Mengelola Perusahaan Keluarga

Terdapat bermacam-macam jenis usaha yang dilakukan dari mulai usaha pribadi, perseroan hingga usaha keluarga. Baik yang telah sukses dilakukan turun temurun maupun usaha keluarga yang baru dibangun. Usaha keluarga merupakan salah satu usaha yang masih menggantungkan kebijakan-kebijakannya kepada sesosok nama yang dibangun berdasarkan silsilah keluarga ataupun berdasarkan kesepakatan bersama antara keluarga dan dimaksudkan untuk bisa digunakan seterusnya dari generasi ke generasi dan jika sukses, usaha tersebut tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga.

Meskipun usaha keluarga ini tidak semua yang pekerjanya adalah anggota keluarga, selama para eksekutifnya masih tunduk kepada seorang yang disebut pemilik tunggal, tetap berlabel perusahaan keluarga. Banyak contoh dari usaha keluarga terutama perusahaan berskala UKM yang memperkerjan orang lain untuk menempati posisi pendukung seperti pelayan, pembersih, kasir, dlsb sementara si pemegang saham tetap berasal dari anggota keluarga, bukan yang berasal dari orang luar.

Perusahaan keluarga, jika dikelola dengan sebaik-baiknya dan menggunakan sistem yang terintegrasi dan ditetapkan dengan fondasi yang kuat dari awal, perusahaan tersebut kemudian akan menjadi cikal bakal perusahaan yang besar dan sukses dari masa kemasa seperti beberapa nama perusahaan besar berikut ini yaitu Sido Muncul, Mustika Ratu, dn masih banyak lagi perusahaan sukses yang berlatar belakang perusahaan keluarga.

Dari beberapa perusahaan keluarga yang besar tersebut, kita sering kali melihat pemilik, pemimpin yang diketahui kesehariannya. Bahkan, ada beberapa yang ikut terjun aktif dikenal para pelanggannya. Mungkin bisa jadi, itu merupakan salah satu pendekatan antara pengelola usaha dengan pelanggan agar tidak ada jeda antara keduanya dan merasa seperti diterima sebagai keluarga. Anda bisa menirunya sebagai salah satu cara pemasaran produk usaha keluarga Anda.

Baik perusahaan yang sedang dalam pengembangan, maupun telah maju sama-sama memiliki masalah dalam hal suksesi. Yaitu tentang siapa yang akan meneruskan usaha yang sudah berkembang tersebut. Hal tersebut tentu saja menjadi pekerjaan rumah/tugas dari para pemegang saham untuk memilih penerus perusahaan yang tepat. Dimana orang tersebut bisa menjaga aturan dasar dari bisnis keluarga tersebut dan menambahkan pemikiran-pemikiran barunya yang tentu saja akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Karena merupakan usaha keluarga, maka seharusnya kandidat terkuat adalah turunan dari keluarga tersebut.

Dalam menemukan kandidat yang tepat ketika menentukan siapa penerus perusahaan keluarga tersebut, mapping sucsession menjadi hal yang utama ketika berbicara tentang suksesi. Dalam proses mapping succession pendiri harus mencari, melatih penerusnya untuk mengambil alih tugas memimpin perusahaan. Perlu Anda ketahui proses mapping succession bukan pekerjaan yang gampang dan bisa diselesaika dalam 1-2 tahun. Mustika Ratu bisa menjadi contoh, dimana pemilik usaha keluarga besar tersebut butuh 25 Tahun untuk menggembleng Putri Kuswisnu Wardani yang kini resmi menjabat sebagai presiden direktur. Pilihan terhadap Putri dan bukan terhadap anak sulungnya, termasuk dalam mapping succession. Perusahaan lain bisa butuh 10 tahun atau 15 tahun tetapi pada dasarnya bukan waktu yang pendek untuk menentukan dan dan menyerahkan perusahaan kepada generasi selanjutnya.

Selain permasalahan tentang suksesi, perusahaan keluarga juga akan mengalami apa yang disebut dengan konflik nilai dari orang tua sebagai pendiri, pemilik atau pemegang usaha sebelumnya belum tentu sesuai dengan konflik nilai atau gaya hidup dari penerus usaha keluarga. Hal baru dalam perusahaan yang dibawa oleh generasi baru, mungkin dianggap sebagai kreativitas namun, hal tersebut mungkin saja dianggap merupakan pelanggaran tradisi dari bisnis keluarga oleh pemilik/pengelola sebelumnya. Sehingga, hal tersebut juga menjadi tugas para anggota keluarga untuk menyelesaikannya. Berhati-hatilah ketika membahas persoalan seperti ini, karena bisa jadi bisnis keluarga yang membutuhkan kerja sama yang tinggi, malah menghancurkan hubungan antara keluarga satu dengan keluarga lain.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *