Mengapa Menjadi Wirausahawan?

Sebagian dari Anda mungkin bertanya, mengapa orang-orang yang telah sukses menjadi pengusaha memiliki pemikiran awal untuk menjadi seorang pengusaha? Apa yang sebenarnya menjadi motivasi mereka untuk beradu nasib lewat usaha yang dirintisnya tersebut hingga mengalami jatuh bangun berkali-kali tapi tidak sama sekali merasa kapok untuk kemudian menjadi pengusaha? Mengapa tidak bekerja di salah satu perusahaan saja? Mungkin, bisa dibilang itu lebih instan dan mendapat penghasilan tetap yang dapat diperhitungkan tiap bulannya.

Sayangnya, pemikiran hingga kemampuan tiap manusia pasti berbeda-beda. Jika Anda berpikir demikian, mungkin ‘tadinya’ Anda cocok sebagai pekerja di perusahaan lain. Tetapi, dengan mencari referensi tentang apa yang menjadi motivasi para pengusaha untuk menjadi pengusaha, mungkin saja bisa mengubah pola pikir seseorang ketika berfikir bahwa menjadi pekerja lebih baik daripada menjadi pengusaha yang memulai usahanya dari mulai kecil-kecilan.

Namun, jangan salah. Ketika memilih menjadi pekerja di perusahaan lain, hal tersebut juga tentu akan menjadi sebuah bekal yang berharga bagi perjalanan Anda menjadi pengusaha nantinya. Sehingga, ketika Anda telah merasa cukup bekerja di suatu perusahaan dan memiliki bekal untuk kehidupan beberapa tahun ke depan, mengapa tidak, untuk membuka usaha sendiri dan menuangkan kemampuan yang selama ini Anda abdikan di perusahaan tempat Anda bekerja, kepada perusahaan Anda sendiri? Dengan kemampuan tersebut, bisa dipercaya bahwa Anda memiliki kemampuan baik ketika perusahaan dalam keadaan terpuruk apalagi ketika perusahaan yang Anda kelola tersebut maju. Intinya adalah, pahit manis hasil kerja keras tersebut Anda rasakan sendiri.

Berikut beberapa motivasi yang mungkin membantu Anda memutuskan untuk menjadi wirausahawan.

Anda bisa menjadi seorang yang bebas. Bebas disini adalah tidak lagi terikat waktu datang/pulang kerja, tidak lagi diikat oleh deadline pekerjaan yang jika tidak diselesaikan akan kena marah bos dan membuat mood Anda jelek satu hari penuh, atau alasan-alasan lainnya.

Menjadi bos. Jika selama ini Anda menjadi karyawan dan harus berhadapan dengan bos ketika melakukan kesalahan, maka dengan membuka perusahaan sendiri, Anda bisa menjadi bos. Mengalami sendiri memuji karyawan yang bekerja dengan baik, hingga menghukum karyawan yang melakukan kesalahan.

Anda bisa lebih fleksibel. Dalam artian, ketika keluarga Anda misalnya membutuhkan bantuan untuk mengantar ke suatu tempat, tidak memerlukan waktu lama karena Anda tidak harus izin bagian HRD atau atasan Anda untuk kemudian bisa keluar dari kantor dan mengurus urusan keluarga yang mendesak.

Bekerja dimana saja yang Anda inginkan bisa menjadi salah satu motivasi Anda membuka usaha sendiri. Ingin bekerja di sebuah pulau dan memperhatikan usaha Anda dari jauh, melalui internet/telpon/media komunikasi lainnya dan terus berhubungan dengan manajer Anda. Tentu bisa 🙂

Hal terbesar yang menjadi motivasi Anda membuka usaha sendiri adalah ketika perusahaan tersebut membuahkan hasil yang sangat besar. Maka keuntungan tersebut pun Anda nikmati sendiri. Terlebih perasaan bangga Anda ketika perusahaan Anda mendatangkan keuntungan yang besar. Mungkin perasaan tersebut lebih hebat ketimbang Anda mendapat pujian atau berupa bonus dari bos Anda ketika bekerja pada perusahaan lain. Apalagi jika jumlahnya Anda dapatkan lebih singkat dibanding menunggu satu bulan dari gaji yang Anda dapatkan. Namun, selain keuntungan, tentu saja ketika perusahaan Anda mengalami masalah dan Anda dapat menyelesaikan masalah tersebut. Hal tersebut juga akan menjadi sebuah kebanggaan sekaligus perjalanan berharga bagi perjalanan kehidupan Anda baik kehidupan pribadi maupun perjalanan perusahaan yang Anda bangun.

Jadi, sudah tertarikkah Anda dengan menjadi seorang wirausahawan? Apapun itu, hal yang terbaik untuk Anda hanya Anda yang tahu. 😉

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *