Mengapa Kita Harus Kuliah di Luar Negeri?

Kuliah di luar negeri adalah impian banyak orang. Dia akan selalu jadi impian selama kita tidak mengupayakannya. Kita tidak harus punya uang miliaran rupiah untuk bisa mengambil kuliah di luar negeri. Asal kita mampu dan mau berusaha, kita bisa memanfaatkan peluang beasiswa yang banyak ditawarkan. Namun lebih dari itu, kuliah di luar negeri membawa banyak manfaat bagi hidup kita. Apa saja? Mari kita kupas satu per satu!

:: Kultur Pendidikan yang Berbeda Akan Mengembangkan Diri Kita dengan Lebih Baik

via allsearch.ca

Ketika kita memutuskan untuk ambil kuliah di luar negeri sudah pasti kita akan mengalami budaya atau kultur yang berbeda. Perbedaan kultur tersebut ada pada hampir setiap aspek kehidupan, tak terkecuali kultur pendidikan. Bukan berarti pendidikan di Indonesia punya kultur yang buruk, tetapi perlu diakui bahwa pada beberapa negara maju memang ditemui kultur pendidikan yang memungkinkan siswa untuk menempa dirinya jadi lebih baik.

Misalnya kita ambil contoh tentang pendidikan di negara-negara Eropa barat dan Amerika Serikat. Mereka menganut budaya liberal yang memungkinkan, atau bahkan mengharuskan, setiap siswa menyampaikan pandangan mereka terkait dengan topik yang didiskusikan di bangku perkuliahan. Jadi memang di sana dosen bukanlah pengajar (penceramah) saja, tetapi juga seorang fasilitator diskusi dalam kelas. Mau tak mau, siswa harus membaca terlebih dahulu agar bisa bicara dengan baik saat diskusi. Hal ini tentu saja mendorong siswa untuk mengembangkan diri dengan menguasai bacaan mereka.

:: Mengasah Kemampuan Bahasa Inggris dan/atau Bahasa Asing Lainnya

Kita semua tahu bahwa kunci dari kepandaian kita berbahasa adalah biasa. Artinya kita harus membiasakan diri kita untuk berkomunikasi, bercakap-cakap, bahkan untuk membatin sesuatu dalam hati dengan menggunakan bahasa tersebut. Seringkali ditemui ada seorang yang sudah mengikuti kursus bahasa Inggris secara intensif, tetapi ketika menjalani tes TOEFL atau IELTS masih mendapat nilai yang belum diharapkan. Barangkali itu terjadi karena kita belum terbiasa menggunakannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bila kita kuliah di luar negeri, sudah pasti kemampuan bahasa asing kita akan terasah dengan sendirinya. Tidak mungkin kan kita akan terus-terusan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Tarzan tunjuk sana tunjuk sini? Dan yang perlu kita tekankan adalah bahasa asing itu tak hanya bahasa Inggris. Bila kita kuliah di Jerman, misalnya, kita akan sangat-sangat terbantu ketika kita bisa berbahasa Jerman, tidak hanya bahasa Inggris saja. Begitu juga ketika kita belajar di Prancis, Polandia, Rusia, dan banyak negara lainnya yang tidak selalu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka.

:: Meningkatkan Posisi Tawar Kita

via matthewsimpson.com

Sudah barang tentu ketika kita berhasil menjalani kuliah di luar negeri dan lulus dengan baik, kita akan mendapatkan posisi tawar yang lebih baik di mata perusahaan-perusahaan nasional. Megnapa? Bagaimanapun berkuliah di luar negeri, hidup jauh dari keluarga, dan harus bisa berbahasa asing adalah sebuah tantangan yang tidak mudah untuk dilampaui. Belum ketika untuk kuliah itu kita mendapatkan beasiswa. Yang artinya, kita berhasil mengalahkan ratusan atau bahkan ribuan calon pemohon beasiswa lainnya yang turut mendaftarkan diri mereka. Singkat kata, mereka yang berhasil mendapatkan beasiswa di luar negeri memang orang-orang menonjol dibandingkan dengan yang lain.

Di lain sisi, kita perlu mengakui bahwa negara kita ini masih terjangkiti sindrom poskolonialisme. Sindrom yang timbul dari proses kolonialisme yang dilakukan selama ratusan tahun hingga menjadi sebuah ideologi yang tertanam kuat dalam benak kita. Ideologi tersebut melihat bangsa lain, terutama bangsa Eropa, adalah bangsa dengan segalanya yang lebih maju dari kita. Mereka warga kelas satu, kita kelas dua; warga yang ketinggalan satu abad di belakang mereka. Hal tersebut tidak sepenuhnya menguntungkan, bahkan cenderung buruk. Itulah mengapa kalau dilihat dari posisi tawar, mereka yang kuliah di luar negeri akan lebih diuntungkan.

:: Menginspirasi Untuk Membuat Perubahan yang Lebih Baik di Negara Asal

Meski kita sadar terjangkiti sindrom tersebut, yang penting adalah kita menimba inspirasi dari manapun kita berada. Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja, tergantung kesiapan dari diri kita untuk menerima dan mengembangkan ide tersebut atau tidak. Kuliah di luar negeri tentu saja merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk mendapatkan inspirasi sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, untuk mengembangkan satu bidang saja di negara kita ini. Betul bukan? Apa fungsinya kuliah sampai luar negeri kalau setelah pulang kita tak bisa menyumbang apapun untuk bangsa kita sendiri?

Inspirasi ini bisa jadi inspirasi bisnis yang sedang ngetren di luar negeri, yang barangkali baru akan ngetren di Indonesia beberapa waktu kemudian. Ambil saja bisnis yang difasilitasi oleh keberadaan internet. Inspirasi yang tak akan habis adalah soal bagaimana mengembangkan industri jasa yang kian hari kian berkembang.

:: Memperluas Jaringan Internasional

via magazine.lk

Ini penting sekali. Kuliah di luar negeri akan mengembangkan pergaulan kita di tingkat internasional. Misalkan kita berkuliah di Inggris. Maka pastikan kita juga bergaul dengan orang-orang Inggris, jangan hanya merasa nyaman berada di lingkaran in group yang isinya orang-orang Indonesia semua, atau orang Asia semua. Akan lebih baik lagi bila kita berada di pergaulan internasional yang lebih luas. Artinya kita tidak hanya bergaul dengan penduduk asli Inggris, tetapi juga berasal dari Afrika, negara-negara Eropa, benua Amerika, dan lain sebagainya.

Jaringan pertemanan internasional itu adalah sebuah investasi yang penting sekali bagi kita. Investasi dalam pertemanan ini adalah investasi yang tak bisa dinilai dengan hitung-hitungan uang, bukan karena tak bernilai, tetapi karena tak ternilai. Kita tahu bahwa untuk menghadapi gempuran ekonomi dari segala lini, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu mengubah istilah “Do It Yourself” menjadi “Do It Together” supaya bisa berdiri lebih tegak.

:: Memahami Budaya Lain dengan Lebih Luas

Bukankah budaya di Indonesia sudah cukup luas untuk dipahami? Betul. Namun budaya yang dimaksud dalam hal ini bukanlah sekadar budaya yang berwujud fisik seperti rumah, tarian, nyanyian, dan sebagainya. Budaya ini juga termasuk pola pikir, filosofi hidup, idelogi, keyakinan yang dipegang, dan hal-hal lain yang tak terlihat oleh mata kita; hal yang ada di luar jangkauan panca indera kita.

Adalah hal yang luar biasa ketika kita bisa mengenal budaya lain yang lebih luas. Bagaimanapun budaya di Indonesia yang beragam ini tetap disatukan oleh kesamaan rasa sebagai seorang warga negara dari pemerintahan yang sama, yang juga disatukan oleh bahasa yang sama. Ketika kita mengenal budaya lain, kita akan lebih bisa dan lebih terampil meletakkan diri kita dalam pergaulan. Kita jadi lebih mengerti bagaimana cara kita memelihara pertemanan, bagaimana kita meminta tanpa terasa memerintah, dan sebagainya.

:: Melatih Kemandirian Kita Dalam Mengambil Keputusan-Keputusan Untuk Diri Kita

Biasanya ketika hidup di luar negeri kita akan berada pada kondisi yang jauh dari keluarga, jauh dari teman-teman dan orang-orang dekat kita. Ini akan memacu kita untuk bersikap mandiri dalam mengambil keputusan-keputusah hidup kita. Termasuk juga melatih kita untuk bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan tersebut. Konsekuensi yang kita tanggung, berat ataupun ringan, mudah ataupun sulit, adalah tanggung jawab kita sepenuhnya.

:: Mengubah Cara Berpikir Kita yang Seringkali Sempit

via blogs.universal.org

Kita seringkali berpikiran sempit. Contoh paling jelasnya adalah mengenai bagaimana kita menyikapi perbedaan keyakinan. Ajaran yang kita terima barangkali meyakini bahwa sesuatu itu benar dan yang lain adalah salah. Dan kita meyakini hal itu dan menelannya mentah-mentah, menganggapnya sebagai wahyu absolut yang turun dari langit. Padahal hal itu belum tentu benar menurut budaya lain. Nah, kuliah di luar negeri seharusnya memaksa kita untuk menghapus sekat-sekat kita dalam berpikir. Kita pasti akan lebih terbuka terhadap hal-hal yang selama ini kita anggap aneh, tabu, atau bahkan berdosa.

:: Hidup Hanya Sekali, Kapan Lagi Bisa Keliling Dunia?

Nah, kalau yang ini sebenarnya bukanlah hal utama ketika kita kuliah di luar negeri. Tapi janganlah juga mengurung di di perpustakaan kampus setiap hari. Pergilah ke luar dan nikmatilah alam dan kebudayaan orang-orang di mana anda kuliah. Di Eropa bahkan kita dimungkinkan untuk berkunjung ke negara Eropa lainnya dengan mudah dan tanpa harus ada visa tambahan. Selain melepas stres karena beratnya studi yang kita jalani, jalan-jalan akan membuka pandangan kita akan dunia yang lebih luas.

Jadi, menarik bukan kuliah di luar negeri? Maka bersegeralah membekali diri dengan kemampuan bahasa asing, teruslah memotivasi diri untuk mencari peluang bisa kuliah di luar negeri.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *