Menghitung Kebutuhan Uang Anda Saat Pensiun

Pembaca yang budiman, berapa usia Anda sekarang?

25 tahun? 30 tahun? Sudahkah Anda memikirkan kebutuhan dana pensiun Anda?

Mungkin tidak bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang memberikan fasilitas tunjangan hari tua. Tetapi, bagi Anda yang tidak, ada baiknya sudah mulai memikirkan mengenai kebutuhan tersebut sedari kini.

Mari kenali kesalahan umum dalam mempersiapkan dana pensiun, supaya hidup Anda tidak merana di hari tua. Pertama, terlambat dalam mempersiapkan. Biasanya orang cenderung tidak memikirkan pensiun ketika usianya masih 20 hingga 30-an tahun, dan baru mulai terpikir akan pensiun di usia 40-an tahun. Padahal, waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan tinggal sebentar, mungkin 10 tahun lebih sedikit.

Kedua, tidak memahami kebutuhan selepas pensiun sehingga dana yang disiapkan terlalu sedikit. Akibatnya, ketika Anda benar-benar tidak bekerja nanti, Anda akan mengalami kesulitan keuangan karena dana yang selama ini Anda sisihkan jumlahnya terlalu sedikit

Saat ini ada banyak aplikasi ?em>financial calculator?untuk mengetahui besaran dana yang Anda butuhkan per bulannya ketika pensiun nanti. Cukup ketikkan kata ?alkulator finansial?serta tambahkan kata ?ensiun?sesudahnya dalam mesin pencari di internet, dan Anda akan menjumpai berbagai versi alat hitung tersebut. Anda tinggal memilih aplikasi versi mana yang menurut Anda paling mudah digunakan, atau paling mendekati dengan kondisi Anda saat ini.

?alkulator finansial?tersebut akan meminta Anda untuk mengisi beberapa hal yang harus diketahui untuk dapat melihat kebutuhan biaya hidup per bulan Anda ketika pensiun nanti. Hal yang harus Anda isi antara lain:

  1. Usia saat ini
  2. Usia rencana pensiun
  3. Asumsi tingkat hasil investasi per tahun (dalam bentuk %)
  4. Asumsi tingkat suku bunga per tahun (dalam bentuk %)
  5. Asumsi tingkat inflasi per tahun (dalam bentuk %)
  6. Kebutuhan bulanan saat ini
  7. Lama masa pensiun
  8. Total Pesangon & DPLK yang diterima saat pensiun

Adapun tiap kalkulator finansial memiliki versi yang berbeda-beda sehingga data yang harus kita isikan juga berbeda-beda. Kita ambil salah satu saja sebagai contoh. Misalnya, usia Anda sekarang 25 tahun, dan berencana pensiun di usia 55 tahun. Sekarang coba Anda cek usia harapan hidup Anda. Menurut data dari Bappenas, usia harapan hidup orang Indonesia tahun 2025 adalah 73,3 tahun. Anda dapat juga memprediksi usia harapan hidup Anda dengan merunut usia kakek dan nenek Anda, bisa jadi usia harapan hidup Anda di bawah rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia, atau justru jauh di atasnya. Untuk mudahnya, kita berandai-andai Anda akan hidup hingga usia 75 tahun. Berarti Anda akan menjalani hidup sekitar 20 tahun selepas pensiun. Biaya bulanan Anda saat ini katakanlah kita bulatkan Rp 4.000.000,00. Jangan lupa masukkan pula asumsi tingkat hasil investasi per tahun, tingkat suku bunga per tahun, dan tingkat inflasi per tahunnya. Jika Anda bingung, cari trennya dari tahun ke tahun.

Data tersebut kemudian kita masukkan dalam kalkulator finansial untuk pensiun, maka inilah perhitungannya:

Usia Anda saat ini 25
Usia rencana pensiun 55
Lama masa pensiun 20
Pengeluaran per bulan Rp 4.000.000,00
Tingkat inflasi (% per tahun) 10
Tingkat suku bunga (% per tahun) 4,75
Asumsi tingkat hasil investasi (% per tahun) 12
Proyeksi pengeluaran Anda di masa depan:
Rp 628.178.482,00 / tahun Rp 52.348.207,00 / bulan
Jika Anda memilih untuk menabung di Bank (deposito misalnya) dengan suku bunga yang telah Anda masukkan sebelumnya (4.75%/tahun) maka tabungan yang harus Anda lakukan dari sekarang:
Rp 319.868.259,00 / tahun Rp 26.655.688,00/ bulan
Jika Anda memilih untuk menempatkan investasi dengan tingkat keuntungan yang telah Anda masukkan sebelumnya (12%/tahun) maka investasi yang harus Anda lakukan dari sekarang:
Rp 38.625.089,00 / tahun Rp 3.218.757,00 / bulan

 

Mudah bukan? Cobalah, dan rencanakan masa depan Anda dari sekarang!