Mengatasi Penolakan Pinjaman dari Bank

Sulitnya mencari pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mendorong orang untuk mengembangkan kreativitas mereka dan menjadi seorang enterpreneur. Namun, masalah yang sering muncul adalah keterbatasan dana untuk modal usaha. Dalam hal ini, bank adalah salah satu solusi yang kerap ditempuh, sebab bank dapat membantu memberi pinjaman modal usaha bagi para enterpreneur.

Salah satu yang paling populer adalah KTA atau Kredit Tanpa Agunan. KTA merupakan fasilitas pinjaman yang tidak membebani calon nasabah untuk menyiapkan aset yang akan mereka gunakan sebagai jaminan atas peminjaman. Oleh karena itu, keputusan dari bank untuk memberi kredit akan didasarkan pada riwayat kredit dari calon nasabah selaku pemohon.

Salah satu faktor yang menarik dari KTA adalah bahwa pinjaman ini tidak dikhususkan atau diharuskan hanya untuk suatu kebutuhan tertentu saja, tetapi dapat digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh peminjam. Ada bermacam-macam hal yang dapat dibiayai oleh KTA, yang paling umum antara lain untuk modal usaha, berbagai biaya sosial seperti perkawinan dan sunatan, pendidikan, pengobatan, berkaitan dengan kendaraan, dan kebutuhan lainnya yang membutuhkan dana.

KTA menjadi demikian populer sebab ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh oleh peminjam. Selain tidak mensyaratkan jaminan dan kebebasan dalam penggunaan setelah dana tersebut cair, peminjam juga mendapat kemudahan lain seperti syarat-syarat yang mudah dalam pengajuan pinjaman, suku bunga tetap selama masih dalam masa periode cicilan, jangka waktu periode cicilan dapat disesuaikan dengan kemampuan peminjam, mulai 12 hingga 60 bulan, tersedia asuransi (terbatas hanya di beberapa bank tertentu saja), serta batas nominal peminjaman yang lumayan besar, yakni hingga 300 juta rupiah.

Tapi, mencari pinjaman dari bank juga bukan hal mudah. Kerap dijumpai seorang enterpreneur yang telah mempersiapkan segala rencana bisnisnya dengan matang melangkah masuk ke dalam bank dan akhirnya harus keluar dengan tangan hampa. Seringkali yang membuat frustrasi adalah tidak diketahui alasan mengapa peminjaman tersebut ditolak. Oleh karena itu, sebelum Anda mengajukan pinjaman KTA, ada baiknya Anda mengenali dulu hal-hal yang dapat menyebabkan pengajuan kredit Anda ditolak.

1. Besaran kredit

Meskipun Anda memiliki hak untuk menentukan besaran kredit yang Anda butuhkan, tetapi bank juga memiliki sistem penilaian sendiri yang dapat menakar kemampuan Anda untuk mengembalikan pinjaman tersebut, biasanya dihitung dari pemasukan atau penghasilan rutin Anda. Perhitungan ini dilakukan oleh bank sebab kredit yang Anda ajukan merupakan kredit tanpa agunan. Oleh karena itu, bank berhak menentukan plafon yang boleh Anda pinjam, dan menolak pengajuan pinjaman Anda jika jumlahnya dinilai terlalu besar oleh bank.

2. Bank mendapati adanya unsur penipuan dalam data Anda

Jika bank meminta data apapun dari Anda baik itu berupa data diri atau dokumen yang harus Anda sertakan, berilah data yang sebenar-benarnya. Sebab apabila Anda melakukan pemalsuan data atau dokumen dan bank mengetahuinya, maka bank akan langsung menolak pengajuan pinjaman Anda. Hal ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh bank untuk menghindar dari kerugian akibat usaha penipuan yang akan dilakukan oleh calon nasabah. Oleh karena itu, beri data yang sebenarnya dan jangan melakukan manipulasi dalam bentuk apapun, sebab Anda sendiri yang nanti akan rugi meskipun sesungguhnya Anda tidak memiliki niat buruk.

3. Riwayat kredit yang tidak beres

Sebelum memberikan pinjaman pada Anda, bank akan melakukan banyak penyeledikan pada Anda, termasuk terhadap riwayat kredit Anda. Sebuah sistem bernama BI checking memungkinkan bank untuk memperoleh semua riwayat kredit Anda, baik di bank maupun di badan kredit lain. BI checking adalah nama lain untuk Informasi Debitur Individual (IDI) Historis. Dinamakan BI checking karena daftar informasi ini hanya dimiliki oleh Bank Indonesia.

Apabila bank mendapati bahwa Anda memiliki riwayat kredit yang tidak beres, maka hampir dapat dipastikan bank akan menolak pengajuan pinjaman Anda. Oleh karena itu, sebelum Anda mengajukan pinjaman pada bank, sebaiknya Anda melakukan pengecekan BI checking terlebih dahulu. Anda bisa meminta bank tempat Anda mengajukan kredit untuk melakukannya, atau Anda dapat melakukan pengecekan sendiri melalui website Bank Indonesia. Berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pengecekan secara mandiri.

• Buka situs web resmi Bank Indonesia. Pilih Moneter à Informasi Kredit à Permintaan IDI Historis. Di sana akan Anda jumpai form yang harus diisi.
• Isi form tersebut dengan data diri Anda selengkap-lengkapnya. Data yang harus diisikan antara lain nama, alamat e-mail, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, alamat rumah, nomor KTP, nomor telepon, nama ibu kandung, serta alasan Anda mengajukan permintaan IDI Historis.
• Klik tombol kirim. Anda dapat menunggu balasan dari BI sekitar 4 hari hingga 1 minggu. Balasan tersebut akan dikirim ke e-mail Anda (yang sudah Anda isikan di data diri Anda sebelumnya)
• Dalam balasan tersebut Anda akan mengetahui riwayat kredit yang pernah Anda ajukan sebelumnya. Apabila BI menyatakan nama Anda tidak tercatat, itu berarti Anda belum pernah melakukan kredit sebelumnya. Atau, mungkin Anda pernah melakukan kredit namun di badan kredit yang tidak tercatat di BI.

4. Dokumen cacat

Ada banyak hal yang menyebabkan dokumen-dokumen yang Anda ajukan sebagai syarat dinilai cacat. Hal yang paling umum terjadi adalah tidak terbaca. Hal ini bisa disebabkan karena kesalahan dalam penggandaan (kesalahan dalam proses fotokopi), atau dokumen Anda memang sudah rusak (lusuh, atau pernah basah, dimakan rayap, dan lain sebagainya). Kemungkinan lain adalah KTP atau identitas diri lainnya yang ternyata sudah tidak berlaku, sehingga sudah tidak dapat digunakan lagi.

Oleh karena itu, pastikan Anda menyiapkan dokumen tersebut dengan cermat. Periksa baik-baik apakah ada yang tidak terbaca dan identifikasi masalahnya, apakah karena dokumen tersebut rusak atau masalah dalam penggandaan. Perhatikan pula dokumen-dokumen yang memiliki masa berlaku tertentu, jangan sampai menggunakan dokumen yang sudah kadaluwarsa.

5. Verifikasi yang gagal

Verifikasi yang gagal adalah hal lain yang dapat menyebabkan kredit Anda ditolak. Biasanya terjadi karena nomor telepon yang Anda cantumkan dalam data diri Anda tidak dapat dihubungi. Atau bisa juga alamat yang Anda cantumkan salah atau tidak sesuai dengan dokumen. Proses verifikasi merupakan proses penting yang dilakukan oleh bank untuk melakukan deteksi terhadap kemungkinan penipuan atau pemalsuan yang dilakukan oleh calon peminjam. Oleh karena itu, pastikan nomor yang Anda cantumkan dalam data diri Anda adalah nomor yang aktif dan dapat dihubungi, dan alamat yang Anda tuliskan adalah alamat yang sebenar-benarnya, sesuai dengan dokumen yang Anda lampirkan.

Jika pengajuan pinjaman Anda tetap ditolak oleh bank, jangan berputus asa. Jangan pula meminjam uang dari lintah darat, sebab selain liar, lintah darat juga menerapkan bunga yang sangat tinggi. Solusinya, Anda dapat mengajukan pinjaman ke Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Apa itu Lembaga Keuangan Bukan Bank?

LKBB merupakan badah usaha dalam bidang keuangan yang melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat. LKBB sebenarnya ada dalam berbagai bentuk, tetapi ada dua yang dapat membantu memberikan kredit kepada masyarakat umum. Apa saja?

• Kospin (Koperasi Simpan Pinjam)—Koperasi ini menerima simpanan anggotanya dan memberi pinjaman pada anggota lainnya yang membutuhkan, tentu disertai dengan keringanan bunga. Selain sebagai saranya menyimpan dan meminjam uang bagi para anggotanya, koperasi ini memang bertujuan untuk mencegah anggotanya terjerat ulah lintah darat.

• Pegadaian (Perusahaan Umum Pegadaian)—Merupakan perusahaan umum milik pemerintah yang bertujuan memberikan pinjaman uang bagi yang membutuhkan. Besaran pinjaman dihitung berdasarkan nilai dari barang yang digadaikan (barang jaminan). Barang tersebut tentunya adalah barang yang berharga seperti perhiasan (emas, batu mulia), barang elektronik, serta aset seperti kendaraan, tanah serta bangunan.

Jadi, jangan menyerah ketika pengajuan kredit Anda ditolak oleh bank. Anda dapat membenahi faktor penyebab penolakan yang kemungkinan memang berasal dari Anda, atau beralih saja ke lembaga keuangan bukan bank yang sekiranya juga dapat membantu Anda. Sebab, di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *