Mengapa bank berbaik hati memberi hadiah mobil

Pernakah anda berpikir mengapa banyak bank memberikan hadiah-hadiah seperti mobil mewah Mercedes-Benz S-Class dan ratusan hadiah lainnya? Apakah mereka tidak rugi dengan memberikan hadiah tersebut? Harga 1 Mercedes-Benz S-Class dari website mercedes-benz.co.id adalah diatas 2 milliar. Berbahagialah orang yang memenangkan undian berhadiah tersebut. Mari kita telusuri lebih lanjut mengapa bisa demikian.

bmw

Mercedes-Benz S-Class | wikipedia.com

Bisnis utama bank adalah menyimpan dana masyarakat dan menyalurkannya sebagai pinjaman bagi yang membutuhkan. Contohnya adalah Pak Budi yang memiliki kelebihan uang dan ingin menyimpannya di bank ABC sehingga mendapatkan bunga. Bank ABC kemudian menyalurkan uang tersebut sebagai kredit kepada pak Anton. Untuk memperoleh untung suku bunga tabungan pasti lebih rendah daripada suku bunga kredit. Untuk tabungan biasa saat ini, bank memberi bunga sekitar 1% sesuai dengan besarnya dana anda. Lalu untuk deposito bank bisa memberikan bunga sekitar 6%. Untuk meningkatkan keuntungan, bank akan selalu berusaha agar masyarakat menyimpan dananya di tabungan dan bukan di deposito, sehingga uang yang dikeluarkan untuk membayar bunga akan lebih sedikit.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan program undian berhadiah bagi nasabah yang memiliki tabungan. Bank berharap masyarakat lebih tertarik untuk menempatkan dananya di tabungan daripada deposito. Dalam satu periode undian, misalnya 1 tahun total hadiah yang disediakan oleh bank bisa mencapai 20 milliar. Apakah uang 20 milliar ini habis sia-sia? Tentu saja tidak, karena bank akan memperoleh untung yang lebih besar.

Sebagai contoh jika jumlah deposito suatu bank besar ada 100 triliun dan tabungan ada 200 trilliun, maka bunga yang dibayarkan ke masyarakat adalah 100 triliun * 6% ditambah 200 triliun * 1% = 8 triliun. Jika bank dalam program undian berhadiahnya berhasil memindahkan dana 1% dari deposito ke tabungan, sehingga deposito menjadi 99 triliun dan tabungan 201 triliun, maka bunga yang dibayarkan adalah 99 triliun * 6% ditambah 201 triliun * 1% = 7.95 triliun. Artinya bank mendapatkan pengurangan bunga yang dibayarkan ke masyarakat sebesar 50 milliar. Setelah dikurangi hadiah maka bank telah berhasil mendapatkan untung 30 milliar.

Cara lain yang biasa dilakukan bank adalah dengan memberikan hadiah langsung ketika menyimpan dananya sekian ratus juta dan di kunci selama beberapa waktu. Misalnya dengan menabung 1 milliar selama 3 bulan mendapatkan iPhone 6. Harga iPhone 6 64GB saat ini adalah sekitar 12 juta. Mari kita bandingkan jika menyimpan di deposito dan ditabungan selama 3 bulan. Jika di deposito, bank akan keluar 1 milliar * 6% * 3 bulan / 12 bulan = 15 juta. Untuk di tabungan, bank akan keluar 1 milliar * 1% * 3 bulan / 12 bulan + iPhone seharga 12 juta = 14,5 juta. Berarti dengan ilustrasi sederhana ini tanpa memperhitungkan pajak yang ada, anda telah rugi Rp 500,000,- jika menyimpan uang di tabungan dan bukan deposito.

Kesimpulannya, jika memiliki uang berlebih masukanlah ke deposito dibanding tabungan, karena akan lebih menguntungkan. Namun anda juga perlu memiliki uang yang cukup di tabungan agar dapat diambil sewaktu-waktu dengan mudah jika diperlukan.

Artikel Terkait

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *