Menghindari Investasi Bodong

Setiap tahunnya selalu ada narasi panjang di media kita soal orang-orang yang merugi mulai dari ratusan ribu hingga miliaran rupiah karena terbujuk oleh tipuan investasi. Tipuan investasi atau sering disebut investasi bodong ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga sampai pelosok-pelosok desa. Itu artinya, orang-orang yang menjalankan aksi penipuan ini semakin gencar memperluas target penipuan mereka.

Pada artikel kali ini anda akan mendapatkan informasi soal bagaimana cara kita menghindari investasi bodong ini supaya kita tidak kehilangan sesuatu yang berarti. Beberapa tips ini adalah sebagai berikut

:: Pakai Cara Instan? Hati-Hati..

Menurut para pakar investasi, banyak sekali orang-orang yang awam di dunia investasi hadir dalam seminar-seminar yang mereka bawakan. Orang-orang tersebut seringkali terlihat memiliki sejumlah dana yang besar tetapi tidak mau repot untuk memelajari investasi. Oleh karena itu mereka lalu lebih memilih untuk memberikan dana mereka kepada seseorang yang tampak lebih mengerti soal investasi untuk dikelola. Lain kata, mereka lebih memilih untuk leyeh-leyeh di kursi sambil menanti keuntungan yang datang dari uang yang mereka titipkan itu.

Tampaknya itu solusi terbaik, tapi tahukah bahwa sebagian besar korban investasi bodong bermula dari seperti ini? Salah seorang pelaku pernah menjelaskan bahwa kuncinya adalah korban memercayai mereka, para pelaku yang tampak paham soal investasi ini. Selain itu, mengelola dana dalam dunia finansial bukanlah hal yang patut disepelekan. Semua itu telah diatur dalam hukum positif. Setiap mereka yang mengelola dana harus memiliki sertifikasi yang jelas dan resmi, jangan asal percaya saja sama orang yang menawari jasa tersebut.

Baca Juga:

:: Mari Berhitung Dengan Logika

Selain tidak mau repot, para awam calon investor itu seringkali terlihat terburu-buru untuk mendapatkan untung besar tanpa mau melihat risiko yang mungkin muncul selama perjalanan investasi. Kebutuhan seperti inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh para pelaku investasi bodong. Mereka kemudian memberikan penawaran yang sangat menarik, dengan keuntungan yang cukup tinggi. Tentu saja mereka menekankan soal hukum utama investasi ?em>high risk, high gain.?Maka orang tidak akan ragu untuk mengeluarkan banyak uang mereka demi mendapatkan keuntungan yang memang sangat menggiurkan.

Maka waspadalah dengan cara melakukan penghitungan dengan logika sederhana saja. Apakah keuntungan yang mereka tawarkan itu masuk akal? Kita tentu patut mencurigai tawaran investasi dengan dana awal yang tidak terlalu besar, tetapi menjanjikan keuntungan besar dalam jangka waktu yang pendek. Namun lebih dari itu, jangan lupakan bahwa investasi bukanlah soal keuntungan saja. Investasi, terutama di pasar modal, juga mensyaratkan kita untuk bersiap terhadap kerugian. Maka jangan hanya berpikir untung berapa dalam setahun, tetapi juga potensi rugi berapa dalam setahun.

:: Periksa Dokumen Perizinan

Sebisa mungkin anda perlu memeriksa dokumen perizinan dari perusahaan atau lembaga yang menawarkan produk investasi kepada anda. Pasalnya kita perlu tahu bahwa tiap lembaga dan produk keuangan harus mengantongi izin resmi dari badan yang berwenang untuk mengurus masalah ini. Lembaga itu terutama yang menghimpun dana dari masyarakat luas. Dan badan yang berwenang untuk mengurus ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Badaan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), dan sebagainya. Mereka harus mengetahui dan mengeluarkan izin bagi setiap lembaga dan produk keuangan yang beredar di masyarakat.

Ketika anda memeriksa dan hanya menemukan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), anda perlu mewaspadai perusahaan atau lembaga tersebut. Pasalnya SIUP saja tidak cukup untuk menjalankan produk investasi, dia bukanlah izin yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang bagi lembaga untuk melakukan penghimpunan dana ataupun mengelola investasi dari masyarakat. Katakanlah kepada lembaga yang menawarkan produk investasi tersebut bahwa anda bukanlah masyarakat yang tak tahu aturan, untuk memercayai hal-hal seperti ini memang butuh bukti supaya ke depan proses investasi akan berjalan dengan lancar.

:: Ketahuilah Skema dan Cara Penjualan Produk

Untuk tips yang ini, anda benar-benar harus bermental peneliti, wartawan investigasi, atau bahkan detektif. Pasalnya anda perlu tahu banyak hal secara detil, rinci, dan anda pahami sepenuhnya. Hal-hal tersebut misalnya mekanisme kerja, penghitungan pembagian keuntungan, dan mekanisme lain. Bagi perusahaan dan produk investasi yang resmi, semuanya itu barangkali sudah diatur dengan jelas, atau bahkan sudah diatur dalam standar operasi yang sudah baku. Begitu pula sebaliknya, ketika anda tidak menemukan mekanisme yang baku soal hal-hal tersebut, anda perlu mencurigai bahwa yang sedang anda hadapi adalah upaya penipuan calon investor alias investasi bodong.

Sebelum anda yakin betul dengan setiap mekanisme kerja yang mereka jalankan, jangan pernah membuat dan menandatangani perjanjian yang resmi dan detil. Tentu saja, jangan juga menyerahkan dana sebelum perjanjian tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak. Anda harus yakinkan diri anda dengan membaca setiap pasal dengan teliti. Diskusikan dan pastikan anda tidak menginterpretasi pasal itu berbeda dengan pihak penjual. Bila diperlukan, anda bisa melakukan perjanjian itu di depan notaris untuk menguatkan status hukum yang ada.

Demikian tips yang bisa kami sampaikan soal menghindari investasi bodong. Satu hal penting, sebagai penutup, yang perlu anda tanamkan dalam diri anda sebelum memulai investasi adalah sikap kehati-hatian. Hati-hati di sini bukan untuk memelihara rasa takut dan mengekang gerak anda, tapi justru untuk menimbang risiko dengan bijak karena masalah finansial bukanlah masalah sepele. Bila anda tidak yakin soal lembaga, anda bisa menghubungi OJK lewat Call Center 1500655 untuk bertanya semua informasi tentang lembaga tersebut. Ada banyak cara untuk berhati-hati sebelum berinvestasi.