Menganalisa bisnis marketplace

Dengan kemajuan teknologi banyak bermunculan marketplace yang berbasis teknologi untuk menghubungkan penjual dan pembeli. Agar bisnis-bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik ada satu kuncinya, yaitu apakah pembeli dapat langsung menghubungi penjual dan tidak menggunakan marketplace. Berikut beberapa marketplace dan analisanya:

  • Uber atau Gojek mempertemukan pengemudi dan penumpang dimana marketplace akan mengambil sekian persen dari transaksi. Sebagai contoh kita gunakan Gojek. Kompetitor Gojek yang setara adalah Ojek Pangkalan. Secara cost Gojek dan Ojek Pangkalan seharusnya sama, karena driver akan keluar ongkos bensin dan biaya maintenance motor yang kurang lebih sama. Jika Gojek tanpa subsidi maka seharusnya ongkos naik Gojek akan lebih tinggi daripada Ojek pangkalan karena ada biaya untuk perusahaan Gojek. Ketika nanti harga Gojek sudah normal, maka penumpang yang sehari-harinya berangkat kantor dapat menghubungi langsung driver dan tidak menggunakan marketplace untuk menghemat biaya. Hal ini akan menurunkan pendapatan Gojek. Saat ini Uber pun masih mengalami kerugian.
  • Marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli berbagai macam produk seperti Lazada dan BukaLapak. Disini ada dua model bisnis, yaitu penjual yang akan mengirim produk ke pembeli atau marketplace (Lazada) akan menyimpan stok produk digudangnya dan mengirimkan ke pembeli. Pembeli akan terus menggunakan marketplace karena walaupun sudah mengenal penjualnya atau mendapat akses ke penjualnya, akan sulit melakukan transaksi langsung ke penjual. Pembeli masih membutuhkan sistem yang di miliki oleh marketplace misalnya sistem pembayaran dan tracking pengiriman. Marketplace yang memiliki banyak macam produk dan pelayanan yang baik akan menonjol. Bisnis marketplace semacam ini sudah terbukti berhasil didunia offline, dimana ada supermarket dan hypermarket. Kedapannya supermarket dan hypermarket ini akan menuju online yang sekarang sudah dimulai dengan adanya MatahariMall.com.
  • Marketplace yang menghubungkan pemilik properti dan penyewa, misalnya Agoda, dan Traveloka. Walaupun pembeli dapat menghubungi hotel secara langsung, nanum keuntungan yang diperoleh jika memesan langsung ke hotelnya melalui telepon tidak sebanding dengan effort yang dikeluarkan. Booking langsung ke hotelnya yang lebih murah 10 ribu mungkin akan habis untuk biaya telepon.
  • Marketplace yang menghubungkan penyedia jasa dengan pembeli, misalnya freelancer.com, sribulancer.com dan GoBox. Sebagai contoh kita gunakan GoBox yang mempertemukan pemilik ekspedisi/kendaraaan dengan penyewa. Musuh bisnis ini adalah orang yang sering melakukan banyak transaksi dan setelah menemukan pemberi jasa yang pas, maka ia akan melakukan transaksi diluar sistem GoBox. Atau ketika bertemu dengan pembeli, penyedia jasa akan memberikan kartu nama bisnisnya sehingga bisa langsung menghubungi bisnisnya tanpa melewati GoBox. Sama halnya dengan mencari programmer di sribulancer.com, setelah mendapatkan programmer yang pas dan baik, pembeli akan menghubungi langsung programmer tersebut sehingga sang programmer bisa memperoleh penghasilan yang lebih besar tanpa perlu di potong komisi untuk sribulancer.com. Jika ada temen pembeli yang sedang mencari programmer, kemungkinan akan di kenalkan langsung dengan programmernya dan tidak melalui sribulancer.com. Untuk memperbesar penghasilan, sribulancer.com dapat menawarkan lebih banyak lagi jenis jasa yang ditawarkan di websitenya, misalnya jasa sedot WC, fotografer atau interior design. Sebagai gambaran bisnis ini dapat dilihat dari laporan keuangan freelancer.com per Juni 2015 yang mengalami kerugian namun sudah memperlihatkan positif operating cash flow per kuartal 3 2015, dan harganya naik banyak tahun 2015 ini.
Laporan laba rugi freelancer.com

Laporan laba rugi freelancer.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *