Mengajarkan Tanggungjawab Keuangan kepada Anak

Barangkali kita di sini patut bertanya: apakah sebuah langkah yang tepat untuk mengajarkan tanggungjawab keuangan kepada anak? Apakah sudah saatnya mereka mengerti uang? Serta pertanyaan-pertanyaan senada lain yang menyangsikan bahwa belum saatnya anak-anak mendapatkan pengetahuan soal itu.

Dari berbagai informasi yang kami kumpulkan, ternyata mengajari anak soal keuangan adalah langkah yang tepat untuk anda lakukan sebagai orangtua. Misalnya, salah seorang anak anda tidak memahami nilai suatu barang dan secara sengaja merusaknya untuk mainan. Tentu saja kita perlu memberi pengertian bahwa sebuah barang, sekecil apapun, pasti memiliki nilai ekonomi yang perlu kita tukar dengan sejumlah uang untuk bisa kita dapatkan/gunakan.

Hal umum yang seringkali dilakukan oleh orangtua adalah dengan mengajari anak soal tanggungjawab keuangan melalui pengelolaan uang saku. Anak biasanya, baik di rumah maupun di sekolah, diajarkan untuk mencatat pengeluaran wajib atapun tidak wajib. Jika sudah cukup besar, kita bisa membantu mencatat untuk pengeluaran wajib: biaya sekolah, alat tulis, dsb. Namun kalau masih kecil, anda bisa membimbingnya untuk mencatat pengeluaran untuk beli mainan, jajan, dan sebagainya.

Situs cnn.com mencatat bahwa sebenarnya ada metode lain yang tak kalah menariknya untuk mengajari anak soal tanggungjawab keuangan mereka. Metode ini mereka sebut sebagai bermain dengan uang. Masa anak-anak adalah masa bermain, maka dapat dipahami mengapa pendekatan ?ermain?adalah pendekatan yang dipilih. Anda bisa menyediakan beberapa kotak menabung yang dibagi berdasarkan tujuan yang berbeda. Tujuan keuangan itu seperti pengeluaran sehari-hari, untuk membeli kado, donasi atau amal, dan sebagai investasi.

Baca Juga:

Ketika anak-anak sudah menerima pengajaran soal keuangan sejak usia yang masih dini, ketika mereka sudah beranjak lebih besar tentu saja mereka tidak mengalami kesulitan untuk memahami konsep tentang simpanan jangka pendek dan simpanan jangka panjang. Namun jika ada kesulitan bagi mereka, anda bisa membuat ilustrasi tersebut menggunakan tujuan. Misalnya, membeli satu buku baru setiap bulan, atau membeli sepeda di akhir tahun nanti.

Untuk itu anda perlu mengingatkan mereka soal tujuan-tujuan ini supaya mereka selalu fokus dan tidak tergoda untuk menggunakan uang untuk hal lain.

Ketika tujuan jangka panjang itu semakin besar dan semakin ambisius, maka anda juga perlu semakin memberikan penghargaan untuk menghargai kedisiplinan menabung yang dibangun oleh anak anda. Barangkali setiap kali mereka menabung, anda bisa memberikan tambahan 50% atau lebih.

Anak yang lebih kecil biasanya memang sulit untuk menjaga tabungan mereka. Maka, mekanisme yang paling tepat untuk mereka adalah membuat sebuah celengan dan semacam dompet untuk tagihan. Anda perlu secara berkala menghitung uang yang telah mereka kumpulkan, setelah itu katakan juga kepada mereka seberapa dekat mereka pada tujuan yang telah mereka bangun. Hal yang tak kalah penting: berilah mereka pujian atas setiap kemajuan yang mereka buat.

Ketika anak anda sudah menginjak usia 9 atau 10 tahun, sudah saatnya untuk memperkenalkan mereka dengan menabung di bank. Menurut artikel tersebut, sebagian besar anak dengan rentang umur demikian sudah bisa memahami konsep suku bunga yang ditawarkan bank untuk setiap tabungan yang mereka miliki. Hingga mereka nanti sudah cukup dewasa untuk mengurus akun bank sendiri, anak-anak sementara ini bisa anda perlakukan sebagai pemeriksa keuangan mereka sendiri.

Cara terbaik untuk mengajari mereka soal pengeluaran ini adalah dengan meunjukkan secara langsung kepada mereka daftar belanja, dan bila perlu, nota belanja yang mereka hasilkan. Ketika anda dan anak anda berrencana untuk pergi ke sebuah toko, pastikan anak anda telah membuat daftar belanja yang harus mereka patuhi. Artinya, tidak ada barang lain di luar daftar belanja yang akan mereka beli. Hal ini akan melindungi anak anda dari tindakan belanja yang ?alap?hanya karena memiliki uang yang masih sisa.

Sedangkan ketika anak anda menginginkan barang dengan harga yang cukup mahal, pastikan anda mengajari mereka hal-hal berikut. Misalnya, anak anda menginginkan sebuah sepeda gunung. Maka ajarilah mereka soal bagaimana memulai riset, mencari informasi dari artikel maupun review di internet, perbandingkan harga sepeda jenis satu dengan jenis lain, bandingkan pula harga di toko lain, ajari juga bagaimana cara menegosiasikan harga dengan penjual.

Seringkali, barang yang sudah kita beli itu akan mengalami kerusakan, entah karena cacat produk ataupun kesalahan anak sendiri. Hal itu bukan jadi masalah. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan betapa pentingnya kita untuk menyimpan nota belanja guna mengajukan klaim garansi barang. Ketika anda mengembalikan barang tersebut, ajaklah anak anda turut serta dan tunjukkan kepada mereka bagaimana cara berargumentasi kepada penjual untuk mendapatkan penggantian atas barang yang rusak tersebut.

Sebagai tambahan, sumber lain menyebutkan paling tidak ada empat langkah yang perlu anda lakukan untuk mengajari anak anda soal tanggungjawab keuangan mereka. Langkah-langkah tersebut tidak bertentangan dengan poin di atas, tetapi justru menjadi pelengkap supaya anda memiliki pilihan yang lebih baik.

.: Memberi Uang Saku

Cara terbaik untuk mengajarkan tanggungjawab keuangan adalah dengan memberikan uang kepada anak. Uang tersebut bisa anda berikan seminggu sekali, pada hari yang sama. Besaran uang tentu saja mengikuti apa yang anda harapkan kepada mereka dengan uang saku itu, serta kondisi ekonomi dan tingkat kebutuhan di lingkungan anda sendiri. Biasanya anak kecil akan mengeluarkan uang seturut dengan apa yang teman-teman mereka lakukan untuk menggunakan uang mereka sendiri. Meskipun bukan menjadi satu-satunya patokan, anda tetap perlu untuk memerhatikan ?aya hidup?anak-anak lain di lingkungan mainnya. Anda tentu tidak akan membiarkan anak anda menjadi terasing karena tidak dapat mengikuti gaya hidup teman-temannya, bukan?

.: Menyusun Budget

Jangan hanya memberikan uang tunai. Bantulah anak menentukan tujuan untuk uangnya. Apakah dia sedang mengincar sebuah sepeda baru untuk bermain, ataukah sebuah gadget yang sedang tren bagi kalangan dewasa? Keluarkan kalkulator dan lakukan eksplorasi berbagai skenario bersama-sama. Sebagian anak secara alami adalah tipe hemat dan tidak akan mengeluarkan uang banyak untuk hal yang sia-sia, sementara yang lainnya tergolong tipe pemboros. Kedua tipe anak ini memiliki kebaikan dan konsekuensi masing-masing, jadi biarkan anak anda menjalani pendekatan yang dipilihnya. Memberikan anak uang sendiri juga akan mendorong kemandirian dan memberikannya ukuran kebebasan. Untuk menjaga semangat tersebut, cobalah berperan sebagai penasihat.

.: Manajemen Model

Anak memerhatikan bagaimana anda dan pasangan mengatasi masalah yang terkait dengan uang. Entah apakah anda melakukan pembelian berharga mahal atau berdebat, berdiskusi, dan membandingkan antara harga di satu toko dengan toko lainnya sebelum membeli sesuatu, bagaimana anda menghadapinya adalah cara dia memelajarinya. Untuk itu anda perlu mengajarkan mereka hal yang baik untuk menentukan prioritas keuangan. Seringkali orang-orang tidak mampu untuk membedakan dengan terang, mana yang kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan.

.: Mendiskusikan Nilai Uang

Ketika anak kita mulai besar, barangkali akan muncul pertanyaan-pertanyaan semacam, ?erapa harga rumah kita??atau ?erapa gaji Mama??saat kita sedang bercengkerama bersama di depan televisi atau di meja makan. Pendekatan terbaik adalah dengan memberikan respons yang mengambang. Jangan merasa terpaksa untuk menyebutkan gaji anda, tapi coba juga untuk tidak menghentikan percakapan. Ada saatnya kelak seorang anak akan mengerti seberapa besar gaji anda, barangkali ketika masih kecil memang belum saatnya. Namun pastikan anda memberikan penjelasan yang baik soal nilai ekonomi yang terdapat pada setiap benda di rumah anda. Ceritakanlah bahwa untuk mendapatkan barang tersebut ada perjuangan keras yang dilakukan oleh anda dan pasangan. Dengan cara demikian, anak anda akan belajar mengenai nilai uang dengan lebih mudah.

Ketika anak sedari kecil sudah mengerti soal tanggungjawab keuangan mereka, harapan kita tentu ketika besar kelak mereka tidak mengalami kesulitan mengatur keuangan. Hal ini akan menjadi kebaikan bagi anak, serta kebanggan bagi kita karena sudah menerapkan ajaran ini sejak kecil. Bagaimanapun, mengajari suatu hal kepada anak, apalagi soal keuangan, bukanlah hal yang mudah. Anda tetap harus bersabar dan tekun agar mencapai hasil yang diinginkan.