cara ini adalah cara yang paling banyak diambil orang untuk memperbaiki bisnis dan kehidupan finansial yang mereka punya, dan memang lebih banyak yang berhasil melaluinya.

Pajak pendapatan pasif

Keuntungan besar dari memasukkan pendapatan pasif adalah seringkali pajak yang dibebankan kepada anda lebih bersahabat dibandingkan dengan pendapatan aktif. Hal ini kedengaran tidak adil, lantaran untuk memiliki pendapatan pasif pun kita tetap harus memiliki modal yang besar. Namun ide ini tetap dilakukan sebagai strategi karena akan mendorong orang untuk berinvestasi pada aset-aset yang akan menumbuhkan ekonomi. Lebih dari itu, investasi yang besar akan memperluas lapangan pekerjaan.

Seorang pemilik bisnis yang bekerja pada perusahaan mereka sendiri, misalnya, harus membayar sejumlah pajak ekstra bila dibandingkan dengan seseorang yang memiliki ketertarikan pasif pada perusahaan. Dengan kata lain, dengan nilai nominal ekonomi yang sama, pajak yang dibebankan pada pendapatan aktif akan lebih tinggi dibandingkan dengan pajak dari pendapatan pasif.

Artikel Terkait